24, 2026 ID
Nusa Tenggara Timur

Retakan 100 Meter Ditemukan di Kawah Kelimutu Pasca Gempa NTT

ENDE — Badan Geologi menemukan retakan tanah sepanjang 100 meter di kawasan kawah Gunung Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Temuan itu merupakan hasil pemantauan pasca-rangkaian gempa yang mengguncang wilayah NTT, dan lang

Retakan 100 Meter Ditemukan di Kawah Kelimutu Pasca Gempa NTT

ENDE — Badan Geologi menemukan retakan tanah sepanjang 100 meter di kawasan kawah Gunung Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Temuan itu merupakan hasil pemantauan pasca-rangkaian gempa yang mengguncang wilayah NTT, dan langsung menjadi perhatian warga serta pelaku wisata karena Kelimutu merupakan ikon pariwisata daerah dengan tiga danau kawah yang terkenal hingga mancanegara.

Berdasarkan pemeriksaan tim di lapangan, retakan membentang sepanjang 100 meter dengan lebar bervariasi di area dinding kawah. Badan Geologi menduga retakan terbentuk akibat getaran gempa yang memicu pergerakan tanah di sekitar kaldera. Kondisi tersebut berpotensi meluas apabila terjadi gempa susulan atau hujan deras yang mengikis lapisan tanah di tepi kawah, sehingga pemantauan berkala terus dilakukan untuk mengantisipasi longsor.

Warga dan Wisatawan Diminta Waspada

Meski aktivitas kegunungapian Kelimutu sejauh ini masih berada pada kategori normal, Badan Geologi mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak mendekati area kawah, terutama di sekitar titik retakan. Pengunjung diminta mematuhi jalur serta batas aman yang ditetapkan pengelola Taman Nasional Kelimutu. Petugas juga memperketat pemantauan visual dan instrumental guna mendeteksi perkembangan retakan maupun potensi pergerakan tanah di kawasan puncak.

Temuan ini menjadi perhatian khusus bagi warga NTT karena pariwisata merupakan salah satu penopang ekonomi daerah. Kelimutu, yang berada di Kecamatan Kelimutu, Ende, rutin dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara, terutama untuk menyaksikan matahari terbit di tepi kaldera. Kekhawatiran pun muncul di kalangan pemandu lokal dan pelaku usaha wisata yang khawatir kunjungan menurun apabila akses ke kawah dibatasi lebih ketat.

Pemerintah Kabupaten Ende bersama Balai Taman Nasional dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah berkoordinasi untuk menjaga keamanan kawasan. Tim gabungan disiagakan untuk merespons cepat bila terjadi longsor atau peningkatan aktivitas kegunungapian. Warga yang bermukim di lereng gunung diminta tetap tenang namun waspada, serta hanya mengacu pada informasi resmi dari Badan Geologi dan instansi terkait.

Badan Geologi memastikan pemantauan akan terus berlanjut dan informasi terbaru akan disampaikan kepada publik apabila terjadi perubahan signifikan. Sementara itu, masyarakat NTT berharap kondisi Kelimutu segera pulih sehingga aktivitas wisata tetap berjalan aman dan perekonomian warga sekitar kawah tidak terganggu.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS admin

Komentar (0)

User

Paling Dibaca

24 jam

Newsletter

Tag