Presiden Jokowi Kunjungi Pulau Palue, Bertemu Korban Gempa dan Kepala Adat
Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo, tiba di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu malam, 16 September 2026. Kunjungan mendadak ini dilakukan Presiden untuk mengecek langsung kondisi warga korban gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut beberapa hari sebelumnya. Kunjungan Presiden yang berlangsung hingga larut malam ini bertemu dengan beberapa warga korban gempa serta tokoh adat setempat.
Menurut informasi yang diperoleh, Presiden tiba di Pulau Palue menggunakan pesawat kecil yang mendarat di lapangan terbang sementara. Presiden didampingi Menteri Sosial, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta beberapa pejabat terkait lainnya. Kunjungan ini berlangsung tertutup dan hanya sedikit jurnalis yang diizinkan ikut menemui Presiden.
Kondisi Pulau Palue Pasca Gempa
Pulau Palue yang terletak di sebelah utara Pulau Flores ini mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi berkekuatan 6,5 SR yang mengguncang pada Senin (14/9/2026). Gempa yang berpusat di laut dengan kedalaman 10 kilometer ini menyebabkan puluhan rumah warga rusak berat, beberapa di antaranya runtuh total. Selain kerusakan infrastruktur, gempa juga memicu kepanikan di tengah warga yang masih trauma mengingat Pulau Palue pernah dilanda tsunami besar pada 2013 silam.
"Kondisi di sini masih sangat genting. Banyak warga yang masih trauma dan memilih mengungsi ke daratan Sikka. Infrastruktur terkhususnya akses jalan dan komunikasi masih terputus di beberapa titik," ujar salah seorang pejabat setempat yang tidak mau disebutkan namanya.
Pertemuan dengan Korban Gempa
Dalam kunjungannya, Presiden Jokowi membagikan bantuan langsung kepada beberapa warga korban gempa yang masih bertahan di Pulau Palue. Bantuan tersebut berupa sembako, selimut, dan alat-alat dapur. Presiden juga menyempatkan waktu untuk mendengarkan keluhan dan cerita para korban.
"Saya turun ke sini untuk melihat langsung kondisi saudara-saudara kita yang terkena musibah. Pemerintah akan memastikan semua kebutuhan dasar terpenuhi dan rekonstruksi segera dilakukan," ujar Presiden Jokowi saat menyampaikan sambutan singkat kepada warga.
Beberapa warga yang ditemui Presimen tampak masih dalam kondisi trauma. Mereka menceritakan kepanikan saat gempa terjadi dan kekhawatiran akan gempa susulan atau tsunami yang mungkin datang kembali.
Bertemu Kepala Adat
Setelah bertemu warga, Presiden kemudian melakukan pertemuan tertutup dengan tokoh adat setempat, termasuk Kepala Adat Pulau Palue. Dalam pertemuan ini, Presiden mendapatkan masukan dan pandangan dari para pemuka adat mengenai rencana rekonstruksi pulau yang secara adat memiliki beberapa larangan dan kearifan lokal.
Kepala Adat Pulau Palue, Bapak Yohanes Riwu Kore, mengungkapkan kekhawatiran masyarakat adat terkait rekonstruksi yang tidak memperhatikan nilai-nilai budaya dan adat istiadat setempat. "Kami minta agar dalam rekonstruksi nanti, pemerintah memperhatikan aturan adat yang ada. Terutama mengenai penempatan rumah yang harus mengikuti pola permukiman adat dan tidak melanggar larangan menempati wilayah tertentu," ujar Kepala Adat.
Presiden menjamin bahwa pemerintah akan memperhatikan aspek budaya dan adat dalam rekonstruksi Pulau Palue. "Kami akan memastikan rekonstruksi tidak hanya fokus pada kekuatan fisik bangunan, tetapi juga mempertahankan kearifan lokal yang menjadi identitas pulau ini," jelas Presiden.
Rencana Rekonstruksi
Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, rencana rekonstruksi Pulau Palue akan segera direncanakan setelah evaluasi kerusakan selesai. Rencananya, pemerintah akan membangun rumah-rumah tahan gempa dengan mempertimbangkan faktor geografis dan kondisi pulau yang rawan bencana.
"Tim teknis kami sudah turun ke lokasi untuk melakukan evaluasi kerusakan. Hasilnya akan menjadi acuan untuk merancang rekonstruksi yang optimal dan aman untuk warga," ujar Menteri PUPR.
Kunjungan Presiden Jokowi ke Pulau Palue diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat setempat untuk membangun kembali pulau ini lebih baik dari sebelumnya. Presiden juga menyerahkan bantuan tambahan untuk operasi logistik dan evakuasi jika diperlukan.
Komentar (0)