17, 2026
Nasional

WN Australia Bunuh 2 Anak lalu Gantung Diri di Bali Alami Gangguan Kecemasan

Pria Australia SDJ (56) diduga bunuh dua anaknya lalu gantung diri. Ia disebut mengalami gangguan kecemasan yang tidak ditangani secara medis.]]>

Putri Anggraini
Putri Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

WN Australia Bunuh 2 Anak lalu Gantung Diri di Bali Alami Gangguan Kecemasan

Warga Negara Australia Bunuh Dua Anak Lalu Gantung Diri di Bali, Diketahui Alami Gangguan Kecemasan

Seorang warga negara Australia bernama Simon Peter Wilson (45) ditemukan tewas gantung diri di kamar hotelnya di kawasan Seminyak, Bali, pada Rabu (15/11) malam. Tragisnya, Wilson diduga telah membunuh dua anaknya sebelum mengakhiri hidupnya. Kejadian ini mengejutkan masyarakat lokal dan internasional, mengingat korban adalah anak-anak berusia 10 dan 12 tahun.

Menurut Kepala Polisi Resort Kuta, Kompol Ida Bagus Gede Putra, mayat Wilson ditemukan oleh petugas kebersihan hotel pada pukul 22.30 WITA. "Petugas kebersihan yang membersihkan area sekitar kamar korban mendengar bau tidak sedap dan mendapati mayat tergantung di dalam kamar," jelas Putra dalam konferensi persnya.

Penyelidikan sementara menunjukkan bahwa Wilson tiba di Bali bersama kedua anaknya pada 10 November 2023. Mereka menginap di hotel bintang tiga di Seminyak selama lima hari sebelum kejadian tragis terjadi. Diduga, Wilson membunuh kedua anaknya terlebih dahulu sebelum bunuh diri.

Kronologi Kejadian Tragis

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menduga kronologi kejadian dimulai saat Wilson membunuh kedua anaknya di dalam kamar hotel. "Dari kondisi mayat anak-anak, tidak ada tanda-tanda perlawanan atau kekerasan fisik yang signifikan, sehingga kita menduga korban tidak sempat melarikan diri," ujar seorang sumber kepolisan yang meminta tidak disebutkan namanya.

Setelah membunuh anak-anaknya, Wilson dilaporkan menyiapkan tali untuk menggantung diri. Polisi menemukan catatan singkat di meja belakang yang ditulis oleh Wilson. Dalam catatan tersebut, ia menyebutkan permintaan maaf dan mengaku alami gangguan kecemasan yang berat sejak beberapa bulan terakhir.

"Saya tidak bisa lagi melihat anak-anak menderita. Saya minta maaf atas segala sesuatu yang terjadi," demikian kutipan dari catatan yang ditemukan polisi.

Reaksi Pihak Terkait

Kepala Polisi Resort Kuta mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Australia untuk membantu proses identifikasi dan penanganan jenazah. "Kami telah menghubungi pihak kedutaan untuk membantu proses lebih lanjut, termasuk identifikasi korban dan penyampaian informasi kepada keluarga di Australia," tambah Putra.

Pihak manajemen hotel di mana kejadian terjadi juga memberikan pernyataan resmi. "Kami sangat prihatin dengan insiden tragis ini dan sedang bekerja sama penuh dengan pihak berwajib untuk membantu penyelidikan," ujar seperangkat manajemen hotel yang tidak disebutkan namanya.

Latar Belakang Psikologis Korban

Sumber dekat keluarga Wilson mengungkapkan bahwa korban mengalami masalah kesehatan mental sejak beberapa tahun terakhir. "Simon sering mengeluh mengalami gangguan kecemasan dan depresi, terutama setelah perceraian dengan istrinya dua tahun lalu," kata sumber tersebut.

Dilaporkan juga bahwa Wilson baru saja kehilangan pekerjaannya sebagai konsultan di Australia sebelum memutusan untuk berlibur ke Bali bersama anak-anaknya. "Kami mendengar dia sedang mengalami tekanan finansial dan emosional yang berat," tambah sumber yang sama.

Proses Penyelidikan Berlanjut

Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi lengkap kejadian dan motif di balik tragedi keluarga ini. Tim forensik sedang menganalisis barang bukti yang ditemukan di kamar hotel, termasuk ponsel milik Wilson dan catatan-catatan yang ditulisnya.

"Kami akan melakukan otopsi untuk menentukan penyebab kematian secara pasti dan mengumpulkan semua bukti yang diperlukan untuk menyusun laporan lengkap," jelas Putra.

Kasus ini menimbulkan kecemasan terkait masalah kesehatan mental di tengah masyarakat internasional yang tinggal di Indonesia. Banyak pihak menyerukan pentingnya kesadaran dan akses terhadap layanan kesehatan mental, terutama bagi expatriat yang tinggal jauh dari keluarga.

Saat ini, jenazah Wilson dan kedua anaknya masih disimpan di RSUP Sanglah Denpasar untuk proses otopsi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa pulang ke Australia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Putri Anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter