17, 2026
Gaya Hidup

SMA-SMK di Banten Berlakukan PJJ 3 Hari Buntut Erupsi Anak Krakatau

Pemprov Banten menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk SMA dan SMK selama 3 hari akibat erupsi Gunung Anak Krakatau demi kesehatan siswa.]]>

Teguh Setiawan
Teguh Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

SMA-SMK di Banten Berlakukan PJJ 3 Hari Buntut Erupsi Anak Krakatau

SMA-SMK di Banten Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh 3 Hari Akibat Erupsi Anak Krakatau

Pemerintah Provinsi Banten menginstruksikan seluruh sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama tiga hari ke depan. Keputusan ini diambil sebagai antisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Rabu (27/9/2023) lalu.

Erupsi Menyebabkan Awan Abu Vulkanis

Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Rabu pagi lalu mengakibatkan sejumlah kolom abu vulkanis mencapai ketinggian 800 meter di atas puncak gunung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat erupsi ini berlangsung selama 2 menit 51 detik dengan amplitudo gempa vulkanis mencapai 46 milimeter.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Ahmad Yani, mengatakan bahwa kebijakan PJJ ini diterapkan untuk menjaga kesehatan para siswa dan guru. "Kami khawatir jika abu vulkanis masih mengendap di udara, dapat berdampak kesehatan, terutama pada pernafasan siswa dan guru," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Banten.

Wilayah Terdampak Paling Parah

Kebijakan PJJ ini berlaku khusus untuk sekolah yang terletak di wilayah yang berpotensi terdampak abu vulkanis, terutama di kabupaten-kabupaten pesisir seperti Serang, Pandeglang, dan Lebak. "Untuk SMA dan SMK yang berada di kota Tangerang dan Cilegon, kebijakan ini bersifat waspada dan akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi cuaca dan tingkat konsentrasi abu," tambah Yani.

Para guru diminta untuk tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring menggunakan berbagai platform digital yang telah disiapkan oleh pemerintah provinsi. "Kami telah memastikan semua guru memiliki akses ke platform pembelajaran daring dan telah mendapat pelatihan terkait penggunaannya," jelasnya.

Persiapan Darurat dan Monitoring Kesehatan

Selain menerapkan PJJ, pemerintah provinsi juga telah mempersiapkan beberapa langkah darurat. RSUD Lebak dan RSUD Serang telah menyiapkan ruang isolasi serta masker dan obat-obatan untuk penanganan dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanis.

"Tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten juga akan melakukan monitoring kesehatan di beberapa sekolah yang berada di wilayah terdampak," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dr. H. Maman Sulaeman, M.Kes.

Warga di sekitar wilayah pesisir Banten diminta untuk tetap waspada dan mengikuti himbauan dari pemerintah terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Warga juga disarankan untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mencegah masuknya abu vulkanis ke saluran pernafasan.

Reaksi dari Orang Tua dan Siswa

Kebijakan ini mendapat berbagai reaksi dari orang tua siswa. Beberapa diantaranya mendukung penuh keputusan pemerintah provinsi. "Saya setuju dengan kebijakan ini, kesehatan anak-anak lebih utama," kata Ibu Siti, salah satu orang tua siswa di SMA Negeri 1 Pandeglang.

Di sisi lain, ada juga orang tua yang khawatir dengan efektivitas pembelajaran jarak jauh. "Saya khawatir anak tidak fokus saat belajar di rumah. Semoga guru bisa memberikan materi yang tetap efektif," ujar Bapak Ahmad, orang tua siswa SMK Negeri 1 Serang.

Siswa sendiri pun menanggapi beragam. "Sedikit lega karena tidak perlu keluar rumah, tapi juga sedikit khawatir soal materi pelajaran yang mungkin tidak berjalan maksimal," kata Rina, siswa kelas 12 SMA Negeri 1 Cilegon.

Monitoring Terus Dilakukan

Pemerintah Provinsi Banten akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan tingkat konsentrasi abu vulkanis. "Kami akan evaluasi kembali kebijakan PJJ setelah tiga hari ke depan. Jika kondisi sudah aman, siswa dapat kembali ke sekolah untuk belajar tatap muka," kata Gubernur Banten, Wahidin Halim.

BMKG juga terus memantau aktivitas gunung berapi tersebut. "Kami akan memberikan informasi terkait perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau secara berkala kepada pemerintah provinsi dan masyarakat," kata Kepala BMKG Wilayah Banten.

Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap tenang. "Kami akan terus memberikan informasi yang akurat dan jelas mengenai kondisi terkini," kata Wagub Banten, Andika Hazrumy.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Setiawan

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter