24, 2026 ID
Maluku

BKHIT Maluku Gencarkan Edukasi Cegah Penularan Demam Babi Afrika

AMBON — Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku menggencarkan kampanye edukasi kepada masyarakat dan peternak babi di wilayah Maluku terkait pencegahan penularan Demam Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF). Meski

BKHIT Maluku Gencarkan Edukasi Cegah Penularan Demam Babi Afrika

AMBON — Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku menggencarkan kampanye edukasi kepada masyarakat dan peternak babi di wilayah Maluku terkait pencegahan penularan Demam Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF). Meski penyakit ini tidak membahayakan manusia, penyebarannya dapat menimbulkan kerugian ekonomi besar bagi sektor peternakan.

Peternak Babi di Maluku Jadi Sasaran Utama Sosialisasi

Kepala BKHIT Maluku menegaskan bahwa ASF merupakan penyakit virus yang hanya menyerang babi dan tidak menular kepada manusia. Meski demikian, pemerintah daerah tetap mewaspadai penyebarannya karena dapat mengganggu produksi daging babi yang menjadi salah satu komoditas penting bagi masyarakat di sejumlah daerah di Maluku.

Dalam kampanye tersebut, petugas karantina menyampaikan sejumlah langkah pencegahan kepada peternak, antara lain menjaga kebersihan kandang, membatasi lalu lintas orang dan kendaraan yang keluar-masuk area peternakan, serta tidak memberikan pakan yang berasal dari sisa makanan atau produk babi yang tidak diolah dengan benar.

Peternak juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan gejala penyakit pada ternaknya, seperti demam tinggi, kulit memerah, serta kematian mendadak pada babi. Pelaporan dini dinilai penting untuk mencegah meluasnya penularan ke peternakan lain.

Kegiatan edukasi menyasar peternak di Kota Ambon dan kabupaten sekitarnya yang memiliki populasi babi cukup signifikan. Sosialisasi dilakukan melalui pertemuan langsung, pemasangan poster, hingga penyebaran brosur berisi informasi seputar ASF dan langkah-langkah pencegahan yang mudah dipahami masyarakat.

BKHIT Maluku juga memperketat pengawasan lalu lintas hewan, khususnya babi dan produk turunannya yang masuk maupun keluar wilayah Maluku. Setiap pengiriman babi wajib dilengkapi dokumen kesehatan hewan dan telah melalui pemeriksaan petugas karantina di pelabuhan maupun bandara.

Pemerintah berharap kesadaran peternak terhadap pentingnya biosekuriti semakin meningkat. Dengan edukasi yang masif dan pengawasan yang ketat, penyebaran ASF di Maluku dapat dicegah sejak dini sehingga produktivitas peternakan babi tetap terjaga dan perekonomian masyarakat tidak terganggu.

Masyarakat diimbau tidak panik menyikapi wabah ASF yang melanda sejumlah daerah di Indonesia, karena penyakit ini tidak berisiko bagi kesehatan manusia. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi peternak, agar penularan antarternak dapat dicegah seoptimal mungkin.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS admin

Komentar (0)

User

Paling Dibaca

24 jam

Newsletter

Tag