24, 2026 ID
Bola

Prancis Guncang Dunia, Sepakbola Indonesia Masih Jauh Tertinggal

Kesuksesan Prancis Jadi Cermin Besar bagi Sepakbola IndonesiaPerhelatan Olimpiade Paris 2024 menjadi panggung kejayaan olahraga Prancis. Tuan rumah finis di papan atas klasemen perolehan medali dengan 16 medali emas, menegaskan posisi merek

Prancis Guncang Dunia, Sepakbola Indonesia Masih Jauh Tertinggal

Kesuksesan Prancis Jadi Cermin Besar bagi Sepakbola Indonesia

Perhelatan Olimpiade Paris 2024 menjadi panggung kejayaan olahraga Prancis. Tuan rumah finis di papan atas klasemen perolehan medali dengan 16 medali emas, menegaskan posisi mereka sebagai salah satu kekuatan olahraga dunia. Dari atletik hingga sepakbola, negara ini berhasil menunjukkan konsistensi yang sulit ditandingi negara lain.

Di cabang sepakbola, tim nasional Prancis U-23 tampil gemilang dengan menembus partai final dan hanya kalah dari Spanyol setelah drama perpanjangan waktu. Pencapaian itu melengkapi reputasi Prancis sebagai raksasa sepakbola dunia, setelah gelar juara Piala Dunia 2018 dan posisi runner-up pada edisi 2022.

Kesuksesan tersebut kontras dengan kondisi Indonesia. Di Olimpiade Paris, kontingen Merah Putih hanya mampu membawa pulang dua medali emas, keduanya justru lahir dari cabang panjat tebing dan angkat besi. Sementara itu, bulutangkis yang selama puluhan tahun menjadi andalan hanya menyumbang satu medali perunggu. Tidak ada satu pun medali emas yang lahir dari lapangan bulutangkis, padahal cabang ini pernah membawa pulang emas pada edisi 1992 dan 1996.

Belum lagi sepakbola. Tim Garuda tidak tampil di Olimpiade 2024 meski sempat memberi harapan lewat pencapaian semifinal Piala Asia U-23. Pada akhirnya, mimpi berlaga di Paris kandas setelah kalah dari Guinea dalam play-off antarbenua.

Dari kacamata bola, kesenjangan ini bukan soal keberuntungan semata. Prancis membangun kesuksesan dari infrastruktur, pembinaan usia dini, hingga kompetisi domestik yang kuat dan kompetitif. Klub-klub Ligue 1 menjadi batu loncatan pemain muda berbakat untuk menembus panggung Eropa.

Indonesia masih berkutat pada masalah yang sama: pembinaan yang belum merata, kompetisi yang kerap terhenti, serta minimnya jam terbang pemain muda di level internasional. Sepakbola Indonesia memang terus naik, terbukti dari perbaikan peringkat FIFA, namun target besar seperti Piala Dunia dan medali Olimpiade masih jauh dari jangkauan.

Momentum Prancis seharusnya menjadi bahan refleksi. Jika ingin berjaya, Indonesia tidak bisa lagi bertumpu pada nostalgia kejayaan masa lalu. Butuh kerja panjang, mulai dari pembenahan kompetisi hingga pembinaan usia dini yang serius.

Olahraga dan sepakbola tidak akan berubah dalam semalam. Prancis membuktikan bahwa kesuksesan adalah hasil perencanaan puluhan tahun. Pertanyaannya, apakah Indonesia mau memulai dari sekarang?

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS admin

Komentar (0)

User

Paling Dibaca

24 jam

Newsletter

Tag