17, 2026
Politik

Suahasil Berpengalaman di Kemenkeu, DPR Yakin Jaga Kreadibilitas APBN

Suahasil Bukan Orang Baru di Kemenkeu, DPR Yakin Bisa Kelola APBN Dukung Visi Misi]]>

Wulan Simanjuntak
Wulan Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Suahasil Berpengalaman di Kemenkeu, DPR Yakin Jaga Kreadibilitas APBN

Suahasil Berpengalaman di Kemenkeu, DPR Yakin Jaga Kredibilitas APBN

DPR RI menegaskan komitmen untuk menjaga kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui pengawasan ketat dan sinergi yang optimal dengan pemerintah. Dalam hal ini, pengalaman anggota DPR yang pernah menjabat di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dinilai menjadi aset berharga dalam proses pembahasan dan pengawasan anggaran.

Ketua Komisi XI DPR RI, Suahasil, menyatakan bahwa pengalaman kerja di Kemenkeu menjadi bekal penting bagi dirinya dan sejumlah anggota DPR lainnya dalam memahami secara mendalam mekanisme pelaksanaan APBN. Menurutnya, pemahaman ini sangat krusial bagi DPR dalam melakukan fungsi pengawasan agar anggaran benar-benar berdampak pada kesejahteraan rakyat.

Peran Pengalaman Profesional dalam Pengawasan Anggaran

Suahasil yang pernah menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Keuangan bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional mengungkapkan bahwa pengalaman di Kemenkeu memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi anggaran. "Pengalaman di Kemenkeu memungkinkan kami untuk melihat dari dua sisi, baik sebagai pengelola anggaran maupun sebagai pengawas. Ini membuat pengawasan kami lebih tepat sasar dan berdampak," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa banyak anggota DPR Komisi XI yang memiliki latar belakang serupa, sehingga sinergi antara DPR dan pemerintah dalam pengelolaan APBN menjadi lebih efektif. "Kami tidak hanya mengandalkan data dari pemerintah, tetapi juga mampu melakukan analisis mendalam berdasarkan pengalaman lapangan," jelasnya.

Pengawasan Berbasis Risiko untuk Optimalisasi Anggaran

Dalam rangka menjaga kredibilitas APBN, DPR mengimplementasikan pengawasan berbasis risiko. Pendekatan ini memungkinkan fokus pengawasan pada sektor-sektor yang berpotensi menyebabkan penyimpangan atau penyalahgunaan anggaran. Suahasil menjelaskan bahwa pengawasan berbasis risiko telah terbukti efektif dalam mengidentifikasi potensi isu sejak dini.

"Kami bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan pengawasan yang komprehensif. Melalui pendekatan berbasis risiko, kami dapat mengalokasikan sumber daya pengawasan secara optimal pada sektor-sektor yang membutuhkan perhatian khusus," katanya.

Salah satu contoh implementasi pengawasan berbasis risiko adalah pada penanganan pandemi COVID-19. DPR secara intensif mengawasi penggunaan anggaran penanganan pandemi untuk memastikan dana tersebut tepat sasar dan tidak ada penyimpangan. Hasilnya, pengawasan tersebut berhasil mencegah potensi penyelewengan dan memastikan anggaran berdampak maksimal pada penanganan krisis.

Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas

DPR menegaskan komitmen untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan APBN. Melalui berbagai mekanisme seperti rapat dengar pendapat, pengawatan anggaran, dan evaluasi pelaksanaan APBN, DPR memastikan setiap rupiah anggaran dapat dijelaskan secara jelas kepada publik.

Suahasil menekankan bahwa transparansi bukan hanya sekadar mekanisme administratif, melainkan komitmen etik dalam pengelolaan keuangan negara. "APBN adalah uang rakyat, setiap penggunaannya harus dapat dipertanggungjawabkan. DPR berperan penting dalam memastikan hal ini terwujud," tegasnya.

Untuk mewujudkan transparansi, DPR mendorong penerapan sistem e-budgeting dan e-procurement yang memungkinkan pelacakan digital setiap transaksi anggaran. Selain itu, DPR juga mendorong penguatan peran masyarakat dalam pengawasan anggaran melalui mekanisme lapor publik dan akses informasi yang lebih mudah.

Tantangan dan Solusi Masa Depan

Meski komitmen tinggi, DPR mengakui masih ada tantangan dalam menjaga kredibilitas APBN. Salah satu tantangan utama adalah kompleksitas struktur anggaran yang semakin bertambah seiring dengan berbagai program pemerintah. Selain itu, adanya potensi konflik kepentingan juga menjadi isu yang perlu diwaspadai.

Sebagai solusi, DPR berencana untuk meningkatkan kapasitas anggotanya melalui pelatihan dan pendidikan berkelanjutan, terutama dalam bidang akuntansi, keuangan publik, dan audit. Selain itu, DPR juga akan memperkuat kolaborasi dengan BPK, akademisi, dan masyarakat sipil untuk pengawasan yang lebih independen dan objektif.

Suahasil menambahkan bahwa teknologi digital akan menjadi pilar penting dalam pengawasan anggaran di masa depan. "Kami akan terus mengembangkan sistem pengawasan berbasis teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengawasan APBN," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Wulan Simanjuntak

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter