17, 2026
Nasional

Infografis: 6 Pemimpin Dunia dengan Gaji Tertinggi

Wulan Simanjuntak
Wulan Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Infografis: 6 Pemimpin Dunia dengan Gaji Tertinggi

Di tengah kompleksitas tugas memimpin sebuah negara, gaji seorang pemimpin negara menjadi topik yang sering menarik perhatian publik. Meskipun tanggung jawab yang diemban begitu besar, besaran gaji para pemimpin dunia bervariasi secara signifikan. Berdasarkan data terkini, enam pemimpin negara ini termasuk yang menerima gaji tertinggi di dunia.

Pemimpin Singapura: Lee Hsien Loong

Pada posisi pertama, terdapat Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong. Gaji tahunannya mencapai SGD 1,6 juta (setara dengan USD 1,1 juta atau sekitar Rp16 miliar). Besaran gaji ini menjadikannya pemimpin dengan penghasilan tertinggi di dunia. Pemerintah Singapura menetapkan gaji pemimpinnya dengan mempertimbangkan gaji para eksekutif di sektor swasta dengan performa terbaik. Lee Hsien Loong telah menjabat sebagai Perdana Menteri sejak 2004 dan terus memimpin Singapura dengan kebijakan ekonomi yang stabil dan berkembang pesat.

Pemimpin Hong Kong: Carrie Lam

Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam menempati peringkat kedua dengan gaji tahunan sekitar HKD 5,2 juta (setara dengan USD 665.000 atau sekitar Rp9,5 miliar). Hong Kong, sebagai wilayah administratif khusus Tiongkok dengan sistem ekonomi pasar yang mapan, memberikan gaji yang kompetitif bagi pemimpinnya. Carrie Lam telah memimpin Hong Kong sejak 2017 dan menghadapi berbagai tantangan termasuk demonstrasi massa dan pandemi COVID-19.

Pemimpin Amerika Serikat: Joe Biden

Presiden Amerika Serikat Joe Biden menerima gaji tahunan sebesar USD 400.000 (setara dengan sekitar Rp5,7 miliar). Sebagai salah satu pemimpin negara adidaya di dunia, gaji Presiden AS relatif lebih rendah dibandingkan dengan beberapa pemimpin negara lain dalam daftar ini. Namun, besaran gaji ini tidak termasuk fasilitas dan tunjangan tambahan yang diterima selama masa jabatan. Biden menjabat sebagai presiden ke-46 AS sejak Januari 2021 setelah mengalahkan Donald Trump dalam pemilihan presiden tahun 2020.

Pemimpin Swiss: Guy Parmelin

Presiden Swiss Guy Parmelin menerima gaji tahunan sekitar CHF 485.000 (setara dengan USD 530.000 atau sekitar Rp7,5 miliar). Swiss dikenal dengan sistem politik yang unik, di mana kepala negara bukanlah presiden tunggal melainkan dewan tujuh anggota yang disebut Federal Council. Anggota dewan ini secara bergantian menjabat sebagai presiden selama satu tahun. Parmelin, yang juga menjabat sebagai Menteri Ekonomi, memimpin Swiss dengan fokus pada stabilitas ekonomi dan netralitas politik.

Pemimpin Jepang: Fumio Kishida

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menerima gaji tahunan sekitar ¥33,3 juta (setara dengan USD 300.000 atau sekitar Rp4,2 miliar). Jepang, sebagai salah satu ekonomi terbesar di dunia, memberikan gaji yang kompetitif bagi pemimpinnya meskipun tidak termasuk dalam kategori tertinggi. Kishida telah menjabat sebagai Perdana Menteri se Oktober 2021 dan mengalihkan fokus kebijakan ekonomi Jepang ke dalam negeri setelah masa pandemi COVID-19.

Pemimpin Kanada: Justin Trudeau

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menerima gaji tahunan sebesar CAD 365.100 (setara dengan USD 280.000 atau sekitar Rp4 miliar). Trudeau telah memimpin Kanada sejak 2015 dan dikenal dengan kebijakan liberalnya serta fokus pada isu-isu seperti iklim dan kesetaraan. Gajinya relatif lebih rendah dibandingkan dengan beberapa pemimpin negara lain dalam daftar ini, tetapi tetap mencerminkan standar hidup yang tinggi di Kanada.

Perbandingan gaji pemimpin negara ini menunjukkan bahwa besaran penghasilan tidak selalu sebanding dengan ukuran ekonomi suatu negara. Faktor-faktor seperti struktur politik, tradisi lokal, dan filosofi pemerintahan memainkan peran penting dalam menentukan gaji pemimpin negara. Beberapa negara memilih menetapkan gaji yang tinggi sebagai upaya menarik kandidat terbaik, sementara yang lain menempatkan simbolisme pelayanan di atas pertimbangan finansial.

Secara umum, meskipun gaji para pemimpin ini terdengar tinggi bagi masyarakat umum, besaran tersebut seringkali jauh lebih rendah dibandingkan dengan eksekutif perusahaan multinasional atau pemimpin di sektor swasta yang mengelola aset jutaan kali lebih besar. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana nilai pelayanan publik diukur dan dibandingkan dengan sektor swasta di era globalisasi saat ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Wulan Simanjuntak

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter