17, 2026
Teknologi

Emisi Karhutla Indonesia Tertinggi di Dunia, Lampaui Rusia

Emisi karhutla Indonesia mencapai 19,7 juta ton pada 1-7 September 2026, tertinggi di dunia dan melampaui Rusia menurut data Copernicus.]]>

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Emisi Karhutla Indonesia Tertinggi di Dunia, Lampaui Rusia

Emisi Karhutla Indonesia Tertinggi di Dunia, Lampaui Rusia

Indonesia kini menempati posisi sebagai negara dengan emisi karhutla (kebakaran hutan dan lahan) tertinggi di dunia, bahkan melampaui Rusia yang sebelumnya menjadi kontributor terbesar emisi gas rumah kaca dari kebakaran hutan. Temuan ini mengungkap tingkat keparahan krisis lingkungan yang terjadi di Tanah Air, terutama pada musim kemarau yang terus memburuk akibat perubahan iklim.

Data yang diperoleh dari Global Forest Watch (GFW) menunjukkan bahwa emisi karhutla di Indonesia pada tahun ini telah mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Total emisi karhutla Indonesia sejak Januari hingga Oktober 2023 telah melampaui 1,6 miliar ton CO2 setara, jauh di atas kontribusi negara lain termasuk Amerika Serikat dan Brasil yang juga dikenal sebagai negara dengan luasan hutan tropis yang besar.

Faktor Penyebab Utama Kenaikan Emisi

Kenaikan drastis emisi karhutla di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor saling terkait. Salah satu faktor utama adalah perluasan lahan perkebunan kelapa sawit dan pertanian yang seringkali dilakukan dengan cara pembakaran lahan. Praktik ini meskipun secara teknis dilarang, masih sering dilakukan oleh sebagian pelaku usaha karena dianggap lebih efektif dan murah dalam membersihkan lahan.

Di samping itu, kondisi iklim yang semakin ekstrem juga berperan besar. Musim kemarau yang lebih panjang dan intensitas suhu yang lebih tinggi membuat vegetasi di lahan kering menjadi sangat mudah terbakar. Kekeringan yang disertai angin kering menciptakan kondisi ideal terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang sulit dikendalikan.

Pelacakan titik api menunjukkan bahwa provinsi-provinsi di Sumatera dan Kalimantan menjadi daerah dengan konsentrasi titik api terbanyak. Riau, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur menjadi provinsi dengan kontribusi emisi terbesar. Kondisi ini seringkali disertai kabut asap yang meluas, mengganggu aktivitas penerbangan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

Dampak Lingkungan dan Kesehatan

Emisi karhutla yang tinggi tidak hanya berdampak pada perubahan iklim global tetapi juga memberikan konsekuensi serius bagi lingkungan lokal dan kesehatan masyarakat. Partikulat halus (PM2.5) yang dihasilkan dari asap kebakaran dapat menembus sistem pernapasan manusia dan menyebabkan berbagai penyakit gangguan pernapasan, iritasi mata, bahkan masalah kardiovaskular pada kelompok rentan.

Dari perspektek lingkungan, kebakaran hutan dan lahan menghancurkan ekosistem yang berharga. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia, dan kebakaran hutan mengancam habitat berbagai spesies endemik termasuk orangutan, harimau sumatera, dan gajah sumatera. Selain itu, kebakaran juga menghancurkan lapisan tanah yang penting untuk menjaga kualitas air dan mencegah banjir.

Upaya Pemerintah dan Tantangan

Pemerintah Indonesia telah berupaya berbagai cara untuk mengatasi masalah karhutla, mulai dari pencegahan hingga penanggulangan. Satu upaya signifikan adalah implementasi kebijakan zero burning (tanpa pembakaran) dalam perizinan perkebunan. Selain itu, pemerintah juga melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meningkatkan sistem pemantauan dan early warning terkait potensi kebakaran.

Namun, tantangan dalam penanggulangan karhutla tetap sangat besar. Koordinasi antar kementerian dan instansi pemerintah seringkali belum optimal. Di lapangan, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan masih dianggap lemah dan belum memberikan efek jera. Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia dan teknologi dalam pemantauan dan penanganan kebakaran juga menjadi hambatan.

Peran Internasional dan Solusi Jangka Panjang

Karena dampak karhutla tidak hanya terbatas di dalam negeri, Indonesia telah menerima dukungan internasional dalam penanganan masalah ini. Beberapa negara dan organisasi internasional telah membantu melalui transfer teknologi, pelatihan, dan dukungan finansial untuk pencegahan dan penanganan kebakaran hutan.

Untuk solusi jangka panjang, para ahli menekankan perlunya transformasi dalam sektor perkebunan dan pertanian. Pengembangan teknologi yang ramah lingkungan untuk membersihkan lahan, peningkatan kesadaran pelaku usaha, dan pemberdayaan masyarakat lokal dalam menjaga hutan menjadi solusi yang krusial. Selain itu, perlu juga ada kebijakan yang lebih ketat dalam pengelolaan lahan dan hutan serta penegakan hukum yang konsisten.

Krisis karhutla yang terjadi di Indonesia bukan lagi masalah lokal tet menjadi isu global yang memerlukan solusi komprehensif. Dengan emisi karhutla tertinggi di dunia, Indonesia dihadapkan pada tekanan internasional untuk segera mengambil tindakan nyata. Tanpa langkah-langkah drastis dan berkelanjutan, kebakaran hutan dan lahan akan terus mengancam keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di Indonesia maupun dunia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter