18, 2026
Nasional

Basarnas Cari Kapal Berpenumpang 243 Orang yang Hilang Kontak di Laut Jawa

Dian Simanjuntak
Dian Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Basarnas Gelar Pencarian Kapal Berpenumpang 243 Orang di Laut Jawa

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah menggelar operasi pencarian intensif terhadap kapal berpenumpang 243 orang yang dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa. Kapal yang belum diketahui identitas pastinya tersebut hilang kontak sejak beberapa hari lalu, memicu kecemasan besar bagi keluarga korban dan pihak berwenang.

Kepala Basarnas, Marsda TNI (Purn) F.X. Joko Poernomo, mengatakan bahwa tim SAR telah diterjunkan sejak informasi diterima. "Kami sudah mengaktifkan tim SAR darat, udara, dan laut untuk melakukan pencarian di area perkiraan hilang kontak kapal tersebut. Sedikitnya 10 unit kapal SAR dan 3 pesawat udara telah dikerahkan," ujar Joko dalam konferensi pers, Minggu (15/1).

Kondisi Terakhir Kapal

Menurut informasi yang diperoleh Basarnas, kapal berpenumpang tersebut terakhir kali diketahui berada di sekitar perairan Pulau Bawean, Jawa Timur. Kapal tersebut dilaporkan berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Batam, Kepulauan Riau dengan rencana perjalanan dua hari.

"Kapal ini membawa 243 penumpang dan 30 awak kapal. Berdasarkan data terakhir, cuaca di perairan tersebut dalam kondisi buruk dengan gelombang setinggi 3-4 meter. Hal ini diduga menjadi salah satu faktor hilang kontaknya kapal," jelas Joko.

Mekanisme Pencarian Berlangsung

Tim SAR Basarnas bekerja sama dengan TNI AL, Polri, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk melakukan pencarian. Area pencarian difokuskan di sekitar titik terakhir kali kapal dilaporkan berada, dengan radius mencapai 50 mil laut.

"Kami menggunakan berbagai metode pencarian. Mulai dari pengamatan visual dari udara, penggunaan sonar untuk deteksi bawah laut, hingga penyelaman tim khusus. Kami juga telah meminta bantuan nelayan setempat untuk melaporkan jika ada penemuan mencurigakan," tambah Joko.

Keluarga Korban Terus Menunggu

Ratusan keluarga korban berkumpul di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menanti kabar mengenai nasib anggota keluarga mereka. Mereka terlihat sangat cemas dan terus memantau informasi terkini dari pihak berwenang.

"Saya sudah tiga hari tidak bisa tidur. Suami saya berlayar dengan kapal itu. Kami sudah berulang kali menghubungi pihak kantor pelabuhan, tapi mereka hanya bilang sedang dalam pencarian," kata Siti Aminah (45), istri salah satu awak kapal yang menangis histeris.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Ahmad Yani, mengatakan pihaknya telah membentuk tim khusus untuk membantu keluarga korban dan memantau perkembangan pencarian. "Kami sedang mengumpulkan data lengkap mengenai penumpang dan awak kapal. Selain itu, kami juga menyediakan ruang khusus untuk keluarga korban agar bisa menunggu dengan nyaman," ujar Yani.

Kondisi Cuaca dan tantangan Pencarian

BMKG menyatakan bahwa kondisi cuaca di Laut Jawa, khususnya di sekitar wilayah pencarian, masih dalam kondisi tidak menguntungkan. "Ada potensi angin keringin dan gelombang tinggi hingga 4 meter. Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri dalam operasi pencarian," kata Kepala BMKG Wilayah Jawa, Budi Santoso.

Meski demikian, Basarnas optimis dapat menemukan kapal tersebut dalam waktu dekat. "Kami tidak akan berhenti mencari sampai dengan korban ditemukan. Tim SAR kami siap beroperasi selama 24 jam nonstop," tegas Joko.

Riwayat Keamanan Pelayaran

Data dari Kementerian Perhubungan menunjukkan bahwa wilayah Laut Jawa sering menjadi lokasi kecelakaan pelayaran akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. Dalam lima tahun terakhir, tercatat setidaknya 15 insiden kapal hilang kontak di perairan tersebut.

"Kami sudah berulang kali mengingatkan kepada operator pelayaran untuk selalu memperhatikan prakiraan cuaca sebelum berlayar. Namun, masih ada beberapa yang mengabaikan aturan tersebut," ujar juru bicara Kemenhub, Adi Soelistyo.

Sementara itu, Basarnas terus memantau perkembangan pencarian dan berjanji akan memberikan update terbaru kepada publik. "Kami akan terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk memastikan operasi pencarian berjalan maksimal," pungkas Joko.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dian Simanjuntak

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter