19, 2026
Nasional

Pramono Dalami Usulan Kartu Transportasi Gratis untuk Pelajar

Taufik Syahputra
Taufik Syahputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Pramono Dalami Usulan Kartu Transportasi Gratis untuk Pelajar

Kementerian Perhubungan sedang mempelajari secara mendalam usulan penerapan kartu transportasi gratis bagi para pelajar di seluruh Indonesia. Menteri Perhubungan Pramono Anung mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan berbagai kajian terkait program yang dianggap dapat memberikan manfaat signifikan bagi dunia pendidikan.

"Kami sedang mempertimbangkan implementasi kartu transportasi gratis untuk pelajar. Program ini bertujuan untuk memudahkan akses pendidikan dan mengurangi beban biaya yang dialami oleh orang tua," ujar Pramono dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Kamis (15/6).

Target Penerima Manfaat

Berdasarkan rencana awal, program ini akan ditujukan bagi siswa SD, SMP, SMA, dan SMK di seluruh Indonesia. Kementerian Perhubungan berencana memberlakukan kartu transportasi yang dapat digunakan pada berbagai moda transportasi publik seperti bus, kereta api, dan angkutan kota.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap pelajar, baik di perkotaan maupun pedesaan, dapat menikmati akses transportasi yang terjangkau. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada satu pun siswa yang putus sekolah karena kesulitan transportasi," tambah Pramono.

Mekanisme Pelaksanaan

Kementerian Perhubungan berencana bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) serta pemerintah daerah dalam pelaksanaan program ini. Data siswa akan disinkronkan antar kementerian untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.

Untuk membiayai program ini, pemerintah mempertimbangkan beberapa skema, termasuk subsidi langsung dari anggaran negara, pengalihan anggaran dari program lain, atau kolaborasi dengan pihak swasta. "Kami sedang mengkaji berbagai opsi keuangan yang memungkinkan tanpa mengganggu alokasi anggaran sektor lain yang penting," jelas Pramono.

Tanggapan dari Berbagai Pihak

Usulan ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Anggota Komisi V DPR RI, Bambang Wuryanto, menyambut baik rencana pemerintah. Menurutnya, program ini akan memberikan solusi nyata bagi masalah transportasi yang menjadi salah satu penyebab putus sekolah di Indonesia.

"Transportasi memang menjadi salah satu kendala utama, terutama di daerah terpencil. Dengan kartu gratis ini, diharapkan para siswa dapat fokus belajar tanpa khawatir biaya transportasi," kata Bambang.

Sementara itu, Koordinator Aliansi Jaringan Advokasi Angkutan Umum (AJAU), Hendrik Sirait, mendukung program ini namun menyarankan agar pemerintah juga memperhatikan kualitas layanan transportasi publik. "Program ini bagus, tetapi harus disertai peningkatan kualitas armada dan frekuensi operasional angkutan umum agar pelajar tidak terlambat datang ke sekolah," ujar Hendrik.

Tantangan yang Dihadapi

Meski mendapat dukungan luas, implementasi program ini tidak akan menghadapi tantangan yang mudah. Salah satu tantangan utama adalah masalah sinkronisasi data antar kementerian dan pemerintah daerah. Selain itu, penentuan besaran subsidi dan mekanisme verifikasi calon penerima juga menjadi perhatian khusus.

"Kami sedang menyusun kerangka kerja yang detail untuk mengatasi berbagai tantangan ini. Salah satu yang sedang kami kaji adalah sistem verifikasi digital yang dapat memastikan hanya pelajar yang benar-benar berhak yang menerima kartu ini," jelas Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi.

Rencana Piloting

Sebelum diimplementasikan secara nasional, pemerintah berencana melakukan uji coba (piloting) di beberapa daerah. Wilayah yang dipilih akan mencerminkan berbagai kondisi geografis dan demografi di Indonesia, mulai dari kota besar hingga daerah terpencil.

"Melalui piloting ini, kami bisa mengumpulkan data dan umpan balik yang akurat sebelum program diluncurkan secara massal. Kami berharap pada akhir tahun ini program ini bisa dimulai di beberapa daerah terpilih," kata Pramono.

Harapan untuk Masa Depan

Dengan implementasi kartu transportasi gratis ini, pemerintian berharap dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar. Selain itu, program ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan merata di seluruh Indonesia.

"Pendidikan adalah hak setiap anak. Dengan memudahkan akses transportasi, kami percaya dapat membantu mewujudkan Indonesia yang lebih cerdas dan berkualitas di masa depan," tutup Pramono.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Taufik Syahputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter