17, 2026
Gaya Hidup

Gubernur Kalsel Perintahkan Rumah Sakit Prioritaskan Korban KM Virgo Transport 8

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/14/6aa6e83442b6f-petugas-kesehatan-memberikan-pertolongan-kepada-seorang-korban-selamat-dalam-kecelakaan-kapal-virgo-transport-8_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Dewi Lestari
Dewi Lestari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gubernur Kalsel Perintahkan Rumah Sakit Prioritaskan Korban KM Virgo Transport 8

Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Sahbirin Noor memerintahkan seluruh rumah sakit di provinsi tersebut untuk memberikan prioritas dalam penanganan korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8. Kapal penumpang yang membawa 44 orang ini tenggelam di perairan Desa Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, pada Selasa (13/9/2022) sekitar pukul 14.00 WITA.

Dalam arahannya, Gubernur Sahbirin Noor menekankan perlunya penanganan medis yang cepat dan tepat bagi para korban. "Saya perintahkan seluruh rumah sakit di Kalsel untuk memberikan prioritas penanganan bagi korban KM Virgo Transport 8. Jangan sampai ada korban yang terlambat mendapat pertolongan medis," ujar Gubernur saat dikonfirmasi, Rabu (14/9/2022).

Kronologi Kecelakaan Laut

Menurut informasi dari Basarnas, KM Virgo Transport 8 mengangkut 44 penumpang dan 12 awak kapal. Kapal ini berlayar dari Pelabuhan Tanjung Serangan, Kabupaten Kotabaru, menuju Pelabuhan Trisakti, Kabupaten Banjar. Namun, di tengah perjalanan, kapal dilaporkan mengalami masalah dan akhirnya tenggelam.

Seorang saksi mata yang selamat, Ahmad (45), mengatakan bahwa kapal tiba-tiba terombang-ambang sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam. "Saya sedang tidur di dalam kamar saat tiba-tiba kapal terasa sangat miring. Saya lalu berlari ke atas dan melihat air sudah mulai masuk ke dalam kapal," ujarnya.

Kapal yang berlayar dengan kondisi cuaca buruk tersebut diduga kehilangan kendali akibat ombak besar. "Saat kejadian, cuaca di perairan Kotabaru memang buruk dengan tinggi ombak mencapai 3-4 meter," jelas Kepala Basarnas Kotabaru, Muhammad Rizki.

Evakuasi Masih Berlangsung

Hingga Rabu siang, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari Basarnas, TNI/Polri, dan SAR. Dari total 56 orang yang ada di kapal, 32 orang telah berhasil diselamatkan. Sementara itu, 12 orang dinyatakan tewas dan 12 orang lainnya masih dalam pencarian.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Joko Triyono mengatakan pihaknya masih berupaya memastikan jumlah pasti korban. "Kami masih melakukan koordinasi dengan tim SAR untuk memastikan apakah masih ada korban yang terjebak di dalam kapal atau masih di atas kapal yang tenggelam," jelasnya.

Respons Pemerintah Daerah

Gubernur Sahbirin Noer yang langsung turun ke lokasi kejadian memimpin langsung operasi SAR. Ia juga menyatakan siap mengalokasikan dana darurat untuk membantu korban dan keluarga yang terdampak.

Sementara itu, Bupati Kotabaru, H Mardani, meminta masyarakat untuk tidak panik dan tetap kooperatif dengan tim SAR. "Pemerintah daerah siap membantu segala kebutuhan evakuasi dan penanganan korban. Kami juga akan membuka posko darurat di Kantor Bupati Kotabaru," ujarnya.

Pencegahan di Masa Depan

Insiden ini kembali menyoroti masalah keselamatan pelayaran di Indonesia. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memerintahkan seluruh kapal penumpang untuk segera melakukan inspeksi keselamatan.

Gubernur Sahbirin Noer juga berencana mengadakan rapat dengan pihak terkait untuk mengevaluasi sistem pelayaran di Kalsel. "Kami akan memastikan bahwa semua kapal yang beroperasi di wilayah Kalsel memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dewi Lestari

Penulis kesehatan & nutrisi. Fokus pada topik gizi keluarga dan pola hidup sehat alami.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter