Presiden RI Prabowo Subianto meninjau langsung titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Momen itu menarik perhatian karena Prabowo tampil tanpa masker di tengah lokasi yang diselimuti kabut asap, sementara sejumlah pejabat dan petugas yang mendampingi mengenakan alat pelindung pernapasan.
Kunjungan berlangsung di tengah meningkatnya jumlah titik panas di Kalimantan Barat. Sejumlah kecamatan di Kubu Raya, termasuk kawasan Sungai Raya, menjadi wilayah rawan terdampak karhutla akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Lahan gambut yang kering membuat api cepat menyebar dan sulit dipadamkan.
Kedekatan Sungai Raya dengan Kota Pontianak membuat kabut asap dari kebakaran lahan ikut menyelimuti ibu kota provinsi. Kualitas udara di sejumlah wilayah Kalbar sempat berada pada level tidak sehat, mengganggu aktivitas warga, kegiatan sekolah, hingga operasional penerbangan di Bandara Internasional Supadio.
Kebakaran lahan di Kalbar kerap terjadi pada puncak musim kemarau, dan tahun ini penyebaran titik panas tercatat menyebar di sejumlah kabupaten, seperti Kubu Raya, Mempawah, Sambas, hingga Bengkayang. Kondisi ini membuat pemerintah daerah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan.
Harapan Warga Kalbar atas Percepatan Penanganan
Dalam kunjungannya, Prabowo menyempatkan diri berjalan mendekati titik api untuk memastikan kondisi di lapangan. Ia juga berdialog dengan personel TNI, Polri, Manggala Agni, serta relawan yang bertugas memadamkan api. Arahan disampaikan agar pemadaman dilakukan secara maksimal, baik dari darat maupun melalui operasi udara dengan water bombing. Kunjungan ini sekaligus menjadi dukungan moral bagi petugas yang berjibaku memadamkan api di tengah asap pekat.
Sikap Prabowo yang tidak mengenakan masker dinilai sebagian pihak sebagai bentuk kedekatan dengan kondisi warga dan petugas yang setiap hari berhadapan dengan asap. Meski begitu, kalangan medis mengingatkan paparan asap karhutla dalam waktu lama tetap berisiko bagi kesehatan, sehingga penggunaan masker tetap disarankan bagi masyarakat.
Selain pemadaman darat dan udara, pemerintah juga mengerahkan upaya modifikasi cuaca atau hujan buatan untuk membantu memadamkan kebakaran dan mengurangi kabut asap. Patroli terus diperketat, dan aparat menegaskan sanksi tegas bagi pelaku pembakaran lahan yang menjadi pemicu utama karhutla di Kalbar.
Bagi warga Kalimantan Barat, perhatian langsung dari kepala negara dinilai penting karena menunjukkan keseriusan pemerintah pusat menangani karhutla yang hampir setiap tahun terjadi. Warga berharap penanganan tahun ini berjalan lebih cepat sehingga udara bersih dapat segera kembali dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu kabut asap.
Komentar (0)