10 Kabupaten/Kota dengan Pekerja Sektor Pertanian Terbanyak
Indonesia sebagai negara agraris memiliki sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian menyerap tenaga kerja terbanyak dibandingkan sektor lainnya. Berikut adalah 10 kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki jumlah pekerja sektor pertanian terbanyak.
Kabupaten Bojonegoro
Kabupaten Bojonegoro di Jawa Timur menempati posisi pertama sebagai kabupaten dengan jumlah pekerja sektor pertanian terbanyak di Indonesia. Dengan luas lahan pertanian yang meliputi sekitar 40% dari total wilayahnya, Bojonegoro dikenal sebagai penghasil utama padi, jagung, dan kacang tanah. Sektor pertanian di kabupaten ini menyerap lebih dari 200.000 pekerja, baik sebagai petani buruh maupun usaha agroindustri lokal.
Kabupaten Banyumas
Berada di Jawa Tengah, kabupaten Banyumas menempati peringkat kedua dengan jumlah pekerja sektor pertanian mencapai 180.000 orang. Komoditas unggulan di wilayah ini antara lain padi, palawija, dan hortikultura. Selain itu, Banyumas juga dikenal sebagai penghasil tembakau dan cengkeh yang berkualitas tinggi.
Kabupaten Grobogan
Kabupaten Grobogan di Jawa Tengah menjadi salah satu sentra pertanian terbesar di Indonesia dengan jumlah pekerja mencapai 170.000 orang. Wilayah ini terkenal sebagai lumbung padi nasional selain sebagai penghasil palawija dan hortikultura. Potensi alam yang subur dan sistem irigasi yang memadai menjadi faktor utama keberhasilan sektor pertanian di Grobogan.
Kabupaten Indramayu
Indramayu di Jawa Barat menempati peringkat keempat dengan jumlah pekerja pertanian sekitar 160.000 orang. Kabupaten ini dikenal sebagai penghasil beras terbesar di Jawa Barat dengan luas lahan sawah mencapai lebih dari 100.000 hektare. Selain padi, Indramayu juga menghasilkan komoditas perikanan air tawar dan hortikultura.
Kabupaten Cirebon
Kabupaten Cirebon di Jawa Barat menempati peringkat kelima dengan jumlah pekerja sektor pertanian mencapai 150.000 orang. Wilayah ini memiliki potensi pertanian yang beragam mulai dari padi, palawija, hingga hortikultura. Cirebon juga dikenal sebagai penghasil buah-buahan tropis seperti mangga dan salak.
Kabupaten Demak
Dengan jumlah pekerja sektor pertanian mencapai 145.000 orang, kabupaten Demak di Jawa Tengah menempati peringkat keenam. Demak terkenal sebagai penghasil beras, jagung, dan sayuran. Selain itu, sektor perikanan juga menjadi andalan di kabupaten ini dengan banyaknya tambak ikan air tawar dan garam.
Kabupaten Brebes
Kabupaten Brebes di Jawa Tengah menempati peringkat ketujuh dengan jumlah pekerja pertanian sekitar 140.000 orang. Wilayah ini dikenal sebagai penghasil gula tebu terbesar di Jawa Tengah. Selain itu, Brebes juga menghasilkan palawija, hortikultura, dan bu-buahan seperti semangka dan melon.
Kabupaten Ciamis
Ciamis di Jawa Barat menempati peringkat kedelapan dengan jumlah pekerja sektor pertanian mencapai 135.000 orang. Komoditas utama di wilayah ini antara lain padi, kakao, dan kopi. Ciamis juga memiliki potensi besar dalam sektor perkebunan dan perikanan yang mendukung perekonomian masyarakat setempat.
Kabupaten Karawang
Kabupaten Karawang di Jawa Barat menempati peringkat kesembilan dengan jumlah pekerja pertanian sekitar 130.000 orang. Wilayah ini dikenal sebagai penghasil padi dan sayuran untuk memenuhi kebutuhan Jakarta dan sekitarnya. Selain itu, Karawang juga mengembangkan sektor perikanan air tawar dan hortikultura.
Kabupaten Tegal
Kabupaten Tegal di Jawa Tengah menempati peringkat kesepuluh dengan jumlah pekerja sektor pertanian mencapai 125.000 orang. Wilayah ini memiliki potensi pertanian yang meliputi padi, palawija, dan tanaman perkebunan seperti kelapa dan cengkeh. Tegal juga dikenal sebagai penghasil ikan air tawar dari tambak-tambak yang tersebar di wilayahnya.
Kehadiran sektor pertanian yang signifikan di 10 kabupaten/kota ini menunjukkan bahwa pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan para pekerja di sektor ini melalui berbagai program pembangunan infrastruktur, penyuluhan, dan akses modal bagi para petani.
Komentar (0)