Update Kecelakaan KMP Virgo: 107 Penumpang Selamat, 6 Tewas dan 136 Masih Hilang
Kapal Motor (KMP) Virgo yang tenggelam di perairan Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan, pada Sabtu (25/3) malam, masih menyisakan misteri. Hingga Minggu (26/3) siang, operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan laut ini terus berlangsung. Dari total 249 orang yang tercatat naik di kapal, 107 orang telah berhasil diselamatkan, 6 orang ditemukan tewas, sementara 136 orang lainnya masih dalam status hilang.
Kapal penumpang rute Bakauheni-Serang ini dilaporkan tenggelam sekitar pukul 21.30 WIB saat berada di sekitar Pulau Sebesi. Menurut informasi yang diperoleh, KMP Virgo mengalami gangguan mesin sebelum akhirnya tenggelam. Cuaca buruk yang disertai hujan deras dan ombak tinggi diduga menjadi pemicu utama kecelakaan ini.
Evakuasi Korban Masih Terus Berlangsung
Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polri, dan nelayan setempat masih terus melakukan pencarian korban yang masih hilang. Hingga Minggu siang, tim SAR telah menurunkkan sejumlah kapal dan pesawat untuk memperluas area pencarian. Kondisi perairan di sekitar lokasi kejadian yang masih dipenuhi ombak tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi tim evakuasi.
Kepala Basarnas Lampung, Eko Budi Purwanto, mengatakan bahwa tim SAR masih berupaya maksimal untuk menemukan korban yang masih hilang. "Kami masih terus melakukan pencarian di sekitar lokasi tenggelamnya KMP Virgo. Area pencarian kami perluas hingga 10 mil dari titik tenggelam kapal," ujar Eko Budi Purwanto dalam keterangannya.
Kisah Para Korban yang Selamat
Beberapa penumpang yang berhasil diselamatkan menceritakan pengalaman menegang saat kapal mulai tenggelam. "Tiba-tiba kapal terasa miring dan air mulai masuk ke dalam kapal. Saya langsung mencari pelampung dan melompat ke laut," ujar salah satu korban yang selamat, Ahmad (45).
Sementara itu, korban lain, Siti Aminah (32), mengungkapkan kepanikan yang melanda saat kejadian. "Saya sedang duduk di dek bawah tiba-tiba ada perintah untuk evakuasi. Air sudah mulai naik cepat. Saya berlari ke dek atas dan melihat banyak orang yang sudah melompat ke laut," kisah Siti yang masih terlihat syok.
Kondisi Korang yang Selamat
Dari 107 korban yang diselamatkan, sebagian besar mengalami hipotermi dan luka ringan. Mereka sebagian besar telah dievakuasi ke RSUD Kotabumi dan RSUD Way Kanan untuk mendapatkan perawatan medis. Sejumlah korban juga masih diperiksa di posko pengungsian di Pelabuhan Bakauheni.
Dokter RSUD Kotabumi, dr. Hendra, mengatakan bahwa mayoritas korban yang datang ke rumah sakit mengalami hipotermi dan luka lecet. "Kondisi mereka secara umum stabil, tetapi kami tetap akan observasi lebih lanjut untuk memastikan tidak ada dampak jangka panjang dari kejadian ini," jelas dr. Hendra.
Respons Pemerintah dan Investigasi
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah turun langsung ke lokasi kejadian untuk memimpin koordinasi evakuasi. Pemerintah juga telah membentuk tim investigasi untuk meneliti penyebab kecelakaan yang menewaskan puluhan orang ini.
"Kami akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab kecelakaan. Kami juga akan memeriksa dokumentasi kapal, kelayakan kapal, dan kepatuan terhadap standar keselamatan pelayaran," jelas Menteri Budi Karya Sumadi.
Kondisi Kapal dan Korban Tewas
KMP Virgo merupakan kapal penumpang berjenis ferry dengan kapasitas 250 orang. Kapal ini dioperasikan oleh PT. Dharma Lautan Utama. Dari enam korban tewas yang telah ditemukan, jenazahnya telah dievakuasi ke RSUD Kotabumi untuk dilakukan autopsi.
Kepala Pelaksana Basarnas, Marsekal Muda (Purn) Muhammad Syaugi, mengatakan bahwa pencarian korban masih menjadi prioritas utama. "Kami masih fokus untuk menemukan korban yang masih hilang. Setiap detik sangat penting bagi kelangsungan hidup mereka," ujar Syaugi.
Kejadian ini menambah daftar kecelakaan laut yang merenggut korban jiwa di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah diimbau untuk lebih ketat mengawasi operasional kapal dan memastikan keselamatan penumpang menjadi prioritas utama.
Komentar (0)