PANGKALPINANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Tengah mencatat sebanyak 13 desa di wilayahnya mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Kondisi tersebut berdampak langsung pada ketersediaan air bersih bagi warga, terutama di kawasan yang selama ini mengandalkan sumur dangkal dan sumber air permukaan yang kini mulai mengering.
Kepala Pelaksana BPBD Bangka Tengah menyebutkan, ke-13 desa itu tersebar di sejumlah kecamatan dan sebagian besar berada di kawasan pesisir serta daerah yang jauh dari jaringan perpipaan air bersih. Akibatnya, ratusan keluarga di wilayah terdampak kesulitan memenuhi kebutuhan air minum dan kebutuhan domestik sehari-hari. Data tersebut diperbarui melalui pendampingan aparat desa dan pemantauan langsung petugas di lapangan yang dilakukan secara berkala selama puncak musim kemarau.
Distribusi Air Bersih Terus Diintensifkan
Menghadapi kondisi itu, BPBD bersama pemerintah kecamatan, TNI, Polri, serta Palang Merah Indonesia mengintensifkan distribusi air bersih ke desa-desa terdampak. Armada tangki air dikerahkan secara terjadwal ke titik-titik penampungan yang telah disepakati dengan kepala desa dan tokoh masyarakat setempat. Penyaluran dilakukan setiap hari mengingat kebutuhan warga yang terus meningkat seiring panjangnya musim kemarau.
BPBD juga menyiagakan posko pengaduan di tingkat kecamatan agar warga dapat melaporkan kesulitan air bersih secara cepat. Petugas kemudian memverifikasi laporan tersebut sebelum armada diterjunkan, sehingga penyaluran bantuan tepat sasaran. Selain distribusi air, pemerintah daerah mendorong warga untuk membersihkan dan mengoptimalkan embung serta kolong bekas tambang yang masih memiliki cadangan air untuk keperluan non-konsumsi.
Kepala pelaksana BPBD mengimbau masyarakat di seluruh Bangka Tengah untuk berhemat dalam penggunaan air, khususnya untuk keperluan non-esensial seperti menyiram tanaman dan mencuci kendaraan. Imbauan serupa disampaikan kepada pengelola usaha yang memanfaatkan air tanah secara besar-besaran agar turut menjaga ketersediaan air bagi warga.
BPBD tidak menutup kemungkinan jumlah desa terdampak bertambah apabila kemarau berlanjut hingga beberapa pekan ke depan. Pemantauan terhadap debit sumur dan sumber air di desa-desa yang berbatasan dengan wilayah terdampak terus dilakukan sebagai langkah antisipasi. Masyarakat diminta segera melapor melalui posko terdekat apabila mengalami krisis air bersih agar penanganan dapat dilakukan secepatnya.
Komentar (0)