17, 2026
Nasional

Karhutla Masih Terjadi di Bromo, Semeru, Argopuro dan Kawinajang

BNPB laporkan penanganan kebakaran hutan di Jawa Timur. Tim gabungan terus berupaya memadamkan api di Gunung Bromo, Semeru, dan Argopuro.]]>

Kirana Utami
Kirana Utami Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Karhutla Masih Terjadi di Bromo, Semeru, Argopuro dan Kawinajang

Kebakaran Hutan dan Lahan Terus Mengancam Wilayah Jawa Timur

Wilayah Jawa Timur kembali digemparkan dengan maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa kawasan. Sejumlah gunung dan hutan di wilayah tersebut, termasuk Bromo, Semeru, Argopuro, dan Kawinajang, kini menjadi sorotan karena masih terjadi aktivitas api yang sulit dikendalikan. Upupan penanggulangan terus dilakukan oleh pihak berwenang namun tantangan masih sangat besar mengingat kondisi cuaca dan iklim saat ini.

Kondisi di Gunung Bromo

Gunung Bromo, salah satu destinasi wisata terpopuler di Jawa Timur, kembali menjadi sumber kecemasan. Sejak beberapa pekan terakhir, beberapa titik di sekitar kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terdeteksi terjadi kebakaran. Api berhasil dipadamkan di beberapa area namun masih ada titik-titik panas yang berpotensi menyala kembali. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur mengungkapkan bahwa kondisi di Bromo relatif terkendali namun tetap memerlukan pengawasan ketat.

"Tim kami sudah melakukan patroli rutin di sekitar kawasan Bromo. Kami juga melibatkan masyarakat setempat untuk membantu mengawasi potensi kebakaran. Kondisi cuaca yang kering dan berangin menjadi tantangan utama," ujar Kepala BKSDA Jawa Timur dalam keterangannya, Rabu (15/9).

Status Darurat di Gunung Semeru

Sedangkan di Gunung Semeru, status darurat kebakaran hutan masih berlaku. Sejak Agustus lalu, ratusan hektare area di kawasan TNBTS terbakar. Upaya pemadanan terus dilakukan namun api masih sulit dikendalikan mengingat topografi pegunungan yang sulit diakses.

Pihak berwenang telah mengerahkan ratusan personel termasuk anggota TNI, Polri, relawan, dan petugas BKSDA untuk memadamkan api. Selain itu, beberapa helikopter juga disiapkan untuk melakukan operasi semprot air dari udara meskipun terbatas karena cuaca yang sering berkabut.

Kawasan Argopuro dan Kawinajang Juga Terancam

Tidak hanya Bromo dan Semeru, kawasan Gunung Argopuro dan Kawinajang juga dilaporkan mengalami kebakaran hutan. Di Gunung Argopuro, api berhasil dipadamkan di sebagian besar area namun masih ada titik-titik yang terus diawasi. Sementara itu di Kawinajang, kondisi masih dianggap krusial dengan luas area terbakar yang terus bertambah.

Kepala Bidang Kehutanan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Jawa Timur menjelaskan bahwa karhutla di beberapa kawasan ini diduga disebabkan oleh beberapa faktor. "Ada beberapa kemungkinan penyebab, mulai dari sengaja dibakar, efek keringnya vegetasi akibat musim kemarau, maupun akibat percikan api dari kegiatan masyarakat di sekitar perbatasan kawasan hutan," ujarnya.

Dampak bagi Lingkungan dan Wisatawan

Dampak dari kebakaran hutan ini dirasakan tidak hanya oleh ekosistem tetapi juga oleh masyarakat dan industri pariwisata. Kabut asap yang tebal dari kebakaran hutan menyebabkan kualitas udara di beberapa wilayah menurun drastis. Wisatawan yang datang ke Bromo dan sekitarnya juga harus membatasi aktivitasnya karena kondisi udara yang tidak sehat.

Seorang wisatawan asal Jakarta, Budi Santoso, mengungkapkan kekecewaannya. "Saya datang ke Bromo untuk menikmati pemandangan indahnya namun justru disambut kabut asap yang pekat. Pandangan ke gunung sangat terbatas dan rasanya tidak enak bernapas," keluhnya.

Upaya Pencegahan dan Penanggulangan

Pemerintah daerah bersama berbagai pihak terkait terus berupaya untuk menanggulangi dan mencegah karhutla. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya membakar hutan dan lahan. Selain itu, penyiapan alat pemadam kebakaran dan personel juga ditingkatkan.

"Kami juga berupaya melakukan penanaman kembali pohon di area yang terbakar untuk memulihkan ekosistem. Namun ini membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang tidak sedikit," tambah Kepala BKSDA Jawa Timur.

Dengan kondisi cuaca yang masih terus kering, kebakaran hutan dan lahan di Jawa Timur masih menjadi ancaman serius. Semua pihak diimbau untuk tetap waspada dan membantu pengawasan agar bencana tidak memburuk lebih lanjut.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Utami

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter