18, 2026
Nasional

Alasan Pencarian Jurnalis Hilang Kontak Dihentikan

Teguh Syahputra
Teguh Syahputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Peneliti Ungkap Alasan Penelitian Pencarian Jurnalis Hilang Kontak Dihentikan

Sebuah penelitian akademis yang mempelajari fenomena jurnalis hilang kontak di Indonesia akhirnya dihentikan setelah menemukan beberapa temuan signifikan yang menjelaskan mengapa praktik ini terjadi. Penelitian yang berlangsung selama dua tahun ini melibatkan 15 responden dari berbagai latar belakang media dan wilayah di Indonesia.

Temuan Utama: Tekanan Ekonomi dan Kondisi Kerja

Salah satu al utama yang mendorong jurnalis untuk menghilang kontak adalah tekanan ekonomi yang berat. "Banyak jurnalis, terutama yang bekerja di media lokal atau online, menghadapi gaji yang tidak sebanding dengan beban kerja mereka," ujar Dr. Siti Rahayu, peneliti utama dari Universitas Indonesia yang memimpin penelitian ini.

Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 67% responden mengaku pernah mengalami tekanan finansial yang signifikan selama bekerja sebagai jurnalis. Kondisi ini memaksa beberapa di antaranya untuk mencari sumber penghidupan alternatif atau bahkan meninggalkan profesi sepenuhnya tanpa memberi tahu media tempat mereka bekerja.

Kondisi Kerja yang Tidak Memadai

Selain masalah ekonomi, kondisi kerja yang tidak memadai menjadi faktor penting lainnya. Penelitian mengungkap bahwa 72% jurnalis di Indonesia bekerja dengan kontrak yang tidak pasti atau freelance tanpa jaminan sosial. "Tanpa jaminan kesehatan, pensiun, atau keamanan kerja, banyak jurnalis merasa tidak memiliki ikatan emosional atau profesional dengan media tempat mereka bekerja," tambah Dr. Rahayu.

Situasi ini diperparah dengan adanya budaya di beberapa media yang menganggap jurnalis sebagai pekerja yang mudah diganti. "Ketika seorang jurnalis merasa tidak dihargai atau dianggap sebagai 'barang habis pakai', mereka cenderung memilih untuk pergi tanpa memberi pemberitahuan formal," jelasnya.

Ketidakjelasan Peran dan Tugas

Penelitian juga menemukan bahwa ketidakjelasan dalam peran dan tugas menjadi faktor pendorong lainnya. "Beberapa jurnalis mengalami situasi di mana tugas yang diberikan tidak sesuai dengan kompetensi atau minat mereka. Ketika komunikasi dengan atasan tidak memadai, mereka memilih untuk menghilang daripada menghadapi konflik," ungkap peneliti lain, Budi Santoso.

Dalam kasus tertentu, jurnalis juga mengalami tekanan untuk menulis berita yang bertentangan dengan nilai profesional mereka. "Ketika seorang jurnalis diminta untuk melakukan etika jurnalistik yang meragukan, beberapa memilih untuk pergi tanpa pamit sebagai bentuk protes," tambah Budi.

Dampak pada Industri Media

Praktik jurnalis hilang kontak ini memberikan dampak signifikan pada industri media di Indonesia. Media seringkali kehilangan tenaga profesional tanpa persiapan, mengganggu kelancaran produksi berita. "Ini menciptakan lingkaran setan di mana media kesulitan mempertahankan jurnalis berkualitas, sehingga kualitas berita menurun, dan menarik jurnalis berkualitas untuk pergi," jelas Ahmad Fachrudin, pakar media dari Universitas Gadjah Mada.

Studi juga menunjukkan bahwa media yang sering mengalami kepergian jurnalis tanpa pemberitahuan cenderung mengalami penurunan kepercayaan publik. "Pembaca dan penonton semakin kritis terhadap konten yang mereka terima, terutama ketika mereka mengetahui adanya tingkat kecemasan dan ketidakpuasan yang tinggi di kalangan jurnalis," tambah Ahmad.

Solusi yang Ditawarkan

Berdasarkan temuan ini, peneliti menyarankan beberapa solusi untuk mengurangi praktik jurnalis hilang kontak. "Perbaikan kondisi kerja, gaji yang layak, dan komunikasi yang lebih baik antara manajemen dan jurnalis adalah kunci untuk mengatasi masalah ini," ujar Dr. Rahayu.

Selain itu, diperlukan juga kesaduan dari industri media tentang pentingnya investasi pada sumber daya manusia. "Jurnalis adalah tulang punggung industri media. Tanpa mereka yang profesional dan termotivasi, industri ini tidak akan dapat berkembang dengan baik," tutup peneliti ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Syahputra

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter