Badan Geologi menemukan retakan baru di kawasan kawah Gunung Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0 yang mengguncang wilayah NTT pada awal pekan ini. Temuan ini langsung menjadi perhatian pemerintah daerah dan masyarakat Ende, mengingat Kelimutu merupakan ikon wisata unggulan NTT yang dikenal dengan tiga danau kawah berwarna-warni, destinasi yang setiap tahun dikunjungi ribuan wisatawan domestik dan mancanegara.
Hasil pemantauan visual tim Badan Geologi pascagempa menunjukkan adanya rekahan di bagian dinding kawah Kelimutu. Getaran kuat akibat gempa disebut menjadi salah satu pemicu munculnya retakan baru, meskipun belum ada indikasi peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Tim pemantau juga memeriksa kondisi lereng, jalur pendakian, dan area sekitar danau kawah untuk mengantisipasi potensi longsor susulan maupun jatuhan batuan yang dapat membahayakan pengunjung.
Status Normal, Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Badan Geologi menyatakan status Gunung Kelimutu masih berada pada Level I atau normal. Meski demikian, warga dan pengunjung diminta tetap waspada, terutama ketika hujan deras turun karena berpotensi memicu longsoran material di sekitar dinding kawah yang telah mengalami rekahan. Pemantauan akan terus dilakukan secara berkala, dan setiap perkembangan akan segera disampaikan kepada pemerintah daerah, BPBD, serta masyarakat Ende agar langkah mitigasi dapat diambil lebih cepat.
Dari sisi regional, temuan ini menjadi sorotan bagi sektor pariwisata NTT yang tengah menggenjot kunjungan wisatawan. Pemerintah Kabupaten Ende bersama BPBD dan pengelola kawasan wisata diharapkan memperketat pengawasan di jalur pendakian serta menyiapkan jalur evakuasi dan titik kumpul bagi pengunjung. Sosialisasi kepada pemandu wisata, pelaku usaha, dan masyarakat sekitar danau kawah juga dinilai penting agar informasi tentang kondisi Gunung Kelimutu dapat tersampaikan dengan baik.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,0 yang berpusat di laut itu sebelumnya dirasakan kuat oleh warga di sejumlah kabupaten di NTT, termasuk Ende. Masyarakat setempat yang beraktivitas di sekitar kawasan Danau Kelimutu diminta mengikuti arahan petugas dan tidak mendekati area yang menunjukkan tanda-tanda rekahan tanah. Badan Geologi memastikan informasi perkembangan status Gunung Kelimutu akan terus disampaikan kepada publik secara transparan, sekaligus mengimbau warga NTT untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Komentar (0)