17, 2026
Nasional

Update Abu Vulkanik Erupsi Krakatau, Sejumlah Bandara Kembali Operasi

Penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta beserta sejumlah bandara lain yang terkena dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah berakhir.]]>

Julia Halim
Julia Halim Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Update Abu Vulkanik Erupsi Krakatau, Sejumlah Bandara Kembali Operasi

Update Abu Vulkanik Erupsi Krakatau, Sejumlah Bandara Kembali Operasi

Abu vulkanik hasil erupsi Gunung Anak Krakatau terus menyebar wilayah udara Indonesia. Meski demikian, kondisi saat ini telah membaik sehingga beberapa bandara di wilayah tersebut telah kembali beroperasi normal. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa tingkat partikel debu vulkanik di udara telah menurun secara signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi Saat Ini

Menurut laporan terbaru dari BMKG, konsentrasi partikel abu vulkanik di udara telah berada di bawah ambang batas yang berbahaya. "Kondisi udara saat ini memungkinkan penerbangan untuk dilakukan dengan aman. Namun, kami tetap memantau perkembangan kondisi vulkanik secara ketat," ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Geologi (PVMBG) BMKG, Kasbani, dalam konferensi pers virtual yang diselenggarakan pada Rabu (15/3).

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Minggu (12/3) mengakibatkan kolom abu setinggi 500-800 meter di atas puncak gunung. Abu vulkanik ini tersebar ke arah barat daya dan mempengaruhi wilayah udara di sekitar Selat Sunda. Akibatnya, sejumlah penerbangan dari dan menuju bandara di wilayah Banten dan Lampung harus dibatalkan atau dialihkan.

Dampak pada Penerbangan

Selama dua hari terakhir, sejumlah bandara di wilayah terdampak mengalami gangguan operasional. Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang meskipun tidak langsung ditutup, mengalami beberapa penundaan dan pembatalan penerbangan. Demikian pula dengan Bandara Radin Inten II di Bandar Lampung dan Bandara Internasional Hang Nadim di Batam yang sempat mengalami kondisi sama.

"Kami telah mengambil langkah preventif dengan membatasi aktivitas penerbangan selama kondisi abu vulkanik masih tinggi. Keselamatan penumpang dan awak pesawat tetap menjadi prioritas utama," jelas Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin.

Maskapai penerbangan seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Sriwijaya Air telah menginformasikan penyesuaian jadwal penerbangan kepada penumpang. Beberapa penerbangan dialihkan ke bandara alternatif, sementara yang lain mengalami penundaan hingga kondisi udara membaik.

Upaya Mitigasi dan Evakuasi

Pihak berwenang telah melakukan berbagai upaya mitigasi untuk mengurangi dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Puluhan warga yang tinggal di pesisir sekitar Pulau Krakatau telah dievakuasi secara preventif ke wilayah yang lebih aman. Pemerintah Daerah setempat telah menyiapkan posko darurat dan tenda darurat untuk menampung warga terdampak.

"Kami telah mengimbau warga di sekitar wilayah berbahaya untuk tetap waspada dan mematuhi instruksi petugas. Evakuasi dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi tsunami yang mungkin terjadi akibat erupsi," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan.

Status Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Minggu (12/3) setelah sebelumnya cukup lama tidak menunjukkan aktivitas signifikan. PVMBG telah menetapkan status gunung tersebut pada Level II (Waspada) sejak erupsi terjadi.

"Kami terus memantau aktivitas gunung secara 24 jam. Saat ini, aktivitas vulkanik masih tinggi tetapi belum mencapai level bahaya. Kami akan meningkatkan status jika diperlukan," tambah Kasbini.

Warga di sekitar wilayah Selat Sunda diminta untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya yang mungkin timbul, seperti tsunami akibat longsoran material bawah laut dan hujan abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan.

Restorasi Penerbangan

Seiring kondisi udara yang membaik, sejumlah bandara telah kembali beroperasi normal. Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali menerima kedatangan dan keberangkatan pesawat dengan jadwal normal. Hal serupa juga berlaku untuk Bandara Radin Inten II di Bandar Lampung yang sempat ditutup selama beberapa jam.

"Kami telah melakukan inspeksi keselamatan landasan pacu dan area bandara untuk memastikan tidak ada residu abu vulkanik yang dapat membahayakan operasi penerbangan. Semua kondisi telah memenuhi standar keselamatan," jelas Juru Bicara Bandara Soekarno-Hatta, Yuya.

Maskapai penerbangan telah memulai proses restorasi jadwal dan memberikan informasi kepada penumpang mengenai status penerbangan mereka. Beberapa penumpang yang mengalami pembatalan penerbangan telah menyelesaikan proses pengembalian tiket atau pengalihan jadwal.

Pemerintah terus memantau perkembangan situasi dan bersiap menghadapi berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi. Koordinasi antara BMKG, PVMBG, BPBD, dan pihak terkait lainnya terus dilakukan untuk memastikan respons cepat dan efektif dalam menghadapi dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Julia Halim

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter