19, 2026
Nasional

Gagal Terbang Efek Anak Krakatau, Penumpang di Bandara Jambi Memilih Bertahan

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gagal Terbang Efek Anak Krakatau, Penumpang di Bandara Jambi Memilih Bertahan

Bandara Sultan Thaha Jambi menghadapi situasi tidak biasa selama beberapa hari terakhir. Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang meningkat menyebabkan penundaan dan pembatalan penerbangan secara mendadak. Akibatnya, puluhan penumpang terjebak di bandara dengan status tidak pasti. Alih-alih memilih kembali ke rumah, sejumlah besar penumpang memilih untuk bertahan di sekitar bandara, menunggu situasi membaik.

Situasi Bandara yang Kacau

Sekitar 150 penumpang terjebak di Bandara Sultan Thaha Jambi pada Rabu (26/6) lalu. Mereka adalah penumpang penerbangan yang rencananya akan tujuan Jakarta dan Palembang. Namun, karena kondisi cuaca yang buruk dipengaruhi abu vulkanik dari Anak Krakatau, seluruh penerbangan dibatalkan atau ditunda tanpa jadwal pasti.

Kepala Bandara Sultan Thaha Jambi, Ahmad Fauzi, mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan segala upaya untuk memberikan informasi kepada para penumpang. "Kami sudah memberitahukan bahwa penerbangan tidak bisa dilaksanakan karena faktor cuaca. Abu vulkanik dari Anak Krakatau masih menyelimuti wilayah udara sekitar Jambi," jelas Fauzi.

Situasi ini membuat banyak penumpang bingung. Beberapa di antaranya sudah menunggu selama dua hari tan ada kepastian kapan penerbangan akan berangkat kembali. Hotel-hotel di sekitar bandara pun mulai penuh oleh penumpang yang memilih untuk menginap sembari menunggu.

Keputusan Bertahan Menanti

Diantara puluhan penumpang terjebak, sebagian besar memilih untuk tidak kembali ke rumah. Mereka lebih memilih untuk menunggu di sekitar bandara atau menginap di hotel daripada harus kembali dengan kendaraan darat yang memakan waktu lebih lama.

"Saya sudah hubungi kantor, saya bisa bekerja dari sini. Jadi saya memilih untuk tinggal di hotel dekat bandara. Lebih praktis daripada pulang ke Jambi lalu harus datang lagi besok," ujar Budi Santoso, seorang penumpang penerbangan tujuan Jakarta.

Keputusan serupa diambil oleh penumpang lainnya, Ratna Dewi. Ia yang hendak ke Palembang untuk urusan keluarga memilih menginap di hotel daripada kembali ke Jambi. "Biayanya lebih mahal jika kembali dan datang lagi. Jadi saya memilih tinggal dulu di sini," ujarnya singkat.

Pihak bandara bersama pihak maskapai telah menyediakan fasilitas dasar bagi para penumpang yang terjebak. Mereka diberikan ruang tunggu yang nyaman, serta fasilitas makan dan minum. Beberapa maskapai juga memberikan kompensasi berupa voucher makan dan penginapan bagi penumpang yang terjebak lebih dari 24 jam.

Dampak Aktivitas Anak Krakatau

Menurut Badan Geologi dan Mineral Nasional, aktivitas Gunung Anak Krakatau terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Aktivitas vulkanik ini menghasilkan abu vulkanik yang dapat mencapai ketinggian hampir 1.000 meter di atas permukaan laut.

"Abu vulkanik tersebut bergerak ke arah utara dan timur laut. Wilayah udara di sekitar Jambi termasuk yang terdampak. Untuk itu, kami sudah menerbitkan peringatan bagi para pilot untuk berhati-hati saat terbang di wilayah tersebut," jelas Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Geologi, Hendra Gunawan.

Sementara itu, pihak maskapai yang melayani rute Jambi-Jakarta dan Jambi-Palembang mengaku sudah melakukan monitoring terhadap perkembangan situasi. "Kami terus memantau perkembangan cuaca dan aktivitas vulkanik. Keputusan untuk membatalkan penerbangan adalah demi keselamatan penumpang dan awak pesawat," ujar juru bicara salah satu maskapai.

Tanggapan Pemerintah Daerah

Pemerintah Provinsi Jambi telah membentuk tim khusus untuk mengatasi situasi ini. Tim tersebut terdiri dari perwakilan dari BPBD, Dinas Perhubungan, dan TNI/Polri. Mereka bertugas untuk memantau situasi dan memberikan bantuan bagi para penumpang terjebak.

Gubernur Jambi, Fachrori Umar, menyatakan bahwa pihaknya siap membantu para penumpang yang terjebak. "Kami akan bekerja sama dengan maskapai dan pihak bandara untuk memberikan kemudahan bagi penumpang. Jika perlu, kami akan menyediakan transportasi darat bagi mereka yang memilih untuk kembali ke Jambi," ujar Fachrori.

Sampai saat ini, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih diwaspadai. Pihak berwenang terus memantau perkembangannya. Para penumpang di Bandara Sultan Thaha Jambi pun terus menunggu dengan harap agar situasi segeru membaik sehingga mereka bisa melanjutkan perjalanan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter