18, 2026
Teknologi

Prabowo Tiba di India untuk Hadiri KTT ke-18 BRICS sebagai Anggota Penuh

Presiden Prabowo Subianto tiba di New Delhi untuk KTT ke-18 BRICS. Kehadirannya memperkuat peran Indonesia dalam kerja sama multilateral dan ekonomi global.]]>

Dimas Permana
Dimas Permana Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Prabowo Tiba di India untuk Hadiri KTT ke-18 BRICS sebagai Anggota Penuh

Prabowo Tiba di India untuk Hadiri KTT ke-18 BRICS sebagai Anggota Penuh

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tiba di New Delhi, India, pada Rabu (22/11/2023) untuk menghadiri KTT BRICS ke-18. Kali ini, Indonesia hadir sebagai anggota penuh blok ekonomi yang terdiri dari negara-negara berkembang ini setelah bergabung pada Januari 2024. KTT tahunan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 22-23 November 2023, dan menjadi momen penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisi diplomatisnya di kancah global.

Kedatangan Prabowo Menuju Pusat Konferensi

Kedatangan Prabowo di Bandara Internasional Indira Gandhi New Delhi disambut oleh pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri India. Menteri Pertahanan ini langsung menuju tempat konferensi setelah melalui prosedur protokol yang berjalan tertib. Dalam perjalanan menuju lokasi konferensi, Prabowo menyampaikan bahwa kehadirannya pada KTT BRICS kali ini merupakan langkah strategis bagi Indonesia untuk memperluas jaringan diplomasi dan ekonomi dengan negara-negara anggota BRICS.

"Kehadiran kita sebagai anggota penuh BRICS menunjukkan komitmen Indonesia dalam berkontribusi pada stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi antarnegara berkembang," ujar Prabowo dalam sambutannya singkat setiba di lokasi konferensi.

Agenda KTT BRICS ke-18

KTT BRICS ke-18 membahas beberapa isu strategis yang menjadi prioritas bagi kelima negara anggota utama (Brasil, Rusia, India, Cina, Afrika Selatan) serta negara-negara anggota baru yang bergabung tahun ini, termasuk Indonesia. Isu utama yang menjadi fokus diskusi adalah reformasi struktur tata kelola global, perluasan kerja sama ekonomi, serta respons terhadap tantangan geopolitik kontemporer.

Salah satu agenda yang paling dinanti adalah diskusi mengenai ekspansi BRICS yang baru-baru ini disepakati pada KTT sebelumnya. Indonesia, bersama dengan negara-negara kandidat lainnya seperti Iran, Mesir, Ethiopia, dan Arab Saudi, akan menjadi fokus perbincangan mengenai integrasi dan mekanisme kerja sama yang akan diterapkan.

Kontribusi Indonesia dalam BRICS

Sebagai salah satu ekonom terbesar di ASEAN dan negara dengan demografi strategis, Indonesia diharapkan dapat memainkan peran penting dalam membentuk arah kebijakan BRICS di masa depan. Indonesia dianggap mampu menjadi jembatan antara negara-negara BRICS dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan ASEAN secara umum.

Dalam sambutannya sebelum KTT dimulai, Prabowo menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dalam hubungan internasional dan mendorong kerja sama yang saling menguntungkan. "Indonesia hadir dengan semangat untuk membangun kerja sama yang inklusif dan saling menghormati antarnegara, tanpa intervensi dalam urusan internal masing-masing negara," tegasnya.

Tantangan dan Peluang bagi Indonesia

Bergabung dengan BRICS membawa tantangan dan peluang tersendiri bagi Indonesia. Di satu sisi, akses ke pasar dan investasi dari negara-negara anggota BRICS dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di sisi lain, Indonesia perlu berhati-hati dalam menjaga keseimbangan hubungan luar negeri, terutama dalam konteks dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Para analis mengamati bahwa keanggotaan Indonesia dalam BRICS akan menguatkan posisi Indonesia sebagai aktor global yang independen dan tidak berpihak pada blok-blok politik tertentu. Ini sejalan dengan kebijakan luar negeri Indonesia yang secara historis menekankan bebas dan aktif dalam berdiplomasi.

Reaksi dari Kalangan Internasional

Kehadiran Indonesia sebagai anggota penuh BRICS mendapat perhatian dari berbagai kalangan internasional. Beberapa negara di kawasan Pasifik dan Asia menilai langkah ini sebagai upaya Indonesia untuk memperluas pengaruhnya di dunia internasional. Sementara itu, beberapa negara di Barat mengamati perkembangan ini dengan cermat, terutama dalam konteks perubahan dinamika kekuatan global.

Dalam konferensi pers singkat di sela KTT, juru bicara Kementerian Luar Negeri India menyambut baik partisipasi Indonesia dan menyatakan optimisme bahwa kehadiran Indonesia akan memberikan kontribusi positif bagi BRICS. "Kami percaya bahwa pengalaman dan potensi Indonesia akan menjadi aset berharga bagi perkembangan BRICS di masa depan," ucapnya.

Kesimpulan

Kedatangan Prabowo di India untuk menghadiri KTT BRICS ke-18 menandai momen bersejarah bagi Indonesia dalam memperkuat posisi diplomatisnya di tingkat global. Sebagai anggota penuh BRICS, Indonesia dihadapkan pada berbagai peluang dan tantangan dalam memainkan peran yang konstruktif dalam membentuk arah kebijakan blok ekonomi ini. KTT kali ini diharapkan dapat menjadi landasan yang kuat bagi Indonesia untuk terus berkontribusi dalam menciptakan tatanan global yang lebih adil dan seimbang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dimas Permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter