18, 2026
Nasional

Daftar 10 Jurusan Kuliah Paling Disesali Mahasiswa Setelah Lulus

Survei ZipRecruiter mengungkap jurusan kuliah yang paling disesali lulusannya, termasuk jurnalisme dan sosiologi, terkait gaji dan karier setelah lulus.]]>

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Daftar 10 Jurusan Kuliah Paling Disesali Mahasiswa Setelah Lulus

10 Jurusan Kuliah yang Paling Banyak Menyisakan Penyesalan di Dunia Kerja

Pemilihan jurusan kuliah merupakan salah satu keputusan penting yang akan mempengaruhi masa depan seseorang. Banyak mahasiswa memilih jurusan berdasarkan minat, passion, atau bahkan tekanan dari orang tua. Namun, setelah lulus dan terjun ke dunia kerja, tidak sedikit dari mereka yang menyadari bahwa jurusan yang mereka pilih ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi atau kondisi pasar kerja yang aktual.

1. Sastra Indonesia

Meskipun menjadi impian bagi mereka yang memiliki passion besar pada sastra dan bahasa, lulusan Sastra Indonesia seringkali menghadapi tantangan dalam menemukan pekerjaan yang sesuai. Banyak yang akhirnya bekerja di luar bidang keahliannya atau memilih melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi untuk mendapatkan gelar magister atau doktor agar peluang kerjanya lebih terbuka.

2. Filsafat

Pengetahuan filosofis yang dimiliki lulusan jurusan ini cenderung abstrak dan sulit diterapkan secara langsung di dunia kerja. Meskipun memiliki kemampuan analisis yang tajam, banyak lulusan Filsafat yang merasa kesulitan menemukan posisi kerja yang spesifik dan membutuhkan keahlian filosofis.

3. Seni Rupa/Musik

Industri kreatif memang menjanjikan, namun persaingannya sangat ketat dan pendapatannya tidak selalu stabil. Banyak lulusan Seni Rupa atau Musik yang mengalami kesulitan mencari nafkah dari keahliannya dan seringkali harus mencari pekerjaan sampingan atau menjadi freelancer dengan pendapatan yang tidak menentu.

4. Antropologi

Studi tentang manusia dan budaya memberikan wawasan yang luas, namun aplikasinya di dunia kerja terbatas. Lulusan Antropologi seringkali kesulitan menemukan pekerjaan langsung setelah lulus dan membutuhkan upaya ekstra untuk memposisikan diri di berbagai bidang seperti riset, sumber daya manusia, atau konsultasi.

5. Sejarah

Sejarah menawarkan pemahaman mendalam tentang masa lalu, namun kurang memberikan keterampilan yang secara langsung dihargai di pasar kerja modern. Banyak lulusan Sejarah yang beralih profesi ke bidang lain atau memilih untuk menjadi guru di sekolah sebagai alternatif karir yang paling umum.

6. Ilmu Komunikasi (tanpa spesialisasi tertentu)

Secara umum, Ilmu Komunikasi memberikan dasar yang luas, namun tanpa spesialisasi yang jelas, lulusannya sulit bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif. Banyak yang merasa perlu menambahkan keahlian spesifik seperti digital marketing, public relations, atau jurnalistik untuk meningkatkan daya saing mereka.

7. Psikologi (S1)

Walaupun minat terhadap psikologi tinggi, pasar kerja untuk lulusan S1 Psikologi terbatas. Banyak posisi di bidang psikologi membutuhkan gelar magister atau doktor. Lulusan S1 seringkali menempati posisi yang tidak langsung berhubungan dengan psikologi atau menjadi tenaga administratif di perusahaan.

8. Pertanian

Industri pertanian di banyak negara seringkali dianggap kurang menarik bagi generasi muda. Lulusan Pertanian menghadapi tantangan dalam menemukan pekerjaan yang sesuai dengan gelar mereka, kecuali jika mereka memiliki akses ke lahan atau keluarga yang sudah terjun di bidang pertanian.

9. Sosiologi

Sama seperti Antropologi, Sosiologi memberikan pemahaman yang luas tentang masyarakat namun kurang memberikan keterampilan teknis yang spesifik. Lulusan Sosiologi seringkali kesulitan memposisikan diri di pasar kerja dan membutuhkan kombinasi keahlian lain untuk bersaing.

10. Ilmu Politik

Walaupun menarik bagi mereka yang tertarik dengan tata kelola dan kebijakan publik, lapangan kerja untuk lulusan Ilmu Politik tidak selalu sesuai dengan jumlahnya. Banyak yang akhirnya bekerja di sektor swasta yang tidak langsung berhubungan dengan politik atau memilih untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Penyesalan ini tidak berarti jurusan-jurusan tersebut tidak bernilai. Sebaliknya, ini menjadi pelajaran penting bahwa pemilihan jurusan perlu mempertimbangkan tidak hanya minat personal tetapi juga ketersediaan peluang kerja di masa depan. Mahasiswa disarankan untuk melakukan riset mendalam mengenai prospek karir setiap jurusan sebelum membuat keputusan, dan mempertimbangkan untuk mengambil program magister atau sertifikasi tambahan untuk meningkatkan daya saing di pasar kerja yang semakin kompetitif.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter