Pencarian Rombongan Jurnalis di Hutan Papua Dihentikan Sementara
Pemerintah Provinsi Papua telah menghentikan sementara operasi pencarian rombongan jurnalis yang hilang di kawasan hutan pegunungan sejak seminggu terakhir. Keputusan ini diambil setelah tim SAR mengalami kesulitan dalam menemukan jejak korban akibat cuaca buruk dan medan yang sulit.
Sebanyak enam orang jurnalis dari berbagai media massa diketahui sedang meliput kegiatan di wilayah pegunungan Papua sejak 10 Mei lalu. Mereka meliput program pemerintah terkait pembangunan infrastruktur di daerah terpencil. Namun, sejak dua hari terakhir, komunikasi dengan rombongan terputus tanpa alasan yang jelas.
Kondisi Terkini Pencarian
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Papua, Yohanes Agustinus, mengatakan bahwa operasi pencarian yang telah berlangsung selama lima hari ini mengalami beberapa kendala. "Cuaca yang tidak menentu di kawasan tersebut membuat sulitnya tim untuk melakukan pencarian secara maksimal. Selain itu, medaan yang berbukit dan lebatnya hutan tropis menjadi tantangan tersendiri," ujarnya dalam konferensi pers di Jayapura, Kamis (17/5).
Tim SAR yang terdiri dari 30 personel dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan telah membagi area pencarian menjadi tiga zona. Namun hingga kini belum ditemukan jejak nyata dari rombongan jurnalis tersebut. Hanya beberapa barang pribadi seperti tas ransel dan peralatan foto yang ditemukan di pinggir sungai sekitar 5 kilometer dari pos terakhir yang diketahui.
Kronologi Peristiwa
Rombongan jurnalis terdiri dari tiga pria dan tiga wanita tersebut melapor ke kantor koordinator lapangan di Distrik Sugapa pada 10 Mei. Mereka berencana meliput pembangunan jalan lintas selatan yang sedang berlangsung di kawasan tersebut. Rencananya, mereka akan kembali pada 12 Mei setelah selesai meliput.
Status Korban dan Kondisi Medan
Komentar (0)