17, 2026
Teknologi

Heboh Antrean Panjang BBM di Makassar, Bahlil Ungkap Penyebabnya

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia angkat bicara mengenai antrean pembelian BBM di sejumlah SPBU di Makassar, Sulawesi Selatan.]]>

Taufik Syahputra
Taufik Syahputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Heboh Antrean Panjang BBM di Makassar, Bahlil Ungkap Penyebabnya

Heboh Antrean Panjang BBM di Makassar, Bahlil Ungkap Penyebabnya

Makassar digegerkan dengan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU akibat kelangkaan BBM beberapa waktu terakhir. Antrean yang mencapai beberapa kilometer ini menjadi sorotan masyarakat hingga menarik perhatian Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif. Dalam konferensi persnya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia memberikan penjelasan mengenai penyebab fenomena ini.

Penyebab Kelangkaan BBM

Bahlil mengungkapkan bahwa kelangkaan BBM di Makassar disebabkan oleh beberapa faktor. Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah adanya lonjakan permintaan yang tidak terduga. "Ada lonjakan permintaan yang tidak biasa, terutama untuk jenis BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Dex," ujar Bahlil saat ditemui usai mengunjungi sejumlah SPBU di Makassar, Rabu (15/3).

Selain itu, Bahlil menjelaskan bahwa masalah logistik juga turut memperparah situasi. "Kapasitas tangki di Makassar sedang dalam perbaikan, sehingga distribusi BBM menjadi terhambat," tambahnya. Ia menegaskan bahwa pihaknya sedang berupaya keras untuk menyelesaikan masalah ini dengan segera.

Langkah Darurat Pemerintah

Untuk mengatasi kelangkaan BBM, pemerintah telah segera melakukan sejumlah langkah darurat. Pertama, pihak Pertamina menambah frekuensi distribusi BBM ke Makassar. "Kita sudah meningkatkan frekuensi pengiriman BBM dari tiga kali menjadi lima kali dalam seminggu," kata Kepala Divisi Hulu dan Hilir Pertamina, Nicke Widyawati.

Kedua, pemerintah membuka akses impor BBM nonsubsidi guna memenuhi kebutuhan pasar. "Kita sudah membuka impor untuk menstabilkan pasokan terutama untuk BBM nonsubsidi," ujar Bahlil. Ia menambahkan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk memastikan proses impor berjalan lancar.

Respon Masyarakat dan Pihak Terkait

Fenomena antrean panjang BBM ini tentu menimbulkan berbagai respons dari masyarakat. Beberapa pengguna kendaraan mengaku kebingungan dan kesal karena harus mengantre berjam-jam hanya untuk mengisi BBM. "Saya sudah tiga kali datang ke SP tapi masih antre, padahal harus ke luar kota besok," ujar Ahmad, seorang warga Makassar yang terjebak antrean.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Andi Fachrul Razi, mengatakan pihaknya telah memasang rambu-rambu untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar SPBU yang ramai. "Kita juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan menggunakan BBM secara bijak," katanya.

Prospek Pemecahan Masalah

Mengenai prospek pemecahan masalah, Bahlil mengungkapkan optimisme bahwa situasi akan segera normal dalam waktu dekat. "Dalam tiga hari ke depan, kita yakin masalah ini akan terselesaikan," tegasnya. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM di Makassar untuk mencegah terulangnya hal serupa di masa depan.

Pertamina juga memastikan bahwa stok BBM di Makassar mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. "Stok BBM di Makassar aman, hanya masalah distribusi yang sedang kita atasi," jelas Nicke Widyawati. Ia menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi masyarakat untuk panik mengantisipasi kelangkaan BBM.

Implikasi Terhadap Kebijakan Energi

Insiden ini menimbulkan pertanyaan mengenai kebijakan energi jangka panjang di Indonesia. Bahlil menyatakan bahwa pemerintah akan mengevaluasi kembali sistem distribusi BBM di seluruh Indonesia. "Kita akan memperkuat infrastruktur dan logistik untuk mencegah terjadinya kelangkaan di daerah lain," ujarnya.

Di sisi lain, para ahli energi menyoroti pentingnya diversifikasi energi dalam mengurangi ketergantungan pada BBM. "Kita perlu mendorong penggunaan energi alternatif seperti listrik dan kendaraan hybrid untuk mengurangi beban BBM," kata Dr. Surya Darma, seorang ahli energi dari Universitas Indonesia.

Dengan berbagai langkah yang sedang diambil, pemerintah berharap situasi di Makassar dapat segera k normal dan tidak menimbulkan dampak lebih luas terhadap perekonomian daerah. Monitoring terus dilakukan untuk memastikan pasokan BBM stabil dan harga tidak mengalami lonjakkan yang drastis.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Taufik Syahputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter