18, 2026
Nasional

Transjakarta Matikan Lift dan Eskalator Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Hendra Hartono
Hendra Hartono Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Transjakarta Matikan Lift dan Eskalator Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Operator Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta mengumumkan penghentian sementara operasional lift dan eskalator di sejumlah halte akibat dampab abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menyelimuti wilayah Jakarta dan sekitarnya. Keputusan ini diambil untuk menjamin keselamatan penumpang serta menjaga kelangsungan operasional armada bus yang menjadi tulang punggung transportasi massal di ibu kota.

Kepala Divisi Humas Transjakarta, Harry Kinaldy, mengatakan bahwa pihaknya secara proaktif mengambil langkah preventif guna mengurangi risiko bahaya akibat timbulnya abu vulkanik. "Abu vulkanik dapat menyebabkan kerusakan pada komponen mesin lift dan eskalator jika masuk ke bagian sensitif perangkat. Selain itu, abu juga membuat permukaan menjadi licin dan berpotensi menimbulkan bahaya tergelincir bagi penumpang," ujarnya dalam siaran pers yang diterima pada Rabu (15/11).

Dampab Abu Vulkanik terhadap Infrastruktur

Abu vulkanik yang berasal dari letusan Gunung Anak Krakatau pada Selasa (14/11) ternyata memiliki dampab signifikan terhadap infrastruktur transportasi publik. Partikel-partikel halus yang terbawa angin ini tidak hanya mengganggu kesehatan manusia, tetapi juga berpotensi merusak sistem elektronik dan mesin yang sensitif.

Untuk lift dan eskalator, abu vulkanik dapat masuk ke sistem gesek dan bearing, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan mekanis. "Kami melakukan inspeksi rutin di beberapa halte utama dan menemukan adanya lapisan abu yang cukup tebal di area lift dan eskalator. Untuk itu, kami memutuskan untuk menghentikan operasionalnya secara sementara," jelas Harry.

Transjakarta mencatat ada sekitar 15 halte yang terdampak langsung oleh kondisi ini, termasuk hal-halte strategis seperti Halte Blok M, Halte Bundaran HI, dan Halte Senen. Di area-area tersebut, lift dan eskalator yang biasanya beroperasi penuh kini hanya digunakan dalam kondisi terbatas atau sama sekali tidak diaktifkan.

Tindakan Darurat dan Alternatif Penumpang

Sebagai antisipasi, Transjakarta telah menyiapkan beberapa langkah darurat untuk memastikan layanan tetap berjalan meskipun ada beberapa fasilitas yang dinonaktifkan. Pertama, penumpang yang mengalusi difabel atau membawa barang berat akan dibantu oleh petugas halte untuk menggunakan akses alternatif.

Kedua, Transjakarta meningkatkan frekuensi operasi bus di koridor yang terdampak untuk mengurangi kepadatan penumpang. "Kami meminta para penumpang untuk bersabar dan menggunakan tangga biasa dengan hati-hati. Kami juga sudah menyiapkan petugas di setiap halte untuk membantu dan mengarahkan penumpang," tambah Harry.

Untuk menangani masalah abu vulkanik, Transjakarta juga bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk melakukan penyemprotan air di sekitar halte-halte. Tindakan ini dilakukan untuk mengurangi konsentrasi abu yang melayang di udara serta menetralisir dampab negatifnya terhadap fasilitas umum.

Kesiapan Menghadapi Bencana Alam

Insiden ini menunjukkan pentingnya kesiapan operator transportasi publik dalam menghadapi bencana alam. Transjakarta menyatakan bahwa kejadian ini menjadi evaluasi bagi mereka untuk lebih meningkatkan sistem respons darurat di masa depan.

"Kami akan membuat standar operasional baru khusus untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrem atau bencana alam. Termasuk penyiapan peralatan pelindung diri untuk petugas, sistem komunikasi yang lebih efektif, serta penyesuaian jadwal operasional jika diperlukan," jelas Harry.

Sementara itu, warga diminta untuk selalu memantau informasi resmi dari Transjakarta melalui aplikasi resmi atau media sosial terkait perubahan jadwal atau fasilitas yang tidak beroperasi. "Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama kami. Semua keputusan yang diambil bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik dalam kondisi apa pun," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Hartono

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter