17, 2026
Nasional

Kronologi KRL Berasap di Rawa Buntu, Bermula dari Tas Penumpang

Nadia Santoso
Nadia Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kronologi KRL Berasap di Rawa Buntu, Diduga Akibat Tas Penumpang Terjatuh

Insiden kereta rel listrik (KRL) yang mengeluarkan asap tebal di Stasiun Rawa Buntu, Tangerang, pada Rabu (12/7) sekira pukul 08:00 WIB, menjadi perhatian publik luas. Kejadian ini menyebabkan gangguan pada operasional kereta Commuter Line jurusan Jakarta-Bogor dan Bekasi-Tangerang. Berdasarkan informasi dari PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), penyebab insiden tersebut bermula dari tas penumpang yang jatuh ke rel listrik.

Sekitar pukul 08:00 WIB, penumpang KRL Commuter Line jurusan Bogor menuju Jakarta yang sedang melintas di jalur dekat Stasiun Rawa Buntu melihat tas penumpang yang terjatuh ke rel listrik. Tas tersebut diduga berisi barang-barang elektronik yang dapat menyebabkan korsleting listrik saat tersentuh aliran listrik tegangan tinggi.

Ketika tas tersebut terjatuh, terjadi percikan listrik yang cukup intensif dan menghasilkan asap tebal. Asap tersebut segera menyebar dan menyebabkan panik di antara para penumpang yang berada di dalam kereta. Beberapa penumpang segera melaporkan kejadian ini kepada masinis dan petugas stasiun setempat.

Tanggap Darurat dan Evakuasi Penumpang

Setelah menerima laporan, masisis segera menghentikan perjalanan KRL dan melakukan komunikasi dengan Pusat Pengendalian Operasi (PPO) KCI di Jakarta. Petugas keamanan dan teknis dari KCI serta PT Kereta Api Indonesia (KAI) segera diturunkan ke lokasi untuk menangani situasi.

Kepala Humas KCI, Eva Chairunisa, mengatakan bahwa tim teknis segera melakukan pengecekan kondisi rel listrik dan sistem kelistirikan KRL yang terdampar. "Kita langsung melakukan pengecekan sistem dan memastikan tidak ada kerusakan serius pada KRL. Tim teknis juga membersihkan tas tersebut dari rel listrik untuk menghindari insiden lanjutan," jelas Eva dalam keterangannya.

Proses evakuasi penumpang pun dilakukan secara teratur dan aman. Petugas membantu penumpang untuk turun dari KRL yang terdampar dan mengantarkan mereka ke kereta pengganti yang disiapkan KCI. Evakuasi ini berlangsung selama sekitar 30 menit hingga seluruh penumpang berhasil dievakuasi.

Dampak pada Operasional Kereta

Insiden ini menyebabkan gangguan signifikan pada operasional kereta Commuter Line di lintasan Jakarta-Tangerang. KCI harus memutar arah perjalanan beberapa kereta dan mengalihkannya ke jalur lain. Selain itu, beberapa kereta juga mengalami keterlambatan karena harus menunggu proses pembersihan rel dan pengecekan sistem kelistirikan selesai.

"Kami mohon maaf kepada penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi. KCI telah menyiapkan kereta pengganti dan mempercepat proses evakuasi untuk meminimalkan dampak bagi para penumpang. Kami juga akan meningkatkan sosialisasi kepada penumpang agar lebih waspada dalam membawa barang bawaan," tambah Eva.

Untuk mengantisipasi insiden serupa di kemudian hari, KCI berencana meningkatkan patroli keamanan di sepanjang rel kereta terutama pada jam-jam sibuk. Selain itu, pihaknya juga akan memasang papan peringatan tambahan bagi penumpang agar tidak membawa barang-barang yang berbahaya atau dapat menyebabkan gangguan pada sistem listrik.

Reaksi Penumpang

Beberapa penumpang yang mengalami insiden ini mengaku panik saat melihat asap tebal yang muncul secara tiba-tiba. "Tiba-tiba ada asap tebal yang keluar dari bawah kereta. Beberapa penumpang langsung panik dan mencari jalan keluar. Tapi petugas segera membantu dan memberikan arahan," ujar salah satu penumpang yang hanya ingin disapa Budi.

Sementara itu, penumpang lain, Siti, mengaku mengapresiasi tanggap darurat yang ditunjukkan oleh petugas KCI. "Awalnya saya kena kepanikan, tapi setelah petugas datang dan membantu evakuasi dengan teratur, saya merasa lebih tenang. Saya juga menerima informasi jelas dari petugas mengenai situasi tersebut," tambahnya.

Pasca Insiden

Setelah seluruh penumpang berhasil dievakuasi dan KRL yang bermasalah ditarik ke bengkel untuk diperbaiki, operasional kereta di lintasan Jakarta-Tangerang secara bertahap kembali normal. KCI menyatakan bahwa seluruh kereta telah beroperasi kembali dengan jadwal yang telah disesuaikan.

Kepala Divisi Operasi KAI Commuter, Djarot Saiful Hidayat, menegaskan bahwa keamanan penumpang adalah prioritas utama. "Kami terus melakukan evaluasi terkait insiden ini untuk memastikan tidak ada hal serupa yang terulang kembali. Selain itu, kami juga akan meningkatkan koordinasi dengan pihak keamanan dan petugas di lapangan untuk menjaga kelancaran dan keamanan operasional kereta," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Santoso

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter