24, 2026 ID
Ekonomi

Kemenko Perekonomian Perkuat Sinergi Ekonomi Pusat dan Daerah

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) menegaskan komitmennya dalam mengoordinasikan kebijakan ekonomi nasional agar berdampak merata hingga ke tingkat daerah. Sebagai penggerak utama sinergi antarkementerian dan

Kemenko Perekonomian Perkuat Sinergi Ekonomi Pusat dan Daerah

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) menegaskan komitmennya dalam mengoordinasikan kebijakan ekonomi nasional agar berdampak merata hingga ke tingkat daerah. Sebagai penggerak utama sinergi antarkementerian dan lembaga, kementerian ini menjadi jembatan penting antara kebijakan makro pemerintah pusat dengan kebutuhan riil ekonomi regional, mulai dari kawasan industri di Jawa hingga pusat pertumbuhan baru di luar Pulau Jawa.

Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Daerah

Dalam perspektif ekonomi regional, salah satu peran strategis Kemenko Perekonomian adalah mengoordinasikan pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP-TPID). Melalui forum ini, pemerintah daerah didorong menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, terutama menjelang hari besar keagamaan dan musim panen. Langkah tersebut dinilai penting mengingat disparitas harga antardaerah kerap menjadi sumber tekanan inflasi yang berujung pada penurunan daya beli masyarakat.

Selain itu, kebijakan hilirisasi dan industrialisasi yang dikoordinasikan kementerian ini mulai dirasakan manfaatnya oleh sejumlah daerah penghasil bahan baku. Kawasan seperti Sumatra dan Kalimantan diharapkan menikmati nilai tambah dari pengolahan komoditas di dalam negeri, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan pendapatan asli daerah. Pemerataan pembangunan infrastruktur konektivitas pun terus digenjot agar rantai distribusi antarwilayah semakin efisien dan biaya logistik menurun.

Kemenko Perekonomian juga berperan dalam mengawal program ketahanan pangan nasional, termasuk pengembangan lumbung pangan atau food estate di sejumlah provinsi. Sinergi dengan kementerian teknis dan pemerintah daerah menjadi kunci agar program tersebut berjalan sesuai target tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem dan kesejahteraan petani lokal. Dengan begitu, produksi pangan nasional diharapkan mampu menekan ketergantungan impor sekaligus memperkuat ekonomi pedesaan.

Dari sisi kebijakan fiskal dan moneter, koordinasi erat dilakukan bersama Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas makroekonomi. Stabilitas ini menjadi fondasi iklim investasi yang sehat, sehingga modal asing dan domestik tertarik masuk ke berbagai daerah, termasuk kawasan ekonomi khusus di Indonesia Timur. Pemerintah optimistis kolaborasi lintas wilayah ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Ke depan, Kemenko Perekonomian menargetkan seluruh program prioritas nasional berjalan selaras dengan rencana pembangunan daerah. Dengan penguatan koordinasi, kesenjangan ekonomi antarwilayah diharapkan terus menyempit, mendukung target Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi, serta memastikan seluruh rakyat merasakan hasil pembangunan secara adil.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS admin

Komentar (0)

User

Paling Dibaca

24 jam

Newsletter

Tag