24, 2026 ID
Nasional

Bawaslu Tegal Ajak Warga Wujudkan Demokrasi Jujur demi Indonesia

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tegal menegaskan bahwa kecintaan terhadap Indonesia berawal dari penyelenggaraan demokrasi yang jujur dan berintegritas. Penegasan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan pendidikan pe

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tegal menegaskan bahwa kecintaan terhadap Indonesia berawal dari penyelenggaraan demokrasi yang jujur dan berintegritas. Penegasan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan pendidikan pengawasan yang digelar Bawaslu setempat bersama organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan perwakilan pemuda di wilayah Kabupaten Tegal.

Demokrasi Jujur, Fondasi Kecintaan pada Tanah Air

Ketua Bawaslu Kabupaten Tegal menuturkan bahwa demokrasi yang sehat tidak hanya diukur dari suksesnya pemungutan suara, tetapi juga dari kejujuran di setiap tahapan, mulai dari pencalonan, kampanye, hingga penghitungan suara. Menurutnya, praktik politik uang dan politik identitas merupakan ancaman nyata yang dapat merusak kualitas demokrasi di tingkat akar rumput.

Ia mengingatkan bahwa pelanggaran pemilu yang terjadi di daerah, sekecil apa pun, akan berdampak pada kualitas kepemimpinan nasional. Karena itu, pengawasan partisipatif menjadi kunci. Masyarakat diajak tidak hanya menjadi penonton, melainkan pengawas aktif yang berani melaporkan dugaan pelanggaran melalui kanal yang telah disediakan. Partisipasi aktif tersebut dinilai mampu menekan potensi pelanggaran sebelum hari pemungutan suara tiba.

Kegiatan pendidikan pengawasan itu juga menekankan pentingnya peran generasi muda. Bawaslu Kabupaten Tegal menilai pemilih pemula merupakan kelompok strategis yang harus dibekali literasi politik sejak dini agar tidak mudah terpengaruh janji-janji palsu maupun iming-iming materi. Beberapa sekolah dan komunitas pemuda di daerah itu telah menjadi sasaran sosialisasi.

Selain itu, sinergi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah terus diperkuat untuk menindaklanjuti setiap temuan maupun laporan pelanggaran secara cepat dan transparan. Bawaslu menegaskan komitmennya menjalankan tugas secara netral dan profesional, tanpa memihak kepada salah satu kontestan.

Dari perspektif nasional, pesan yang diusung Bawaslu Kabupaten Tegal menjadi cermin pentingnya penguatan demokrasi lokal. Daerah merupakan ujung tombak penyelenggaraan pemilu, sebab sebagian besar penyelenggaraan dan pengawasan berlangsung di tingkat kabupaten dan kota. Jika demokrasi di daerah berjalan jujur, maka kualitas demokrasi nasional ikut meningkat. Pengalaman daerah dalam mengawasi pemilu pun menjadi bahan evaluasi perbaikan sistem secara berkelanjutan.

Bawaslu Kabupaten Tegal berharap semangat cinta Indonesia tidak berhenti pada simbol-simbol kebangsaan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata menjaga integritas pemilu. Masyarakat yang jujur dalam memilih, penyelenggara yang jujur dalam bekerja, dan pengawas yang tegas dalam bertindak adalah perwujudan nyata kecintaan kepada bangsa.

Dengan demokrasi yang jujur, kata dia, Indonesia akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang kredibel dan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Hal itu pada akhirnya menjadi pondasi bagi kemajuan bangsa dalam jangka panjang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS admin

Komentar (0)

User

Paling Dibaca

24 jam

Newsletter

Tag