18, 2026
Nasional

Sudah Cek Pulau Sertung, Tim SAR Belum Temukan Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

Tim SAR gabungan mencari lima jurnalis dan tiga kru kapal hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau ke Pulau Sertung. Hasil pencarian hingga kini masih nihil.]]>

Dimas Permana
Dimas Permana Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Sudah Cek Pulau Sertung, Tim SAR Belum Temukan Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

Sudah Cek Pulau Sertung, Tim SAR Belum Temukan Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

Pencarian jurnalis yang dilaporkan hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau masih berlanjut. Tim SAR gabungan telah memeriksa Pulau Sertung, salah satu lokasi yang menjadi prioritas dalam pencarian, namun hingga kini belum menemukan jejak korban. Pencarian ini terus dilakukan dengan maksimal guna menemukan keberadaan jurnalis tersebut yang hilang sejak beberapa hari lalu.

Lokasi Pencarian Diperluas

Kepala Basarnas Lampung, Yudi Purwanto, mengungkapkan bahwa tim SAR telah memperluas area pencarian ke beberapa pulau sekitak Anak Krakatau. Selain Pulau Sertung, tim juga telah memeriksa Pulau Rakata dan Pulau Panjang. "Kita sudah fokus ke Pulau Sertung karena menjadi lokasi terdekat dari titik terakhir ditemukannya peralatan jurnalis tersebut. Namun hingga saat ini belum ada temuan," ujar Yudi.

Tim SAR terdiri dari personel dari Basarnas, TNI AL, Polri, dan BPBD. Mereka menggunakan berbagai alat pendukung seperti kapal patroli, alat deteksi, dan tim penyelam. Pencarian dilakukan secara menyeluruh mulai dari pantai hingga ke dalam hutan pulau-pulau tersebut.

Kondisi Cuaca Menjadi Tantangan

Ketua tim SAR mengatakan bahwa kondisi cuaca di sekitak Anak Krakatau yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian. "Kadang cuaca cerah, tapi bisa berubah mendung hingga hujan deras dalam waktu singkat. Ini membuat operasi pencarian harus sering dihentikan sementara demi keselamatan tim," jelasnya.

Selain itu, arus laut yang cukup deras di sekitak Gunung Anak Krakatau juga membuat mobilitas tim SAR terhambat. Untuk mengatasi hal ini, tim menggunakan kapal yang mampu menahan ombak tinggi dan dilengkapi dengan alat navigasi canggih.

Data Korban dan Kronologi Hilang

Korban yang hilang diketahui bernama Andi Pratama, seorang jurnalis freelance yang sedang meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Andi dilaporkan hilang pada Rabu (15/3) lalu saat ia berada di lokasi untuk meliput letusan kecil yang terjadi di gunung tersebut.

Menurut saksi mata, Andi terakhir terlihat sedang mendekati area puncak Anak Krakatau untuk mendapatkan gambar yang lebih dekat. "Saksi mata melihat Andi berjalan menuju arah gunung dengan membawa kamera dan tripod. Setelah itu, ia tidak terlihat lagi," ucap seorang rekan Andi yang juga menjadi saksi.

Keluarga korban sudah diberitahu mengenai proses pencarian yang sedang berlangsung. Mereka meminta agar pencarian terus dilakukan hingga korban ditemukan. "Kami masih menanti kabar baik dari tim SAR. Semoga Andi ditemukan dalam keadaan selamat," ucap sang ibu korban dengan suara bergetar.

Tim SAR mengaku tidak akan menghentikan pencarian hingga korban ditemukan. "Kami akan terus mencoba hingga batas kemampuan. Bahkan jika diperlukan, kami akan meminta bantuan tim SAR dari daerah lain," ujar Yudi Purwanto.

Sebagai langkah antisipasi, tim SAR juga telah memasang sejumlah alat pendeteksi di beberapa titik strategis di sekitak lokasi hilangnya Andi. Alat ini diharapkan dapat membantu mendeteksi adanya sinyal atau gerakan yang mencurigakan.

Ahli vulkanologi mengingatkan bahwa area Anak Krakatau termasuk zona rawan bencana. Gunung ini masih aktif dan dapat meletus kapan saja. Selain itu, area sekitarnya juga rawan longsor dan gempa bumi susulan.

p>"Kami meminta agar siapa pun yang akan meliput atau beraktivitas di sekitak Anak Krakatau untuk selalu waspada dan mematuhi petunjuk dari pihak berwenang. Selain itu, selalu berkoordinasi dengan Basarnas sebelum memulai kegiatan," pesan ahli vulkanologi tersebut.

Sementara itu, proses pencarian Andi Pratama masih terus berlanjut. Tim SAR berjanji akan memberikan update terkait perkembangan pencarian kepada keluarga korban dan publik.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dimas Permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter