19, 2026
Teknologi

Soetta Terdampak Abu Anak Krakatau, KAI Tambah Kereta Yogya ke Jakarta

Fajar Hidayat
Fajar Hidayat Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Soetta Terdampak Abu Anak Krakatau, KAI Tambah Kereta Yogya ke Jakarta

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) mengalami dampak dari letusan Gunung Anak Krakatau yang menyembabkan hujan abu vulkanik. Akibatnya, beberapa penerbangan mengalami penundaan dan pembatalan. Sementara itu, PT KAI mengumumkan penambahan layanan kereta api dari Yogyakarta ke Jakarta untuk memfasilitasi penumpang yang terdampak.

Dampak Abu Vulkanik di Soetta

Hujan abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau pada Rabu (27/11/2023) sore membuat Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) mengalami beberapa gangguan. Menurut informasi dari PT Angkasa Pura II, operator bandara, aktivitas penerbangan di Bandara Soetta mengalami penyesuaian akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung.

"Kondisi cuaca di Bandara Soetta saat ini tidak memungkinkan untuk operasi penerbangan normal. Kita melihat adanya partikel abu vulkanik di udara yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan," ujar Juru Bicara PT Angkasa Pura II, Agus Purnomo, dalam keterangannya, Kamis (28/11/2023).

Akibatnya, beberapa penerbangan menuju dan berangkat dari Soetta mengalami penundaan dan beberapa bahkan dibatalkan. Maskapai-maskapai seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Citilink telah menginformasikan penyesuaian jadwal penerbangan mereka. Penumpang diminta untuk terus memantau informasi terbaru melalui website atau aplikasi masing-masing maskapai.

Tim medis dari Bandara Soetta juga telah disiagakan untuk membantu penumpang yang mengalami gangguan kesehatan akibat dampab abu vulkanik. Beberapa penumpang dilaporkan mengeluhkan gangguan pernafasan dan iritasi mata.

Respon PT KAI

Untuk mengantisipasi penumpang yang terdampak gangguan penerbangan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengumumkan penambahan layanan kereta api dari Yogyakarta ke Jakarta. Layanan tambahan ini akan beroperasi mulai Jumat (29/11/2023) hingga Minggu (1/12/2023).

"Kami melihat adanya kebutuhan transportasi alternatif bagi penumpang yang terdampak pembatalan atau penundaan penerbangan. Oleh karena itu, kami menambah frekuensi kereta api dari Yogyakarta ke Jakarta," kata Juru Bicara PT KAI, Joni Martinus, dalam keterangannya.

Menurut Joni, penambahan layanan ini berupa tambahan KA Argowisata dan KA Lodaya yang akan beroperasi pada malam hari. Total ada empat kereta api tambahan yang akan dioperasikan selama periode tersebut.

PT KAI juga telah mempersiapkan tim di stasiun-stasiun utama untuk membantu penumpang, terutama mereka yang memiliki tiket pesawat tapi terdampak pembatalan. Tim siap membantu penumpang dalam proses penggantian tiket atau pembelian tiket kereta api.

Persiapan Bandara Soetta

Pihak Bandara Soetta telah mengambil sejumlah langkah antisipasi untuk mengatasi dampak abu vulkanik. Tim khusus telah dibentuk untuk memantau kondisi cuaca dan kualitas udara di sekitar bandara. Selain itu, peralatan pengendali lalu lintas udara (ATC) juga dilengkapi dengan sistem filter khusus untuk melindungi peralatan dari dampab abu vulkanik.

"Kami juga telah mempersiapkan fasilitas khusus untuk penumpang yang membutuhkan bantuan. Area khusus disediakan bagi penumpang yang mengalami gangguan kesehatan akibat abu vulkanik," tambah Agus Purnomo.

Penumpang diminta untuk datang lebih awal ke bandara dan memeriksa kembali jadwal penerbangan mereka sebelum berangkat. Informasi terkait kondisi bandara dan jadwal penerbangan dapat diakses melalui website resmi Bandara Soetta atau aplikasi mobile yang tersedia.

Perkembangan Cuaca dan Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa aktivitas Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau. Meskipun letusan terjadi pada Rabu sore, potensi hujan abu vulkanik masih berlangsung hingga hari ini.

BMKG juga telah mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat aktivitas di luar ruangan terutama bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan pernafasan. Selain itu, membersihkan permukaan rumah dan kendaraan secara berkala juga dianjurkan untuk mencegah dampak jangka panjang dari abu vulkanik.

Sementara itu, PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Geologi) menyatakan status Gunung Anak Krakatau tetap pada Level II (Waspada). Gunung ini tetap dipantau secara intensif karena potensi letusan lebih besar masih ada.

Kementerian Perhubungan menyatakan akan terus memantau situasi dan mengambil langkah-langkah perlu guna memastikan keselamatan dan kenyamanan para penumpang selama kondisi ini berlangsung.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Fajar Hidayat

Penulis berita kesehatan nasional dan kebijakan layanan medis.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter