17, 2026
Nasional

Menko Yusril Soal Buku Islam Ala Prabowo, “Saya Tidak Menulis, Hanya Diwawancarai"

Rizal Fahmi
Rizal Fahmi Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Menko Yusril Bantah Penulisan Buku Islam Ala Prabowo

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Yusril Ihza Mahendra membantah pemberitaan yang menyebutkan dirinya menulis buku tentang Islam ala Prabowo Subianto. Yusril menjelaskan bahwa perannya dalam proyek tersebut hany sebagai pihak yang diwawancarai, bukan penulis.

Yusril mengungkapkan hal tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Senin (15/5). Menurutnya, informasi yang beredar di masyarakat mengenai keterlibatannya dalam penulisan buku tersebut tidak sesuai dengan fakta.

"Saya tidak menulis buku itu. Saya hanya diwawancarai oleh tim dari pihak Prabowo Subianto untuk membahas berbagai hal terkait Islam dan politik," ujar Yusril dengan tegas.

Keterlibatan Yusril dalam Proyek Buku

Yusril menjelaskan bahwa pihak Prabowo Subianto mendekatinya beberapa waktu lalu dengan meminta persetujuan untuk diwawancarai terkait pandangannya tentang Islam dalam konteks politik modern. Menurutnya, wawancara tersebut dilakukan secara privat dan tidak disertakan niat untuk diterbitkan dalam bentuk buku.

"Saya setuju untuk diwawancarai karena saya melihat ada kebutuhan untuk menyampaikan pandangan Islam yang moderat dan inklusif, terutama di tengah berbagai isu yang berkembang di masyarakat," jelas Yusril.

Ia menambahkan bahwa wawancara tersebut berlangsung dalam beberapa sesi dan membahas berbagai topik mulai dari tafsir Al-Quran, hadits, hingga implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan bernegara modern.

Reaksi Terhadap Pemberitaan

Pemberitaan mengenai keterlibatan Yusril dalam penulisan buku Islam ala Prabowo menjadi perbincangan hangat di kalangan publik. Beberapa pihak menganggap hal ini sebagai bentuk dukungan Yusril terhadap Prabowo, sementara pihak lain melihatnya sebagai upaya untuk memperkuat citarabat politik antara keduanya.

Yusril menegaskan bahwa hubungannya dengan Prabowo Subianto hanyalah sebagai rekan dalam berbagai diskusi nasional, bukan sebagai bagian dari koalisi politik tertentu. Ia menolak untuk mengomentari lebih jauh mengenai hubungan politiknya dengan Prabowo.

"Saya adalah menteri negara yang harus bersikap netral dan profesional. Setiap kegiatan yang saya lakukan dalam kapasitas sebagai Menko Polhukam harus demi kepentingan bangsa dan negara," tegas Yusril.

Isi Buku yang Dibahas

Meski bukan penulis, Yusril mengakui bahwa beberapa materi yang diungkapkannya dalam wawancara tersebut menjadi bagian dari konten buku. Ia menjelaskan bahwa buku tersebut membahas berbagai aspek Islam dalam konteks politik modern di Indonesia.

"Pandangan saya tentang Islam itu universal. Islam itu bukan milik satu golongan atau satu partai politik. Islam adalah agama yang rahmatan lil 'alamin, untuk seluruh umat manusia," ujar Yusril.

Ia menambahkan bahwa dalam wawancara tersebut, ia juga membahas pentingnya toleransi antarumat beragama, pemahaman Islam yang moderat, serta peran ulama dalam membimbing umat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Tanggapan Publik

Pemberitaan ini menuai berbagai respons dari kalangan publik. Beberapa pihak mendukung langkah Yusril untuk menyampaikan pandangannya tentang Islam, sementara pihak lain menganggap ada motif politik di balik wawancara tersebut.

Adi Prabowo, aktivis masyarakat yang mengikuti isu ini, mengatakan bahwa publik perlu menerima berbagai pandangan tentang Islam yang ada di tengah masyarakat. "Islam itu beragam, dan setiap tokoh memiliki interpretasinya masing-masing. Yang penting adalah tetap berpegang pada nilai-nilai dasar yang ada," ujar Adi.

Sementara itu, Siti Aminah, seorang akademisi dari Universitas Indonesia, mengapresiasi langkah Yusril untuk membuka ruang diskusi tentang Islam dan politik. "Diskusi terbuka tentang Islam dalam konteks politik itu penting untuk membangun pemahaman yang lebih komprehensif di kalangan masyarakat," kata Siti.

Dengan demikian, meski terkait dengan nama Prabowo, Yusril menegaskan bahwa dirinya hanya berperan sebagai narasumber dalam proyek buku tersebut tanpa ada kepentingan politik di baliknya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizal Fahmi

Menulis review produk kesehatan, suplemen, dan teknologi wearables.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter