17, 2026
Politik

Said Abdullah: Banggar DPR Anggarkan Rp 23 Triliun untuk Gaji P3K

Putri Gunawan
Putri Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Said Abdullah: Banggar DPR Anggarkan Rp 23 Triliun untuk Gaji P3K

Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah mengungkapkan bahwa pihaknya telah menganggarkan dana sebesar Rp 23 triliun untuk membiayai gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) pada tahun anggaran 2024. Angka tersebut menjadi bagian dari pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun depan yang sedang berlangsung di Komisi X DPR RI.

Dalam keterangannya, Said Abdullah menjelaskan bahwa alokasi dana tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial kepada tenaga kesehatan yang bekerja di fasilitas kesehatan milik pemerintah. Menurutnya, P3K telah menjadi tulang punggung penyedia layanan kesehatan di daerah, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.

Peran Kritis P3K di Daerah Terpencil

Said Abdullah menekankan pentingnya peran P3K dalam menjaga keberlanjutan layanan kesehatan di daerah terpencil. Sebagai tenaga kesehatan yang tidak memiliki status pegawai tetap, P3K sering kali menjadi satu-satunya opsi bagi masyarakat di pelosok negeri untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar.

"Tanpa adanya P3K, banyak fasilitas kesehatan di pelosok akan vakum. Mereka yang berada di garis depan ini lay mendapatkan penghargaan yang layak, termasuk dalam bentuk gaji yang memadai," ujar Said Abdullah saat membahas rancangan anggaran di Komisi X DPR RI, Rabu (15/11/2023).

Mekanisme Penyaluran Anggaran

Dana sebesar Rp 23 triliun tersebut akan disalurkan melalui Kementerian Kesehatan untuk selanjutnya didistribusikan ke seluruh fasilitas kesehatan yang menempatkan P3K. Said menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran ini telah disusun secara transparan untuk memastikan dana tepat sasar.

"Kami telah memastikan bahwa mekanisme penyalurannya jelas dan transparan. Setiap P3K akan menerima gaji sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, tanpa ada potongan yang tidak wajar," tambahnya.

Tanggapan dari Asosiasi P3K

Kepala Sekretariat Asosiasi P3K Indonesia, Ahmad Fauzi, menyambut baik keputusan DPR dalam menganggarkan dana tersebut. Menurutnya, alokasi anggaran yang memadai akan menjadi dorongan bagi para P3K untuk terus memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

"Ini adalah kabar baik bagi ribuan P3K di seluruh Indonesia. Dengan gaji yang memadai, kami bisa lebih fokus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tanpa harus khawatir dengan masalah ekonomi sehari-hari," ujar Ahmad Fauzi melalui pesan singkatnya.

Prioritas Anggaran Kesehatan 2024

Selain alokasi untuk gaji P3K, Banggar DPR juga mengalokasikan dana sebesar Rp 92 triliun untuk sektor kesehatan secara keseluruhan dalam RAPBN 2024. Alokasi ini mencakup berbagai program seperti peningkatan infrastruktur kesehatan, pengadaan alat kesehatan, dan program vaksinasi nasional.

Said Abdullah menjelaskan bahwa alokasi tersebut merupakan komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. "Kesehatan adalah hak setiap warga negara. Oleh karena itu, kami menempatkan sektor kesehatan sebagai salah satu prioritas dalam anggaran tahun depan," tegasnya.

Tantangan Implementasi

Meski demikian, terdapat beberapa tantangan dalam implementasi anggaran ini. Salah satunya adalah masalah distribusi yang merata ke seluruh daerah, terutama di wilayah terpencil yang memiliki akses terbatas. Selain itu, monitoring dan evaluasi menjadi kunci untuk memastikan dana benar-benar digunakan untuk tujuan semula.

"Kami akan melakukan monitoring yang ketat untuk memastikan setiap rupiah anggaran tepat sasar. Tidak ada ruang untuk penyimpangan dalam hal ini," jelas Said Abdullah menutup pembahasannya.

Dengan alokasi dana yang signifikan ini, diharapkan para P3K dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian khusus dalam bidang kesehatan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Putri Gunawan

Analis pasar modal dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter