24, 2026 ID
Bengkulu

BBC Ungkap Realitas Kekuasaan Taliban: Perempuan, Perceraian, dan Kontrol

Laporan khusus BBC yang disusun dari pertemuan yang berlangsung selama dua tahun mengungkap bagaimana Taliban menjalankan kekuasaan di Afghanistan lima tahun setelah merebut kembali kendali pemerintahan pada 2021. Salah satu momen paling me

Laporan khusus BBC yang disusun dari pertemuan yang berlangsung selama dua tahun mengungkap bagaimana Taliban menjalankan kekuasaan di Afghanistan lima tahun setelah merebut kembali kendali pemerintahan pada 2021. Salah satu momen paling menonjol adalah kisah seorang perempuan berusia 18 tahun yang nekat mengajukan permohonan cerai di hadapan mantan komandan Taliban berjanggut abu-abu.

Perempuan itu menuduh suaminya melakukan kekerasan dan penganiayaan selama berbulan-bulan. Di negara yang melarang anak perempuan menempuh pendidikan menengah, ia menyampaikan argumennya dengan tenang dan percaya diri, meski seluruh wajahnya tertutup cadar dan kacamata hitam.

"Kalau masih ada harapan untuk hidup bersama, saya tidak akan berada di sini. Ini keputusan saya," ujarnya.

Sang gubernur berusaha membujuknya agar membatalkan niat bercerai. Namun setelah itu, ia justru berkomentar bahwa perempuan "tidak punya akal" dan "kekurangan kecerdasan", sebuah pernyataan yang disambut tawa para pejabat laki-laki, pengawal, dan tetua di sekitarnya.

Realitas kehidupan di bawah kekuasaan Taliban

Momen tersebut memberi gambaran langka tentang realitas sehari-hari pemerintahan Taliban, lima tahun setelah mereka menyingkirkan pemerintah yang didukung Amerika Serikat pada Agustus 2021. Selama periode itu, kebijakan terhadap perempuan justru semakin diperketat, bukan dilonggarkan seperti yang sempat dijanjikan ketika mereka kembali berkuasa.

  • Anak perempuan dilarang mengenyam pendidikan menengah dan perguruan tinggi.
  • Perempuan dilarang bekerja di sebagian besar sektor formal.
  • Perempuan tidak boleh bepergian sendiri tanpa pendamping laki-laki.
  • Akses perempuan ke taman, pusat rekreasi, dan ruang publik lainnya dibatasi.

Para perempuan Afghanistan yang ditemui BBC menyebut kehidupan mereka kini "tak bisa dikenali lagi" dibanding masa sebelum Taliban berkuasa. Selama lima tahun, BBC berulang kali mempertanyakan kebijakan Taliban soal pendidikan perempuan dan anak perempuan, tetapi hingga kini pembatasan itu tetap bertahan dan bahkan diperluas ke berbagai aspek kehidupan.

Akses langka ke tokoh-tokoh Taliban

Dalam pertemuan yang tersebar selama dua tahun, BBC memperoleh akses yang tidak biasa ke sejumlah tokoh berpengaruh dalam gerakan Islam garis keras itu. Wartawan BBC menghabiskan waktu bersama orang-orang yang pernah merencanakan serangan bunuh diri atau bertahun-tahun bersembunyi di tempat persembunyian bawah tanah, tetapi kini menjabat sebagai pejabat dan tentara.

Taliban berkuasa dengan klaim bahwa mereka telah berubah. Namun banyak kebijakan mereka mirip dengan penafsiran keras hukum Islam yang pernah mereka terapkan pada 1990-an. Para pejabat yang ditemui BBC tampak ingin menampilkan diri sebagai sosok yang masuk akal, tetapi enggan membicarakan kekerasan di masa lalu. BBC juga menyaksikan momen-momen ketegangan antara penguasa dan rakyat yang mereka perintah.

Gubernur Sarhadi menegaskan bahwa Tuba —bukan nama sebenarnya— harus tetap bertahan dalam pernikahannya. Praktik kontrol itu juga menyentuh ranah privat warga, termasuk pengawasan komunikasi lewat ponsel pintar. Dari soal perceraian, pendidikan, hingga ruang gerak perempuan, hampir semua keputusan tetap berada di tangan pejabat laki-laki yang menafsirkan aturan agama secara sepihak.

Bagi warga Bengkulu, laporan ini menjadi pengingat bahwa tradisi Islam moderat yang tumbuh subur di Indonesia, termasuk penghormatan terhadap hak perempuan untuk belajar dan berkarya, adalah kekayaan bersama yang patut dijaga. Realitas yang dialami perempuan Afghanistan juga menegaskan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan keluarga dan daerah, sebagaimana yang selama ini terus didorong di Bengkulu.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS admin

Komentar (0)

User

Paling Dibaca

24 jam

Newsletter

Tag