18, 2026
Nasional

Prabowo di KTT BRICS: Kami Tak Suka Didikte Kekuatan Tertentu

Kevin Handayani
Kevin Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Prabowo di KTT BRICS: Kami Tak Suka Didikte Kekuatan Tertentu

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyampaikan pandangan Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Johannesburg, Afrika Selatan. Dalam sidak tersebut, Prabowo menegaskan sikap Indonesia yang menolak adanya didikan dari kekuatan tertentu di kancah internasional.

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara besar dan aktif dalam kancah internasional, menekankan pentingnya hubungan internasional yang berlandaskan pada keadilan dan kesetaraan. Menurutnya, setiap negara memiliki hak untuk menentukan arah kebijakan luar negeri sesuai dengan kepentingan nasional tanpa harus mengalami tekanan dari pihak manapun.

Pandangan Indonesia tentang Kedaulatan Nasional

"Kami tidak menyukai didikan dari kekuatan tertentu," tegas Prabowo dalam sambutannya. Pernyataan ini menggambarkan komitmen Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan nasional dalam hubungan internasional. Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia senantiasa menghormati prinsip-prinsip dasar hubungan internasional seperti yang tercantum dalam Piagam PBB.

Sebagai negara dengan sejarah perjuangan kemerdekaan yang panjang, Indonesia menekankan pentingnya kemerdekaan dalam menentukan kebijakan luar negeri. Prabowo menyoroti bahwa setiap negara memiliki hak untuk memilih jalannya sendiri dalam menghadapi tantangan global tanpa harus terkungkung oleh kepentingan kekuatan besar.

Peran BRICS dalam Dinamika Global

Dalam KTT BRICS, Prabowo juga menyampaikan pandangan Indonesia tentang peran kelompok negara berkembang ini dalam menciptakan keseimbangan kekuatan global. Menurutnya, BRICS memiliki potensi besar untuk menjadi kontra kekuatan bagi dominasi negara-negara Barat dalam sistem internasional yang sudah berlangsung lama.

"BRICS mewakili suara negara-negara berkembang yang seringkali tidak terdengar dalam forum internasional," ujar Prabowo. Ia menambahkan bahwa Indonesia, meskipun bukan anggota tetap BRICS, tetap tertarik untuk berkolaborasi dengan kelompok ini dalam isu-isu global yang saling melengkapi.

Kolaborasi untuk Keamanan Regional

Prabowo juga membahas potensi kolaborasi dalam bidang keamanan regional. Menurutnya, Indonesia bersama negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga stabilitas dan kedamaian. Ia menekankan pentingnya ASEAN sebagai organisasi regional yang mampu menjaga kepentingan negara-negara anggotanya.

"Kita perlu membangun kerjasama yang saling menguntungkan dalam bidang pertahanan dan keamanan tanpa harus bergantung pada kekuatan luar," tegas Prabowo. Ia menambahkan bahwa Indonesia siap berkontribusi dalam menciptakan lingkungan regional yang aman dan stabil melalui pendekatan regionalisme terbuka.

Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan

Selain isu keamanan, Prabowo juga membahas potensi kerjasama ekonomi dalam KTT BRICS. Menurutnya, negara-negara berkembang perlu bekerja sama untuk menciptakan sistem ekonomi global yang lebih adil dan berkelanjutan. Ia menyoroti pentingnya transformasi ekonomi yang memperhatikan aspek keberlanjutan dan inklusif.

"Kita perlu menciptakan arus ekonomi yang menguntungkan semua pihak, bukan hanya kekuatan besar yang sudah ada," ujar Prabowo. Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, energi terbarukan, dan industri kreatif yang dapat dikembangkan melalui kerjasama dengan negara-negara BRICS.

Komitmen Indonesia untuk Perdamaian Dunia

Dalam penutupannya, Prabowo menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia. Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan penduduk terbesar ketiga di dunia dan ekonomi terbesar ke-15, memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam menyelesaikan isu-isu global.

"Kita percaya bahwa dialog dan kerjasama adalah kunci untuk menyelesaikan konflik dan menciptakan kedamaian," ujar Prabowo. Ia menambahkan bahwa Indonesia siap menjadi perantara dalam konflik-konflik global selama itu berlandaskan pada keadilan dan hukum internasional.

Dengan demikian, partisipasi Indonesia dalam KTT BRICS menunjukkan komitmen negara ini untuk memainkan peran aktif dalam menciptakan sistem internasional yang lebih adil dan berimbang. Prabowo menekankan bahwa Indonesia tidak akan memihak pada blok kekuatan tertentu, tetapi akan terus berjuang untuk kepentingan global yang lebih luas.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kevin Handayani

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter