18, 2026
Nasional

Warung Ayam Geprek di Cilincing Jakut Kebakaran, Diduga Korsleting Listrik

Kebakaran warung ayam geprek di Cilincing, Jakarta Utara, melibatkan enam mobil damkar dan 40 personel. Tidak ada korban jiwa, kerugian diperkirakan Rp 2 juta.]]>

Rizal Fahmi
Rizal Fahmi Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Warung Ayam Geprek di Cilincing Jakut Kebakaran, Diduga Korsleting Listrik

Warung Ayam Geprek di Cilincing Jakut Kebakaran, Diduga Korsleting Listrik

Sebuah warung ayam geprek di Jalan Raya Cilincing, Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara (Jakut) ludes terbakar pada Rabu (15/3) siang. Api yang membesar dengan cepat berhasil menghanguskan seluruh bangunan warung serta mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Berdasarkan keterangan sementara, kebakaran ini diduga akibat korsleting listrik yang terjadi di dalam warung.

Kebakaran bermula sekitar pukul 13.30 WIB saat warung sedang dalam jam operasional. Menurut keterangan sejumlah saksi mata, api pertama kali muncul dari bagian dapur warung yang berada di bagian belakang bangunan. Api dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bagian warung yang terbuat dari kayu dan seng.

"Saya sedang berada di rumah saat melihat asap tebal berasal dari arah warung ayam geprek. Setelah dicek, ternyata sudah ada api yang membesar," kata salah satu warga setempat, Budi (45), kepada wartawan.

Upaya pemadaman api segera dilakukan oleh pemilik warung serta beberapa warga sekitar. Namun, karena sudah terlalu besar dan didukung angin kencang, api sulit dikendalikan. Beberapa warga berusaha menyelamatkan barang-barang berharga di dalam warung, namun usahanya terhambat oleh panas api yang semakin membara.

Setelah menerima laporan, tim pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) DKI Jakarta tiba di lokasi sekitar 15 menit setelah kejadian. Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang sudah menjalar ke sejumlah bangunan sekitar.

"Api sudah merembes ke beberapa bangunan sekitarnya. Kami melakukan pemadaman secara masif untuk mencegah penyebaran api lebih luas," kata Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran Damkar Jakarta Utara, Ahmad Fauzi.

Tim pemadam kebakaran memerlukan sekitar satu jam untuk berhasil memadamkan api sepenuhnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun dua warga mengalami luka ringan akibat terjatuh saat berusaha menyelamatkan barang-barang. Kedua korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Kerusakan dan Kerugian Ditaksir Puluhan Juta

Setapi padam, kerusakan di lokasi kejadian terlihat sangat parah. Seluruh bangunan warung ayam geprek rata dengan tanah, hanya menyisakan struktur utama yang masih utuh. Beberapa bangunan sekitar juga mengalami kerusakan akibat terkena percikan api.

"Kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Tidak hanya kerugian atas bangunan, tapi juga peralatan dapur dan stok bahan makanan yang habis terbakar," ucap pemilik warung, Siti Aminah (38), dengan wajah sedih.

Menurut Siti, warung ayam geprek yang sudah beroperasi selama lima tahun ini merupakan sumber utama penghidupan keluarganya. Ia mengaku belum memiliki asuransi untuk bangunan maupun isinya, sehingga kerugian harus ditanggung sendiri.

Damkar Pastikan Kebakaran Akibat Korsleting Listrik

Tim penyelidik Damkar setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menyimpulkan bahwa kebakaran bermula dari bagian dapur warung. Diduga, korsleting listrik pada instalasi listrik yang sudah tua menjadi pemicu utama terjadinya kebakaran.

"Ada indikasi korsleting listrik di bagian instalasi listrik dapur. Listrik sudah tidak layak digunakan dan belum ada perawatan yang memadai," jelas Ahmad Fauzi.

Penyidik Damkar menyarankan kepada masyarakat untuk selalu melakukan perawatan rutin terhadap instalasi listrik di rumah atau tempat usaha. Selain itu, penggunaan alat listrik yang berlebihan juga perlu dihindari untuk mencegah hal serupa terjadi kembali.

Kepala Kelurahan Kelapa Gading Timur, Eko Prasetyo, mengaku akan membantu pemilik warung yang menjadi korban kebakaran. Pihaknya akan memfasilitasi bantuan sementara serta membantu proses perizinan untuk membangun kembali warung yang ludes terbakar.

"Kami akan koordinasikan dengan pihak terkait untuk memberikan bantuan. Selain itu, kami juga akan mengingatkan para pedagang di wilayah kami untuk selalu memperhatikan aspek keselamatan terutama terkait instalasi listrik," ujar Eko.

Peristiwa kebakaran warung ayam geprek ini menjadi pengingat bagi masyarakat Jakarta untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama bagi tempat usaha yang menggunakan listrik sebagai sumber energi utama. Pentingnya perawatan rutin dan penggunaan peralatan listrik yang standar menjadi kunci utama mencegah terjadinya kebakaran di kemudian hari.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizal Fahmi

Menulis review produk kesehatan, suplemen, dan teknologi wearables.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter