24, 2026 ID
Ekonomi

Ekonom ITB: Ketahanan Ekonomi Indonesia Terjaga pada Kuartal II 2026

Ekonom Institut Teknologi Bandung (ITB) menilai ketahanan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 tetap terjaga meskipun tekanan global masih membayangi. Kajian yang dipaparkan sejumlah peneliti ITB menempatkan konsumsi rumah tangga yang sta

Ekonom ITB: Ketahanan Ekonomi Indonesia Terjaga pada Kuartal II 2026

Ekonom Institut Teknologi Bandung (ITB) menilai ketahanan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 tetap terjaga meskipun tekanan global masih membayangi. Kajian yang dipaparkan sejumlah peneliti ITB menempatkan konsumsi rumah tangga yang stabil, pengendalian inflasi, serta ketahanan sektor eksternal sebagai penopang utama perekonomian nasional pada periode tersebut.

Dalam paparannya, para ekonom ITB menyebut pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 ditopang oleh permintaan domestik yang solid. Belanja pemerintah yang tetap berjalan sesuai agenda fiskal serta investasi di sektor hilirisasi disebut menjadi penggerak utama, di tengah perlambatan permintaan dari mitra dagang utama Indonesia. Kondisi ini dinilai menunjukkan struktur ekonomi domestik yang semakin tahan terhadap guncangan eksternal.

Inflasi Terkendali dan Stabilitas Rupiah Jadi Fokus

Faktor lain yang disorot adalah inflasi yang berada dalam rentang target Bank Indonesia. Stabilitas harga, menurut kajian ITB, menjaga daya beli masyarakat kelas menengah yang menjadi motor konsumsi. Meski demikian, para ekonom mengingatkan bahwa tekanan harga pangan dan energi masih berpotensi mengganggu jika tidak diantisipasi melalui penguatan cadangan pangan dan efisiensi rantai distribusi.

Dari sisi eksternal, neraca perdagangan Indonesia pada kuartal II 2026 dinilai masih surplus berkat kinerja ekspor komoditas unggulan. Namun, volatilitas nilai tukar rupiah dan arus keluar modal asing tetap menjadi risiko yang perlu diwaspadai. Para ekonom ITB merekomendasikan penguatan instrumen stabilisasi dan diversifikasi pasar ekspor untuk mengurangi ketergantungan pada sejumlah negara tujuan utama.

Ketahanan ekonomi juga terlihat dari sektor ketenagakerjaan dan industri pengolahan. Kajian ITB mencatat aktivitas manufaktur yang tetap ekspansif, ditandai dengan indeks manajer pembelian yang bertahan di zona ekspansi. Lapangan kerja baru di sektor formal tumbuh, meskipun masih belum merata antardaerah. Perbedaan laju pemulihan antara Jawa dan kawasan timur Indonesia disebut sebagai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah.

Dari perspektif regional, para ekonom ITB menilai pemerataan manfaat pertumbuhan menjadi kunci agar ketahanan ekonomi nasional tidak terpusat di satu kawasan. Sejumlah provinsi di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi disebut mencatat akselerasi berkat proyek hilirisasi dan peningkatan konektivitas. Meski demikian, masih diperlukan perbaikan infrastruktur logistik dan kualitas sumber daya manusia agar kawasan timur Indonesia dapat mengejar ketertinggalan.

Menghadapi paruh kedua 2026, para ekonom ITB berharap konsistensi kebijakan fiskal dan moneter dapat menjaga momentum. Mereka menekankan pentingnya hilirisasi berkelanjutan, percepatan infrastruktur logistik, serta penguatan industri padat karya agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tangguh, tetapi juga inklusif bagi seluruh wilayah Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS admin

Komentar (0)

User

Paling Dibaca

24 jam

Newsletter

Tag