17, 2026
Nasional

Video: Tren Penjualan Pertamax Green 95 Melejit 267%

Penjualan BBM Pertamax Green 95 dengan campuran bioetanol 5%, atau E5, menunjukkan pertumbuhan signifikan.]]>

Teguh Setiawan
Teguh Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Video: Tren Penjualan Pertamax Green 95 Melejit 267%

Video: Tren Penjualan Pertamax Green 95 Melejit 267%

Video yang memperlihatkan peningkatan penjualan bahan bakar Pertamax Green 95 mencapai 267% menjadi viral di media sosial beberapa hari terakhir. Video tersebut menunjukkan grafik menanjak yang signifikan dalam angka penjualan produk bahan bakar berbasis etanol ini sejak diperkenalkan oleh PT Pertamina (Persero) beberapa bulan lalu.

Dalam video berdurasi sekitar satu menit tersebut, terlihat jelas bagaimana angka penjualan Pertamax Green 95 mengalami lonjakan drastis. Data yang ditampilkan menunjukkan bahwa jika pada bulan pertama setelah peluncuran, penjualan produk ini hanya mencapai 5% dari total penjualan bensin premium di beberapa stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) tertentu, maka pada bulan terakhir angka tersebut melonjak hingga mencapai 272%.

Lonjakan Penjualan yang Menggemparkan

Menurut sumber internal Pertamina yang memverifikasi kebenaran video tersebut, lonjakan penjualan memang benar terjadi. "Kami melihat adopsi konsumen terhadap Pertamax Green 95 jauh lebih cepat dari yang kami perkirakan sebelumnya," ujar Kepala Divisi Retail Pertamina, Ahmad Fauzi, dalam konferensi pers yang diadakan kemarin.

Fauzi menjelaskan bahwa berbagai faktor turut memicu minat konsumen terhadap produk bahan bakar ramah lingkungan ini. Pertama, kesadaran akan isu perubahan iklim dan keinginan untuk mengurangi jejak karbon semakin tinggi di kalangan masyarakat. Kedua, performa mesin yang lebih optimal dan harga yang kompetitif dibandingkan bensin biasa menjadi daya tarik tersendiri.

"Kami juga melihat tren positif dari pihak otomotif yang mulai merekomendasikan penggunaan bahan bakar berbasis etanol untuk kendaraan produksi terbaru. Hal ini tentu menjadi dorongan tersendiri bagi konsumen untuk mencoba produk ini," tambah Fauzi.

Respon Positif dari Konsumen

Banyak konsumen yang memberikan respon positif setelah mencoba Pertamax Green 95. Budi Santoso, seorang pengendara sepeda motor dari Jakarta, mengaku merasakan perbedaan performa mesin setelah mengganti bensin biasa dengan Pertamax Green 95. "Mesin terasa lebih halus dan konsumsi bensin sedikit lebih irit," ujar Budi.

Sementara itu, Rina Amelia, seorang pemobil dari Surabaya, menambahkan bahwa dirinya tertarik menggunakan Pertamax Green 95 karena alasan lingkungan. "Saya ingin ikut berkontribusi dalam mengurangi polusi meski hanya dengan menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan. Selain itu, harga yang tidak terlalu jauh berbeda membuat saya lebih tertarik," jelasnya.

Strategi Pertamina dalam Mengembangkan Produk

Dalam upaya memenuhi kebutuhan pasar yang semakin meningkat, Pertamina berencana untuk meningkatkan distribusi Pertamax Green 95 ke berbagai daerah di Indonesia. Saat ini, produk ini baru tersedia di sekitar 500 SPBU di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan.

"Target kami adalah dalam waktu satu tahun ke depan, Pertamax Green 95 bisa tersedia di minimal 2.000 SPBU di seluruh Indonesia. Kami juga sedang mempertimbangkan untuk memperluas jaringan distribusi ke daerah-daerah yang menjadi sentra industri otomotif," jelas Fauzi.

Pertamina juga berencana melakukan kampanye edukasi yang lebih intensif untuk menyampaikan manfaat Pertamax Green 95 kepada masyarakat. "Kami akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk komunitas pecinta otomotif dan organisasi lingkungan, untuk menyebarkan informasi tentang produk ini," tambahnya.

Tantangan di Depan

Di tengah antusiasme yang tinggi, Pertamina juga mengakui ada beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam mengembangkan Pertamax Green 95. Salah satunya adalah ketersediaan bahan baku etanol yang memadai. Saat ini, etanol yang digunakan dalam produk ini masih mengandalkan impor dari beberapa negara.

"Kami sedang berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dan Kementerian Perindustrian untuk mempercepat program pengembangan industri etanol di dalam negeri. Tujuannya adalah agar ketersediaan bahan baku bisa terjamin dan harga produk tetap stabil," ujar Fauzi.

Selain itu, Pertamina juga harus memastikan infrastrui SPBU yang ada mampu menangani peningkatan permintaan. Beberapa SPBU yang menjadi lokasi penjualan Pertamax Green 95 dilaporkan mengalami kelangkaan stok beberapa hari setelah video viral tersebar.

Prospek Masa Depan

Dengan tren penjualan yang positif, Pertamina optimistis Pertamax Green 95 akan menjadi produk unggulan di portofolio bahan bakar minyaknya. "Kami melihat adopsi produk ini akan terus meningkat seiring dengan semakin tingginya kesadaran lingkungan dan dukungan dari industri otomotif," kata Fauzi.

Untuk mendukung pengembangan ini, Pertamina juga sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan varian bahan bakar berbasis biofuel lainnya di masa depan. "Inovasi untuk menciptakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan tanpa mengorbankan performa adalah komitmen kami jangka panjang," tambahnya.

Dengan lonjakan penjualan mencapai 267%, Pertamax Green 95 membuktikan bahwa pasar di Indonesia siap menerima produk bahan bakar ramah lingkungan. Video viral tersebut menjadi bukti nyata bahwa kesadaran lingkungan semakin tinggi di kalangan masyarakat Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Setiawan

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter