19, 2026
Nasional

Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia

Nadia Santoso
Nadia Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada warga Indonesia yang mengalami kelaparan. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara di Jakarta, menyoroti pentingnya ketahanan pangan sebagai fonden keamanan nasional.

"Saya tidak ingin ada orang lapar di Indonesia. Ini adalah komitmen saya sebagai Menteri Pertahanan," ujar Prabowo dengan tegas saat membuka diskusi tentang strategi ketahanan pangan. Menurutnya, keamanan pangan merupakan bagian tak terpisahkan dari pertahanan negara yang harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Strategi Komprehensif untuk Ketahanan Pangan

Dalam pidatonya, Prabowo menguraikan beberapa strategi yang sedang dikembangkan untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional. Salah satunya adalah revitalisasi sektor pertanian melalui peningkatan produktivitas lahan dan penerapan teknologi pertanian modern.

"Kita perlu mengembangkan varietas unggul yang tahan hama dan cu ekstrem. Kita juga harus memperkuat sistem irigasi dan mendukung petani dengan akses modal yang mudah," jelasnya. Prabowo menekankan bahwa petani harus menjadi fokus utama dalam program ketahanan pangan.

Selain itu, pemerintah juga fokus pada diversifikasi sumber pangan untuk mengurangi ketergantungan pada komoditas tertentu. Program ini melibatkan pengembangan komoditas pangan lokal yang memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

Peningkatan Infrastruktur Pertanian

Prabowo juga menyoroti pentingnya peningkatan infrastruktur pertanian sebagai pendukung ketahanan pangan. Pemerintah sedang menggencarkan pembangunan jalan desa, gudang penyimpanan hasil pertanian, serta fasilitas pengolahan dan distribusi pangan.

"Infrastruktur yang memadai akan memastikan hasil panen sampai ke tangan konsumen dalam kondisi baik dan harga terjangkau. Ini juga akan mengurangi kerugian pasca panen yang sering terjadi," ujarnya.

Menurut data Kementerian Pertanian, kerugian pasca panen di Indonesia masih tinggi, mencapai 30-40% untuk beberapa komoditas. Angka ini jauh di atas standar internasional yang ideal di bawah 20%.

Peran Teknologi dan Inovasi

Dalam era digital, Prabowo melihat teknologi sebagai kunci untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian. Pemerintah mendorong integrasi teknologi digital dalam berbagai aspek pertanian, mulai dari pemantauan lahan, manajemen irigasi, hingga pemasaran hasil pertanian.

"Kita harus memanfaatkan kecerdasan buatan dan data analitik untuk memprediksi kebutuhan pangan dan mengoptimalkan produksi. Teknologi juga bisa membantu petani mendapatkan akses pasar yang lebih luas," tambahnya.

Program digitalisasi pertanian ini akan diintegrasikan dengan program e-commerce nasional untuk memudahkan petani menjual produknya secara langsung kepada konsumen tanpa perlu melalui perantara.

Kolaborasi Multi Sektor

Untuk mencapai ketahanan pangan yang optimal, Prabowo menekankan perlunya kolaborasi antar sektor. Kementerian Pertahanan akan bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, serta pihak swasta untuk membentuk ekosistem pertama yang terintegrasi.

"Tidak ada satu kementerian yang bisa sendirian mencapai ketahanan pangan. Ini butuh sinergi dan kolaborasi semua pihak. Sektor swata juga perlu terlibat aktif karena mereka memiliki akses teknologi dan pasar yang luas," paparnya.

Prabowo juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan. Program pemberdayaan kelompok tani dan komunitas desa akan diperkuat untuk menciptakan ketahanan pangan dari tingkat dasar.

Tantangan dan Solusi Jangka Panjang

Menghadapi tantangan perubahan iklim dan pertumbuhan penduduk, Prabowo menekankan perlunya strategi jangka panjang dalam mengelola ketahanan pangan. Pemerintah sedang mempersiapkan kerangka kebijakan yang berkelanjutan untuk menghadapi berbagai risiko di masa depan.

"Kita harus memikirkan ketahanan pangan untuk 20 atau 30 tahun ke depan. Perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan perubahan pola konsumsi akan mempengaruhi kebutuhan pangan kita di masa depan," ujarnya.

Dengan komitmen kuat dan strategi komprehensif, pemerintah berharap dapat mewujudkan Indonesia yang sejahtera dan bebas dari kelaparan, sejalan dengan visi Indonesia yang maju dan mandiri.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Santoso

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter