Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendirikan tenda di 122 puskesmas di wilayah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi korban tetap berjalan. Upaya ini dilakukan di tengah kondisi sejumlah fasilitas kesehatan yang mengalami kerusakan akibat guncangan.
Tenda-tenda tersebut difungsikan sebagai tempat pelayanan kesehatan darurat, mulai dari ruang pemeriksaan, perawatan sementara, hingga pos pelayanan obat. Dengan demikian, warga yang mengalami luka akibat gempa tetap dapat memperoleh penanganan medis tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit.
Pendirian tenda di 122 puskesmas itu merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan layanan kesehatan pascagempa. Puskesmas yang menjadi lokasi pendirian tenda tersebar di sejumlah kabupaten/kota terdampak, dengan prioritas pada wilayah yang bangunannya rusak berat atau belum dapat digunakan sementara.
BNPB berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, Dinas Kesehatan setempat, serta instansi terkait lainnya dalam penempatan dan pendistribusian tenda. Logistik kesehatan seperti obat-obatan, alat medis, dan tenaga kesehatan juga disiagakan untuk mendukung operasional layanan di tenda-tenda darurat tersebut.
Warga Diminta Waspadai Potensi Gempa Susulan
Masyarakat NTT diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. BNPB meminta warga mengikuti arahan petugas serta segera menjauh dari bangunan yang rawan roboh apabila terjadi guncangan kembali.
Bagi korban yang membutuhkan layanan kesehatan, masyarakat dapat mendatangi puskesmas terdekat yang telah dilengkapi tenda darurat. Petugas kesehatan akan memberikan penanganan awal sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Selain tenda kesehatan, BNPB memastikan kebutuhan dasar korban gempa terpenuhi, mulai dari makanan, air bersih, hingga tempat tinggal sementara. Tim reaksi cepat dan personel dari berbagai unsur diterjunkan untuk membantu evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban di lokasi terdampak.
Pemerintah daerah bersama BNPB juga terus melakukan pendataan korban dan kerusakan bangunan untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. Perbaikan infrastruktur vital, termasuk jalan dan jembatan yang terputus, menjadi prioritas agar distribusi bantuan dan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dapat berjalan lancar.
BNPB menegaskan seluruh upaya penanganan darurat akan terus dilakukan hingga kondisi di wilayah terdampak pulih. Dukungan pemerintah daerah, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat diharapkan dapat mempercepat pemulihan korban gempa di NTT.
Komentar (0)