17, 2026
Teknologi

Ramai Narasi Rute KM Virgo Berputar-putar Sebelum Tenggelam, KNKT Buka Suara

KNKT menyelidiki kecelakaan KMP Virgo Transport 8 yang karam di Laut Jawa. 114 korban telah dievakuasi, sementara 129 orang masih hilang.]]>

Tania Sari
Tania Sari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Ramai Narasi Rute KM Virgo Berputar-putar Sebelum Tenggelam, KNKT Buka Suara

Ramai Narasi Rute KM Virgo Berputar-putar Sebelum Tenggelam, KNKT Buka Suara

Kapal Motor (KM) Virgo yang tenggelam di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (22/7) masih menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Berbagai narasi mengenai perjalanan kapal sebelum tenggelam bermunculan, termasuk dugaan bahwa kapal sempat berputar-putar sebelum akhirnya hilang di dasar laut. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akhirnya buka suara soal hal ini.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (24/7), Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan bahwa pihaknya sedang mengumpulkan berbagai bukti dan keterangan terkait kejadian tenggelamnya KM Virgo. "Kami masih dalam tahap awal investigasi. Ada beberapa saksi yang menyebutkan bahwa kapal sempat berbelok-belok atau berputar-putar sebelum tenggelam. Namun kami perlu memverifikasi informasi ini," ujar Soerjanto.

Rute Perjalanan KM Virgo Sebelum Tenggelam

Berdasarkan keterangan awal, KM Virgo berangkat dari Pelabuhan Muara Angke Jakarta pukul 08.00 WIB dengan tujuan Pulau Pramuka. Kapal membawa 98 penumpang dan 12 awak kapal. Namun sekitar pukul 10.30 WIB, kapal dilaporkan tenggelam di titik koordinat 5°51'41.6"S 106°39'01.8"E, sekitar 5 mil laut dari Pulau Tidung.

Beberapa penumpang yang selamat menyebutkan bahwa sebelum tenggelam, KM Virgo sempat mengalami gangguan mesin. "Saya melihat mesin kapal tiba-tiba berhenti dan ada percikan api. Kemudian kapal miring ke kiri dan air mulai masuk dengan cepat," kata salah satu penumpang yang berhasil diselamatkan.

Dugaan Kapal Berputar-putar

Narasi tentang KM Virgo yang berputar-putar sebelum tenggelam semakin ramai setelah beberapa saksi mata dan penumpang selatan memberikan keterangan serupa. Menurut mereka, kapal sempat berbelok beberapa kali sebelum akhirnya tenggelam.

"Saat itu saya sedang di dek. Saya lihat kapal tiba-tiba berbelok ke kiri, lalu ke kanan, dan lagi ke kiri. Sepertinya ada yang salah dengan kemudi atau mesin," kata seorang penumpang lainnya.

Dengan berbagai keterangan ini, KNKT mengaku sedang mempelajari kemungkinan bahwa gangguan pada sistem kemudi atau mesin menjadi pemicu utama kejadian. "Kami sedang memeriksa kondisi mesin dan sistem kemudi yang tersisa. Jika memang ada kerusakan, itu bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kapal tidak dapat dikendalikan dengan baik," jelas Soerjanto.

Proses Evakuasi dan Pencarian Korban

Setelah mendapat laporan tentang KM Virgo yang tenggelam, Basarnas langsung melakukan evakuasi. Pencarian dan penyelamatan dilakukan oleh sejumlah kapal dari Basarnas, TNI AL, dan Polri. Hingga Sensi (24/7), tim pencarian masih terus mencari korban yang masih hilang.

Respon Pemerintah dan Upaya Penyelamatan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah memerintahkan agar KNKT segera melakukan investigasi menyeluruh terkait kejadian ini. "Kami meminta agar investigasi dilakukan secara transparan dan mendalam. Jika ada kesalahan atau kelalaian, kami akan tindak tegas sesuai aturan yang berlaku," kata Budi Karya.

Pemerintah juga telah mengaktifkan posko darurat di Pelabuhan Muara Angke untuk membantu para korban dan keluarga korban. Selain itu, pemerintah memberikan bantuan kesehatan dan psikologis bagi para korban selamat dan keluarga korban yang masih ditemukan.

Investigasi KNKT dan Langkah Pencegahan

KNKT mengatakan bahwa investigasi akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi kapal, cuaca saat kejadian, dan kemungkinan kesalahan manusia. "Kami akan memeriksa segala aspek mulai dari persiapan pelabuhan, kondisi kapal saat berlayar, hingga respons awal saat kejadian terjadi," jelas Soerjanto.

Hasil investigasi diharapkan dapat memberikan gambaran jelas tentang penyebab tenggelamnya KM Virgo dan memberikan rekomendasi untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. KNKT juga akan memeriksa kesesuaian antara dokumen operasional kapal dengan kondisi sebenarnya saat kejadian.

Kondisi Cuaca di Lokasi Kejadian

Berdasarkan data dari BMKG, pada hari Sabtu (22/7) di wilayah Kepulauan Seribu terjadi hujan dengan kecepatan angin mencapai 20-25 knot. Kondisi ini dapat mempengaruhi stabilitas kapal, terutama jika kapal mengalami gangguan mesin.

Reaksi Masyarakat dan Tuntutan

Kejadian tenggelamnya KM Virgo menimbulkan reaksi kaget dan sedih di masyarakat. Banyak netizen yang menyampaikan belasungkawa dan berharap korban yang masih hilang segera ditemukan. Selain itu, masyarakat menuntut agar pihak berwenang segera mengungkap penyebab pasti kejadian ini.

Kesimpulan dan Harapan

Tenggelamnya KM Virgo menjadi pengingat bagi seluruh pihak terkait tentang pentingnya keselamatan dalam transportasi laut. KNKT berjanji akan melakukan investigasi secara objektif dan menyeluruh untuk mengungkap penyebab kejadian ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Tania Sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter