18, 2026
Nasional

Polisi Periksa SPPG Buntut Ratusan Siswa di Pati Diduga Keracunan MBG

Ratusan siswa di Pati diduga keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis. Polisi sedang menyelidiki dan memeriksa saksi serta sampel makanan.]]>

Bagus Nugroho
Bagus Nugroho Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 2 dibaca

Polisi Periksa SPPG Buntut Ratusan Siswa di Pati Diduga Keracunan MBG

Ratusan Siswa di Pati Diduga Keracunan MBG, Polisi Periksa SPPG

Polisi resmi memeriksa Satuan Pengamanan dan Penjagaan Gedung (SPPG) terkait dugaan keracunan massal yang melibatkan ratusan siswa di Pati. Kasus ini mencuat setelah sejumlah siswa mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan di sebuah acara sekolah.

Gejala Keracunan Massal

Ratusan siswa di beberapa sekolah di Pati dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengikuti acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pati. Para korban mengeluhkan mual, muntah, diare, dan pusing setelah mengonsumsi makanan yang disediakan dalam acara tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, dr. Ahmad Fauzi, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan adanya 389 siswa yang mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan dari acara tersebut. "Kami langsung melakukan penanganan dengan memberikan obat-obatan dan cairan untuk mengatasi dehidrasi pada para korban," jelasnya.

Sebagian korban dirawat di rumah sakit, sementara sisanya mendapat perawatan di puskesmas dan posko kesehatan yang disiapkan pemerintah daerah. Kondisi sebagian besar korban sudah membaik, namun masih ada beberapa siswa yang dirawat inap karena gejalanya cukup parah.

Pemeriksaan SPPG

Untuk menelusuri penyebab keracunan massal tersebut, Polisi Resor (Polres) Pati telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk Satuan Pengamanan dan Penjagaan Gedung (SPPG) yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan acara tersebut.

"Kami sedang memeriksa SPPG terkait penyediaan makanan dalam acara tersebut," kata Kapolres Pati AKBP Budi Santoso kepada wartawan. Menurutnya, pihaknya sedang menyelidiki apakah ada kelalaian dalam proses penyediaan makanan yang menyebabkan keracunan massal tersebut.

SPPG adalah satuan yang ditunjuk untuk mengelola acara di lingkungan pemerintah daerah, termasuk penyediaan makanan dan minuman. Dalam kasus ini, SPPG bertanggung jawab atas penyediaan makanan yang disajikan kepada para siswa.

Penyelidikan Polisi

Polisi telah mengambil sampel makanan yang disajikan dalam acara tersebut untuk diperiksa di laboratorium forensik. Hasil pemeriksaan akan menentukan apakah ada zat berbahaya dalam makanan tersebut yang menyebabkan keracunan.

Tanggapan Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Pati menjamin akan memberikan santunan dan biaya pengobatan bagi para korban keracunan tersebut. Bupati Pati Haryanto mengatakan bahwa pihaknya akan menindak tegas jika ternyata ada kelalaian dari penyelenggara acara.

"Kami akan memastikan tidak ada lagi kejadian serupa di masa depan. Untuk itu, kami akan meningkatkan pengawasan terhadap penyediaan makanan dalam acara-acara di sekolah," ujarnya.

Dinas Pendidikan juga akan melakukan evaluasi terhadap prosedur penyelenggaraan acara di sekolah, terkait aspek kesehatan dan keamanan pangan. Pihaknya berencana memberikan pelatihan kepada para penyelenggara acara tentang standar keamanan pangan.

Kasus Serupa di Wilayah Lain

Kasus keracunan massal di Pati bukanlah kejadian pertama di Jawa Tengah. Sebelumnya, serupa juga terjadi di beberapa kabupaten dan kota lainnya. Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, terdapat 15 kasus keracunan makanan massal di wilayah Jawa Tengah, yang melibatkan lebih dari 500 korban.

Para ahli menyarankan agar pihak sekolah dan penyelenggara acara lainnya harus lebih teliti dalam memilih penyedia makanan dan memastikan bahwa makanan yang disajikan memenuhi standar keamanan pangan. Selain itu, perlu adanya pengawasan yang ketat dari pihak terkait.

Kasus di Pati masih dalam penyelidikan polisi. Pihak berwenang berjanji akan memberikan kejelasan kepada masyarakat mengenai penyebab keracunan massal tersebut dan tindakan yang akan diambil terhadap pelaku jika terbukti ada kelalaian atau kesalahan yang menyebabkan keracunan tersebut.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Bagus Nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter