17, 2026
Teknologi

Uang Pemda Dipangkas, Prabowo Bongkar Masalah APBD dan Ongkos Politik

Presiden Prabowo Subianto menjelaskan efisiensi Transfer ke Daerah akibat masalah penggunaan anggaran. Ia sebut kebocoran APBN-APBD mencapai 30%.]]>

Lestari Maharani
Lestari Maharani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Uang Pemda Dipangkas, Prabowo Bongkar Masalah APBD dan Ongkos Politik

Uang Pemda Dipangkas, Prabowo Bongkar Masalah APBD dan Ongkos Politik

Pernyataan Presiden terpilih Prabowo Subianto mengenai pemangkatan anggaran daerah (APBD) menimbulkan pro dan kontra di kalangan praktisi pemerintahan dan politik. Dalam berbagai kesempatan, Prabowo menyoroti besarnya beban anggaran daerah yang digunakan untuk biaya politik dan operasional pemerintahan daerah yang kurang efisien.

Dalam pidato kampanyenya beberapa waktu lalu, Prabowo menyatakan bahwa pemerintah daerah saat ini mengalami pemborosan dalam pengelolaan anggaran. Menurutnya, sebagian besar anggaran daerah tidak digunakan untuk kesejahteraan rakyat, melainkan untuk membiayai kegiatan politik dan biaya operasional yang tidak produktif.

"Kita harus melihat ke mana uang rakyat pergi. Banyak daerah menghabiskan anggaran untuk kendaraan dinas mewah, rapat-rapat yang tidak jelas hasilnya, dan biaya politik yang tidak transparan," ujar Prabowo dalam salah satu kesempatannya.

Kritik Terhadap Struktur APBD

Prabowo menyoroti struktur APBD di daerah-daerah yang menurutnya tidak sehat. Ia menyebutkan bahwa komponen belanja tidak langsung (BND) sering kali melebihi belanja langsung (BD) yang lebih berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

"Struktur APBD kita masih terbalik. Belanja tidak langsung justru lebih besar daripada belanja langsung. Padahal, belanja langsung seperti pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan yang seharusnya menjadi prioritas," papar Prabowo.

Ia mencontohkan, di beberapa daerah, anggaran untuk biaya perjalanan dinas (travel) dan representasi (reps) mencapai puluhan miliar rupiah, sementara anggaran untuk pembangunan sarana kesehatan dasar masih minim.

Ongkos Politik dalam Anggaran Daerah

Salah satu isu utama yang dikeluarkan Prabowo adalah adanya ongkos politik dalam pengelolaan anggaran daerah. Menurutnya, banyak proyek yang disetujui bukan berdasarkan kebutuhan masyarakat, melainkan untuk memenuhi kepentingan politik tertentu.

"Ada proyek yang disetujui hanya untuk memenuhi janji kampanye atau untuk memenuhi kepentingan kelompok tertentu. Ini yang menyebabkan banyak proyek berhenti di tengah jalan atau tidak memberikan manfaat maksimal," jelas Prabowo.

Ia menambahkan bahwa praktik ini mengakibatkan pemborosan anggaran dan merugikan negara. Prabowo berjanji akan melakukan reformasi dalam pengelolaan anggaran daerah jika terpilih sebagai presiden.

Reaksi dari Pemerintah Daerah

Pernyataan Prabowo mendapat beragam respons dari pemerintah daerah. Beberapa kepala daerah setuju dengan kritik yang dilontarkan Prabowo dan menyatakan siap melakukan reformasi dalam pengelolaan anggaran.

"Kita terbuka untuk kritik dan saran. Jika ada anggaran yang dinilai boros atau tidak efektif, kita akan evaluasi kembali. Kepentingan rakyat adalah yang utama," kata seorang bupati dari Jawa Timur yang meminta tidak disebutkan namanya.

Akan tetapi, ada juga pemerintah daerah yang menilai kritik Prabowo terlalu generalisatif. Mereka menegaskan bahwa pengelolaan anggaran di daerah sudah dilakukan secara transparan dan sesuai peraturan yang berlaku.

"Kami sudah menerapkan e-budgeting dan sistem pengawasan yang ketat. Setiap pengeluaran anggaran sudah melalui prosedur yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar seorang gubernur dari Kalimantan yang juga meminta anonimitas.

Tantangan Reformasi Anggaran Daerah

Reformasi pengelolaan anggaran daerah yang diusung Prabowo tidak akan mudah. Terdapat banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari resistensi internal di pemerintah daerah hingga perubahan sistem yang membutuhkan waktu.

Para ahli fiskal daerah menilai bahwa perubahan dalam pengelolaan anggaran memerlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Selain itu, diperlukan juga perubahan dalam budaya birokrasi dan pengawasan yang lebih ketat.

"Reformasi anggaran daerah bukan hanya soal perhitungan, tapi juga soal perubahan budaya. Kita perlu mendorong transparansi dan akuntabilitas di setiap level pengelolaan anggaran," kata seorang akademisi dari Universitas Indonesia.

Dengan demikian, pernyataan Prabowo mengenai pemangkatan anggaran daerah dan bongkar masalah ongkos politik menjadi isu penting yang perlu menjadi perhatian bersama. Bagaimana implementasi janji ini setelah Prabowo resmi menjabat sebagai presiden menjadi tunggu-tunggu bagi masyarakat Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Maharani

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter