Personel dan fasilitas pemadam kebakaran (damkar) di Maluku Utara dinilai masih perlu diperkuat di tengah meningkatnya ancaman kebakaran yang melanda sejumlah daerah di provinsi itu. Keterbatasan armada, minimnya jaringan hidran, serta sulitnya pasokan air menjadi tantangan utama yang kerap memperlambat proses pemadaman.
Keterbatasan Armada dan Pasokan Air
Sejumlah kabupaten dan kota di Maluku Utara diketahui hanya memiliki satu hingga dua unit mobil pemadam yang sebagian berusia tua. Kondisi tersebut membuat petugas kesulitan menjangkau lokasi kebakaran secara cepat, terutama ketika terjadi kebakaran di permukiman padat penduduk. Di beberapa wilayah, mobil pemadam juga terkendala medan jalan yang sempit dan berkelok sehingga waktu tempuh menuju titik api menjadi lebih lama.
Selain armada, ketersediaan air menjadi persoalan yang tidak kalah pelik. Tidak semua kecamatan memiliki hidran umum yang memadai, sehingga petugas terpaksa mengambil air dari sungai atau tangki swasta. Pada musim kemarau, debit air menurun sementara kebakaran justru lebih mudah terjadi, memperparah situasi di lapangan.
Keterbatasan fasilitas juga berdampak pada kemampuan petugas menangani kebakaran di lokasi yang jauh dari pusat kota. Jarak tempuh yang mencapai puluhan kilometer membuat api kerap membesar sebelum armada tiba di lokasi kejadian. Sepanjang tahun terakhir, sejumlah kebakaran dilaporkan menghanguskan rumah warga, kios pasar, hingga lahan di beberapa kabupaten. Kerugian materiil yang ditimbulkan tidak sedikit, dan dalam beberapa kasus korban jiwa nyaris tidak dapat dihindari karena api menyebar cepat sebelum bantuan tiba.
Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota diharapkan meningkatkan alokasi anggaran untuk pengadaan armada baru, peremajaan peralatan, serta pembangunan hidran di titik-titik rawan. Penguatan kapasitas personel melalui pelatihan rutin juga dinilai penting agar petugas mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi kebakaran.
Di sisi lain, kesadaran masyarakat untuk mencegah kebakaran masih perlu ditingkatkan. Pemasangan instalasi listrik yang aman, tidak membakar sampah sembarangan, serta menyediakan alat pemadam api ringan di rumah dan tempat usaha menjadi langkah sederhana yang dapat menekan risiko kebakaran. Perkuatan fasilitas damkar bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan bagian dari perlindungan terhadap warga dan aset daerah. Dengan sinergi antara pemerintah, petugas, dan masyarakat, ancaman kebakaran di Maluku Utara diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin.
Komentar (0)