17, 2026
Teknologi

Dentuman Anak Krakatau Bisa Terdengar sampai Bandung, Kok Bisa?

Dentuman di Bandung diduga terkait erupsi Anak Krakatau. PVMBG menjelaskan bagaimana suara letusan bisa merambat hingga ratusan kilometer.]]>

Nadia Santoso
Nadia Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Dentuman Anak Krakatau Bisa Terdengar sampai Bandung, Kok Bisa?

Dentuman Anak Krakatau Bisa Terdengar sampai Bandung, Kok Bisa?

Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya yang cukup signifikan beberapa waktu terakhir. Salah satu fenomena yang menarik perhatian adalah suara dentuman yang dihasilkan gunung berapi ini ternyata dapat terdengar hingga di wilayah Bandung, Jawa Barat. Fenomena ini memicu rasa penasaran banyak orang, mengapa suara dari gunung berapi yang berlokasi di Selat Sunda tersebut dapat menembus jarak sejauh itu.

Menurut para ahli vulkanologi, fenomena ini bukanlah hal yang aneh bagi gunung berapi yang sedang dalam tahap aktivitas. Suara dentuman yang dihasilkan Anak Krakatau disebabkan oleh tekanan gas yang sangat tinggi di dalam kawah. Saat magma naik ke permukaan, gas-gas volatil seperti uap air, karbon dioksida, dan belerang terperangkap di dalamnya. Ketika tekanan gas ini melebihi batas yang dapat ditahan oleh magma, ledakan terjadi dan menghasilkan suara dentuman yang keras.

Mekanisme Penyebaran Suara Dentuman

Ada beberapa faktor yang memungkinkan suara dentuman Anak Krakatau dapat terdengar hingga ke Bandung. Pertama, kekuatan ledakan itu sendiri. Menurut data yang dikumpulkan oleh Badan Geologi, volume gas yang terperangkap di dalam kawah Anak Krakatau sangat besar, sehingga ket dilepaskan, energi yang dihasilkan sangat signifikan.

Kedua, kondisi atmosfer saat itu juga memainkan peran penting. Ketika udara di lapisan atmosfer lebih stabil, suara dapat menyebar dengan lebih jauh tanpa banyak diserap atau terhambat. Fenomena ini dikenal sebagai kondisi atmosfer yang "bersih" untuk transmisi suara. Pada kondisi seperti ini, gelombang suara dapat menempuh jarak yang lebih jauh bahkan menembusi beberapa hambatan.

Ketiga, topografi wilayah juga memengaruhi penyebaran suara. Meskipun Bandung relatif jauh dari lokasi Anak Krakatau, kondisi geografis Jawa Barat yang memiliki beberapa dataran tinggi dan lembah dapat berfungsi seperti saluran suara, memungkinkan gelombang suara untuk terfokus dan menempuh jarak lebih jauh.

Perbandingan dengan Letusan Krakatau 1883

Para ahli juga menyoroti bahwa meskipun aktivitas Anak Krakatau saat ini cukup signifikan, jauh dari kekuatan letusan Krakatau pada tahun 1883 yang menghancurkan sebagian besar pulau dan terdengar hingga ke pulau Rodrigues di seberang Samudra Hindia, sejauh 4.653 kilometer.

"Letusan Krakatau 1883 adalah salah satu letusan terkuat dalam sejarah manusia. Kekuatannya setara dengan 200 megaton TNT, atau sekitar 13.000 kali lebih kuat dari bom atom di Hiroshima," jelas seorang ahli vulkanologi dari Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Geologi (PVMBG).

Letusan tersebut menghasilkan suara yang sangat keras dan mampu menembus atmosfer bumi hingga ke lapisan ionosfer. Suara dentuman tersebut tercatat sebagai salah satu suara terbesar yang pernah didengar manusia, bahkan mampu merusak gendang telinga orang yang berada di pulau Sumatra, sekitar 160 kilometer dari lokasi letusan.

Dampak dan Mitigasi

Untuk saat ini, aktivitas Anak Krakatau masih dalam pengawasan ketat PVMBG. Pihak berwenang telah menetapkan zona bahaya di sekitar pulau dan mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Selat Sunda untuk tetap waspada.

"Meskipun suara dentuman dapat terdengar jauh, itu tidak berarti bahaya langsung. Yang perlu diwaspadai adalah abu vulkanik dan tsunami potensial yang dapat disebabkan oleh kolaps bagian gunung ke dalam laut," kata Kepala PVMBG dalam keterangan resminya.

Masyarakat di sekitar wilayah Selat Suda diminta untuk selalu memantau informasi resmi dari PVMBG dan pemerintah daerah. Selain itu, persiapan mitigasi bencana seperti persediaan masker untuk abu vulkanik, persediaan makanan dan air minum, serta rencana evakuasi harus selalu siaga.

Fenomena suara dentuman Anak Krakatau yang terdengar hingga Bandum merupakan pengingat bahwa alam memiliki kekuatan yang tak dapat diremehkan. Meski terdengar mengkhawatirkan, dengan pemahaman yang baik dan persiapan yang matang, dampak dari aktivitas gunung berapi ini dapat dikendalangi dengan lebih baik.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Santoso

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter