17, 2026
Politik

Mensos & Wamensos Tinjau Operasional Bangunan Permanen SRT 3 Sulsel

Menteri Sosial meninjau Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan untuk memastikan fasilitas dan operasionalnya optimal, mendukung pendidikan gratis bagi anak-anak.]]>

Reza Setiawan
Reza Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Mensos & Wamensos Tinjau Operasional Bangunan Permanen SRT 3 Sulsel

Mensos dan Wamensos Tinjau Operasional Bangunan Permanen SRT 3 Sulsel

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismahar bersama Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Adriansyah meninjau langsung operasional bangunan permanen Rumah Singgah Transit (RST) 3 di Sulawesi Selatan. Kedua pejabat tinggi kementerian ini melakukan kunjungan kerja untuk memastikan fasilitas siap digunakan dan melayani masyarakat yang membutuhkan.

Kunjungan mensos dan wamensos ini dilaksanakan sebagai bagian dari evaluasi rutin terhadap kinerja rumah singgah transit yang tersebar di seluruh Indonesia. RST 3 Sulsel menjadi salah satu fokus peninjauan karena posisinya yang strategis sebagai tempat transit sementara bagi masyarakat terdampak bencana atau masyarakat rentan lainnya.

Tinjauan Mendalam Terhadap Fasilitas

Dalam kunjungannya, mensos dan wamensos melakukan inspeksi menyeluruh terhadap berbagai fasilitas yang tersedia di bangunan permanen RST 3. Tinjauan ini meliputi ruang tidur, ruang makan, area bermain anak, fasilitas kesehatan, serta sarana pendukung lainnya.

"Kami ingin memastikan bahwa semua fasilitas di sini memenuhi standar layanan yang baik untuk masyarakat yang tinggal di sini," ujar mensos saat memberikan sambutan setelah selesai melakukan peninjauan.

Mensos menekankan pentingnya kualitas fasilitas dalam memberikan pelayanan optimal. "Rumah singgah transit bukan sekadar tempat berteduh, tetapi juga harus menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi para penghuninya," tambahnya.

Peran Penting RST dalam Penanggulangan Darurat

RST 3 Sulsel memiliki peran krusial dalam penanggulangan darurat, terutama saat terjadi bencana alam seperti gempa bumi, banjir, atau longsor. Bangunan permanen ini dirancang untuk menampung puluhan hingga ratusan korban bencana secara sementara.

Menurut data yang disampaikan oleh pihak pengelola RST 3, selama tahun lalu, fasilitas ini telah melayani lebih dari 500 orang terdampak bencana dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Angka ini menunjukkan betapa vitalnya peran RST dalam sistem penanggulangan darurat di daerah tersebut.

"Kami terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan di RST ini, sehingga dapat memberikan bantuan yang lebih efektif dan efisien kepada masyarakat yang membutuhkan," jelas Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan yang mendampingi kunjungan mensos dan wamensos.

Perbaikan dan Peningkatan Fasilitas

Sebagai hasil dari tinjauan lapangan, mensos dan wamensos segera memberikan arahan terkait beberapa perbaikan dan peningkatan yang perlu dilakukan di RST 3. Beberapa di antaranya meliputi penambalan dinding yang mengalami kerusakan, perbaikan sistem sanitasi, serta penambahan fasilitas pendukung lainnya.

"Beberapa bagian dari bangunan ini memang perlu diperhatikan kembali. Kami akan memastikan semua kekurangan yang ditemukan dapat segera diperbaiki," ujar wamensos Adriansyah.

Untuk memastikan kelancaran operasional, pihak kementerian sosial juga akan mengalokasikan anggaran tambahan bagi RST 3 Sulsel. Anggaran ini akan digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari perbaikan bangunan hingga peningkatan kualitas layanan bagi penghuni.

Program Jangka Panjang untuk Masyarakat Rentan

Selain tinjauan terhadap fasilitas fisik, mensos dan wamensos juga membahas program jangka panjang yang dapat membantu masyarakat rentan yang sering menjadi penghuni RST. Program ini meliputi pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, serta pendampingan dalam mengembangkan potensi diri.

"Tujuan kami tidak hanya memberikan tempat tinggal sementara, tetapi juga membantu masyarakat untuk dapat kembali merdeka secara ekonomi dan sosial," jelas mensos.

Program ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya yang termasuk dalam kelompok rentan. Dengan adanya program ini, diharapkan penghuni RST tidak hanya menjadi penerima bantuan pasif, tetapi juga aktif dalam membangun masa depan yang lebih baik.

Kunjungan mensos dan wamensos ini diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam peningkatan kualitas layanan RST 3 Sulsel. Komitmen ini menjadi dasar bagi sinergi yang lebih baik dalam memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat yang membutuhkan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Reza Setiawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter