Bandara Soekarno-Hatta Sepi Usai Ditutup Akibat Erupsi Anak Krakatau
Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) mengalami situasi lengang usai ditutup selama lebih dari 24 jam akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Penutupan bandara yang berdampak pada ribuan penumpang ini menyisakan beberapa penumpang yang memilih untuk bertahan di area terminal menunggu kabar kebijakan operasional kembali dibuka.
Sejak Kamis (27/12/2018) malam hingga Jumat (28/12/2018) siang, Bandara Soekarno-Hatta yang biasanya ramai penumpang dan kegiatan penerbangan terlihat sepi. Area check-in dan ruang tunggu penumpang nyaris kosong, berbeda drastis dengan kondisi normalnya yang selalu ramai dikunjungi wisatawan dan penumpang bisnis.
Kondisi Bandara Pasca Penutupan
Kepala Unit Komunikasi Publik Bandara Soekarno-Hatta Yudi Marsanda mengatakan bahwa penutupan bandara dilakukan untuk mengantisipasi dampab abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. "Kami melakukan penutupan untuk keselamatan penerbangan. Abu vulkanik sangat berbahaya bagi mesin pesawat," ujar Yudi saat ditemui di lokasi.
Setelah dilakukan pengecekan kondisi udara oleh petugas teknis, bandara akhirnya dibuka kembali pada Jumat (28/12/2018) siang. Namun, operasional penerbangan masih terbatas dan mengalami penundaan. Beberapa maskapai seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Citilink mengumumkan penyesuaian jadwal penerbangan.
Penumpang yang Bertahan di Terminal
Di tengah situasi lengang ini, sejumlah penumpang terlihat masih bertahan di area terminal bandara. Mereka memilih untuk tidak pergi dan menunggu informasi terkait jadwal penerbangan mereka.
"Saya sudah cek penerbangan saya besok, tapi masih belum jelas. Saya lebih baik tinggal di sini daripada bolak-balik. Kalau sudah jelas baru saya pergi," kata Ahmad, seorang penumpang asal Jakarta yang rencananya terbang ke Medan.
Sementara itu, Maria, wisatawan asing dari Belanda mengaku bingung dengan situasi yang terjadi. "Saya tidak tahu harus ke mana. Hotel sudah booking, tapi penerbangan dibatalkan. Saya coba tanya ke stasiun informasi, tapi mereka juga belum jelas," ucapnya sambil menunjukkan tiket pesawat yang sudah tidak berlaku.
Dampak Erupsi Anak Krakatau
Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Rabu (26/12/2018) malam mengakibatkan tsunami di wilayah pesisir Banten dan Lampung. Bencana alam ini juga mengakibatkan penutupan sejumlah jalur transportasi udara, darat, dan laut.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), erupsi Anak Krakatau menghasilkan kolom abu setinggi 500 meter di atas puncak gunung. Abu vulkanik ini tersebar hingga wilayah Jakarta dan sekitarnya, menyebabkan penurunan kualitas udara.
Upaya Normalisasi Operasional
PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta mengaku sedang berupaya untuk segera normalisasi operasional bandara. "Kami sudah meminta maskapai untuk segera mengumumkan jadwal terbaru kepada penumpang. Kami juga mempersiapkan akomodasi bagi penumpang yang membutuhkan," jelas Yudi Marsanda.
Untuk memudahkan penumpang, pihak bandara menyediakan layanan informasi di berbagai titik dan meningkatkan komunikasi melalui media sosial. Selain itu, petugas juga diterjunkan untuk membantu penumpang yang mengalami kesulitan.
Kondisi Umum Bandara
Meski operasional masih terganggu, fasilitas di dalam bandara tetap berjalan normal. Restoran, toko, dan fasilitas umum lainnya tetap buka dan melayani para penumpang yang masih berada di dalam area terminal.
"Kami memastikan semua fasilitas tetap berjalan untuk kenyamanan penumpang. Kami juga menyediakan tempat tidur darurat bagi penumpang yang membutuhkan istirahat," tambah Yudi.
Dengan kondisi yang masih belum sepenuhnya normal, penumpang diminta untuk selalu memeriksa informasi terkait jadwal penerbangan melalui website resmi maskapai atau aplikasi yang tersedia. Pihak bandara berjanji akan terus memberikan update terkait perkembangan operasional.
Komentar (0)