17, 2026
Teknologi

Gunung Semeru Erupsi Lagi, Disertai Suara Dentuman

Gunung Semeru erupsi pada 22.18 WIB, disertai suara dentuman. Aktivitas vulkanik saat ini dalam status Siaga.]]>

Fajar Hidayat
Fajar Hidayat Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gunung Semeru Erupsi Lagi, Disertai Suara Dentuman

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Sertai Suara Dentuman yang Menggemparkan

Gunung Semeru, gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, kembali mengalami erupsi pada Rabu (15/11) pagi. Erupsi ini disertai dengan suara dentuman yang cukup keras dan kolom abu setinggi 1.500 meter dari puncak kawah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera meminta warga di sekitar lereng gunung untuk tetap waspada.

Erupsi Gunung Semeru terjadi sekitar pukul 09.15 WIB dengan amplitudo gempa vulkanik mencapai 22 mm dan durasi 53 detik. Menurut data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi ini berlangsung dengan tipe erupsi freatic yang disertai dengan lontaran material vulkanis hingga jarak 500 meter dari puncak.

Kondisi Terkini dan Status Gunung

Saat ini status Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga). PVMBG mengimbau masyarakat yang berada di sekitar kawasan gunung untuk tidak melakukan aktivitas di dalam zona bahaya radius 4 kilometer dari puncak. Selain itu, juga diimbag untuk menghindari aktivitas di sepanjang alur sungai yang berhulu di gunung tersebut.

"Kami meminta warga untuk tidak terpancing oleh isu yang tidak jelas. Ikuti saja anjuran dari pemerintah daerah dan PVMBG," ujar Kepala PVMBG, Kasbani, dalam siaran persnya.

Dampak Erupsi Terhadap Aktivitas Sehari-hari

Erupsi yang terjadi pada Rabu pagi ini telah mengakibatkan hujan abu yang cukup intens di beberapa wilayah di Kabupaten Lumajang dan Malang. Warga di sekitar kawasan terdampak melaporkan bahwa abu vulkanis menutupi halaman rumah, jalan, dan kendaraan.

"Saat erupsi terjadi, suara dentuman sangat keras dan terasa getaran di rumah saya. Segera setelah itu, hujan abu mulai turun," ujar Slamet, warga Desa Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Pemerintah daerah setempat telah mempersiapkan sejumlah posko pengungsian di beberapa titik strategis jika diperlukan. Pemerintah juga telah menyiapkan masker untuk warga di sekitar kawasan terdampak.

Upaya Penanggulangan dan Evakuasi

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan tim darurat untuk mengantisipasi dampak dari erupsi Gunung Semeru. Tim terdiri dari personel BPBD, TNI, Polri, dan relawan siaga bencana.

"Kami sudah siapkan semuanya. Mulai dari posko, logistik, hingga tenaga medis. Jika ada warga yang perlu dievakuasi, kami akan segera lakukan," jelas Thoriqul.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Ia juga meminta seluruh OPD di provinsi untuk siap membantu penanganan bencana ini.

Riwayah Erupsi Gunung Semeru

Gunung Semeru memiliki sejarah erupsi yang cukup aktif. Erupsi terbesar dalam sejarah modern terjadi pada Desember 2020 yang mengakibatkan longsoran lahar dingin dan banjir bandang di Desa Supiturang, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Peristiwa itu menewaskan sejumlah warga dan mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang signifikan.

Gunung Semeru erupsi lagi pada Juni 2022 dengan kolom abu setinggi 2.500 meter. Erupsi kali ini tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi menyebabkan hujan abu yang cukup intens di sekitar kawasan lereng gunung.

Pesan dari PVMBG

PVMBG mengingatkan bahwa aktivitas Gunung Semeru cenderung meningkat dan dapat sewaktu-waktu terjadi erupsi dengan intensitas lebih besar. Pihaknya meminta masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi resmi dari PVMBG dan pemerintah daerah.

Warga yang tinggal di sekitar kawasan Gunung Semeru diminta untuk selalu siap menghadapi bencana, antara lain dengan menyiapkan persediaan makanan minum, obat-obatan, dan masker. Selain itu, juga disarankan untuk mempersiapkan rute evakuasi jika sewaktu-waktu diperlukan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Fajar Hidayat

Penulis berita kesehatan nasional dan kebijakan layanan medis.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter