24, 2026 ID
Nusa Tenggara Timur

Korban Jiwa Gempa NTT Capai 91 Orang

Korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 91 orang. Jumlah tersebut merupakan hasil pendataan terbaru yang dirangkum Badan Penanggulangan Bencana

Korban Jiwa Gempa NTT Capai 91 Orang

Korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 91 orang. Jumlah tersebut merupakan hasil pendataan terbaru yang dirangkum Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama tim gabungan dari berbagai instansi.

Gempa yang terjadi pada Selasa, 14 Desember 2021, pukul 10.20 WITA itu berpusat di Laut Flores, sekitar 112 kilometer barat laut Larantuka, Kabupaten Flores Timur, dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangannya terasa sangat kuat di sejumlah kabupaten, terutama Malaka, Flores Timur, Lembata, Alor, dan Sikka.

Korban Tersebar di Sejumlah Kabupaten

Berdasarkan data sementara, korban jiwa tersebar di beberapa daerah terdampak. Kabupaten Malaka mencatat jumlah korban terbanyak, diikuti Flores Timur dan Lembata. Selain korban meninggal, ratusan warga mengalami luka-luka dan sebagian besar kini dirawat di puskesmas maupun rumah sakit terdekat.

Bencana ini juga memaksa puluhan ribu warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Banyak di antara mereka kehilangan tempat tinggal setelah rumahnya rusak berat akibat guncangan. Ribuan unit rumah, fasilitas ibadah, sekolah, hingga kantor pemerintahan dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.

Bencana ini menambah beban warga NTT yang sebagian besar menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian, perikanan, dan usaha kecil. Rusaknya infrastruktur jalan dan jembatan ikut mengganggu aktivitas ekonomi serta distribusi barang kebutuhan pokok di sejumlah kecamatan.

Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, serta relawan terus melakukan pencarian dan evakuasi di lokasi-lokasi terdampak. Proses pendataan korban masih terus diperbarui karena akses ke sejumlah wilayah terpencil masih terkendala kondisi jalan yang rusak dan putusnya jaringan komunikasi.

Bantuan logistik mulai disalurkan ke daerah-daerah terdampak, meliputi makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, serta kebutuhan pengungsi lainnya. Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya.

Gempa susulan dengan kekuatan lebih kecil masih tercatat hingga beberapa hari setelah kejadian. Warga di daerah pesisir juga diingatkan untuk menjauhi pantai apabila terjadi gempa kuat, guna mengantisipasi potensi gelombang tinggi meski peringatan tsunami telah dicabut.

Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan penanganan darurat terus berjalan dan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah hingga masa tanggap darurat selesai. Masyarakat diminta tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi direncanakan menyusul setelah masa tanggap darurat berakhir.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS admin

Komentar (0)

User

Paling Dibaca

24 jam

Newsletter

Tag