19, 2026
Nasional

PSIM Pilih Tetap di Surabaya, Boyong 25 Pemain untuk Hadapi Persebaya dan Madura United

Lestari Maharani
Lestari Maharani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

PSIM Tetap di Surabaya, Siapkan 25 Pemain untuk Dua Laga Krusial

PSIM Yogyakarta telah mengumumkan keputusan untuk tetap bermarkas di Surabaya jelang pertandingan melawan Persebaya dan Madura United. Manajemen klub mengonfirmasi bahwa tim akan melanjutkan persiapan di Surabaya dengan membawa 25 pemain untuk menjalani dua laga penting tersebut. Keputusan ini diambil mempertimbangkan berbagai faktor termasuk fasilitas yang tersedia serta jadwal pertandingan yang padat.

Alasan Memilih Surabaya

Manajer PSIM, Ahmad Dhani, menjelaskan bahwa Surabaya dipilih sebagai tempat persiapan karena ketersediaan fasilitas latihan yang memadai. "Kami memilih Surabaya karena fasilitas yang ada di sana memungkinkan tim untuk berlatih dengan maksimal. Selain itu, lokasinya juga strategis mengingat kedua lawan kami berada di Jawa Timur," ujar Dhani dalam konferensi pers yang digelar secara virtual.

Dhani menambahkan bahwa kondisi fisik para pemain juga menjadi pertimbangan utama. "Dengan jadwal yang padat, kami perlu memastikan pemain dapat istirahat dengan baik dan memulai persiapan secara intensif. Surabaya menawarkan keseimbangan antara fasilitas latihan dan akomodasi yang memadai," katanya.

Daftar Pemain yang Dibawa

Dari 25 pemain yang dibawa, sebagian besar merupakan skuad inti yang biasa tampil di setiap pertandingan. Namun, ada beberapa nama baru yang turut serta dalam persiapan ini. "Kami membawa 25 pemain untuk memastikan kami memiliki cukup opsi di setiap lini. Beberapa pemain muda juga ikut dibawa untuk mendapatkan pengalaman," jelas Dhani.

Di lini pertahanan, PSIM masih mengandalkan Andik Rendika dan Zulfiandi sebagai bek kiri dan kanan utama. Pada posisi kiper, Egi Melgiansyah tetap menjadi pilihan utama dengan Muhammad Ridho sebagai cadangan. Di lini tengah, nama-nama seperti Fachruddin Aryo dan Achmad Fauzi akan menjadi tulang punggung tim.

Sementara itu di lini serang, PSIM masih bergantung pada kecepatan dan ketajaman striker asingnya, Bruno Meneghel. Dukungan dari pemain lokal seperti Aris Budi Prasetyo dan Ilham Udin Armaiyan diharapkan dapat memberikan variasi dalam serangan tim.

Tantangan Menghadapi Persebaya dan Madura United

Dua laga mendatang dianggap sebagai ujian sulit bagi PSIM. Pertandingan melawan Persebaya, yang merupakan rival sekota, selalu penuh gengsi. Sementara itu, Madura United dikenal sebagai tim yang tangguh di kandang.

Strategi yang akan diterapkan PSIM dalam kedua laga ini kemungkinan akan berbeda. Melawan Persebaya, PSIM diharapkan dapat menunjukkan permainan menyerang untuk membalikkan dominasi lawan. Sementara itu, saat melawan Madura United, PSIM mungkin akan lebih berhati-hati dengan memfokuskan pada pertahanan yang kuat.

Target di Akhir Musim

Dengan menyisahkan beberapa pertandingan di akhir musim, PSIM masih berpeluang untuk meraih posisi yang lebih baik di klasemen sementara. "Kami fokus pada satu pertandingan sekaligus. Namun, target kami tetap untuk finis di posisi yang lebih baik dari musim lalu. Dua poin dari kedua laga berikut ini sangat penting untuk mencapai target tersebut," tutup Dhani.

Para pendukung PSIM diharapkan dapat tetap memberikan dukungan penuh kepada tim meskipun bermain di luar kandang. "Dukungan dari suporter adalah kekuatan tersendiri bagi kami. Kami yakin dengan dukungan mereka, tim dapat memberikan performa terbaik," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Maharani

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter